*AL-ANBIYA' (13)*
*KISAH NABI LUTH A.S.*
*Surah al-Anbiyaa' Ayat 74-75*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Allah SWT mengaruniai Nabi Luth a.s. empat bentuk nikmat seperti berikut:
1. Memberi _Hukm_ berupa kenabian, dan hikmah (sesuatu yang harus dilakukan).
2. Memberi ilmu yang bermanfaat, yaitu wawasan tentang urusan agama dan yang bisa digunakan untuk memberikan putusan di antara orang-orang yang beperkara.
3. Menyelamatkannya dari adzab yang menimpa negeri kaumnya, disebabkan mereka melakukan perbuatan-perbuatan keji berupa _liwaath_ (yang merupakan kekejian paling parah). Mereka juga adalah orang-orang yang buruk dan fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah SWT).
*AL-ANBIYA' (12)*
*KISAH NABI IBRAHIM A.S.*
*NIKMAT LAIN KEPADA NABI IBRAHIM A.S., DISELAMATKANNYA IA BESERTA NABI LUTH A.S. KE TANAH YANG DIBERKAHI*
*Surah al-Anbiyaa' Ayat 71-73*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menjelaskan nikmat-nikmat yang melimpah yang Allah SWT karuniakan kepada Nabi Ibrahim a.s. setelah diselamatkannya ia dari api. Nikmat-nikmat tersebut adalah berikut ini.
1. Selamat dari negeri kekufuran dan penyembah berhala menuju negeri keimanan dan tauhid. Hal ini diimplementasikan dalam bentuk hijrahnya Nabi Ibrahim al-Khalil a.s. bersama keponakannya yang bernama Luth a.s. dari negeri Irak ke negeri Syam yang diberkahi karena banyak para nabi diturunkan di sana serta kekayaan agrikultural yang melimpah. Syam merupakan "tambang" para nabi, negeri yang sangat subur melimpah buah-buahan, memiliki sungai-sungai yang berair segar dan jernih.
2. Dikaruniai keturunan yang saleh. Allah SWT mengaruniai Nabi Ibrahim a.s. seorang putra bernama Ishaq a.s. sebagai jawaban atas doanya, dan memberinya keturunan dari Ishaq bernama Ya'qub a.s. sebagai tambahan _(naafilah)_ di luar apa yang ia minta.
*AL-ANBIYA' (11)*
*KISAH NABI IBRAHIM A.S.*
*KEMENANGAN MUTLAK NABI IBRAHIM A.S.; KISAH SELAMATNYA NABI IBRAHIM A.S. DARI API*
*Surah al-Anbiyaa' Ayat 66-70*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menjadi pelajaran bagi orang yang mau mengambil pelajaran. Ayat-ayat tersebut menggambarkan sikap seorang mujahid yang sabar dalam menjalankan dakwah menuju tauhid, kebenaran, dan keutamaan. Juga, menggambarkan sikap orang bodoh yang pro kepada kebatilan, kesyirikan, dan paganisme.
Kaumnya Nabi Ibrahim a.s. merencanakan cara untuk menghabisinya. Mereka ingin membakar dan menyiksanya dengan kejam. Mereka ingin membakarnya hidup-hidup. Mereka pun mengumpulkan kayu dan menyulutnya hingga membentuk kobaran api yang menyala-nyala. Lalu mereka mengikat Nabi Ibrahim a.s. dan meletakkan tubuhnya di alat pelontar _(manjaniiq)_ dalam keadaan terbelenggu. Ini termasuk tindakan paling kejam yang dilakukan oleh manusia. Sebuah pertanyaan di sini, dimanakah Allah SWT saat itu?!
*AL-ANBIYA' (10)*
*KISAH NABI IBRAHIM A.S.*
*PERDEBATAN SENGIT ANTARA NABI IBRAHIM A.S. DENGAN KAUMNYA PASCA TRAGEDI PENGHANCURAN PATUNG-PATUNG*
*Surah al-Anbiyaa' Ayat 59-65*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Kaum Nabi Ibrahim a.s. mengalami kepanikan saat melihat berhala-berhala mereka hancur berkeping-keping sekembalinya dari perayaan hari raya. Mereka pun berkata dengan nada mencari tahu, seperti yang direkam dalam ayat 59: *(مَن فَعَلَ هَٰذَا بِـَٔالِهَتِنَآ إِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ)*
Itu adalah sesuatu yang sudah bisa diduga dan telah diprediksikan sebelumnya oleh Nabi Ibrahim a.s..
Nabi Ibrahim a.s. juga telah memprediksikan bahwa mereka akan mengetahui dirinyalah tersangka utama penghancuran berhala-berhala tersebut. Sebab sebelumnya ia pernah melancarkan kecaman dan hujatan, membodohi mereka, mengkritik tajam terhadap penyembahan berhala yang tak bisa mendatangkan mudharat dan manfaat, serta seruannya untuk menyembah kepada Allah SWT, Yang Maha Esa Yang Kuasa memberi dan tidak memberi, Yang Kuasa menimpakan mudharat dan mendatangkan manfaat.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 80 dari 294