*AL-ANBIYA' (11)*
*KISAH NABI IBRAHIM A.S.*
*KEMENANGAN MUTLAK NABI IBRAHIM A.S.; KISAH SELAMATNYA NABI IBRAHIM A.S. DARI API*
*Surah al-Anbiyaa' Ayat 66-70*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menjadi pelajaran bagi orang yang mau mengambil pelajaran. Ayat-ayat tersebut menggambarkan sikap seorang mujahid yang sabar dalam menjalankan dakwah menuju tauhid, kebenaran, dan keutamaan. Juga, menggambarkan sikap orang bodoh yang pro kepada kebatilan, kesyirikan, dan paganisme.
Kaumnya Nabi Ibrahim a.s. merencanakan cara untuk menghabisinya. Mereka ingin membakar dan menyiksanya dengan kejam. Mereka ingin membakarnya hidup-hidup. Mereka pun mengumpulkan kayu dan menyulutnya hingga membentuk kobaran api yang menyala-nyala. Lalu mereka mengikat Nabi Ibrahim a.s. dan meletakkan tubuhnya di alat pelontar _(manjaniiq)_ dalam keadaan terbelenggu. Ini termasuk tindakan paling kejam yang dilakukan oleh manusia. Sebuah pertanyaan di sini, dimanakah Allah SWT saat itu?!
Hasilnya sungguh mencengangkan dan membuat decak kagum. Sesuatu yang tak pernah terbayangkan dan di luar kemampuan manusia. Allah SWT mencabut karakter api yang dapat membakar. Nabi Ibrahim a.s. pun selamat dan keluar dari api seakan-akan ia keluar dari kamar mandi. Keiadian itu disaksikan oleh kerumuman manusia. Api tersebut tidak membakar, kecuali tali yang mengikat tubuh Ibrahim a.s. saat api pertama kali menyentuhnya. Itu adalah mukjizat yang mengajak manusia beriman kepada kebenaran, merenungi rencana serta konspirasi jahat manusia, dan rencana Allah Yang Mahaagung yang meruntuhkan setiap rencana dan usaha jahat mereka.
Allah SWT pun menyelamatkan Nabi Ibrahim a.s. dari api, menjadikan mereka orang-orang yang paling merugi, kalah, dan hina karena ingin membakar Nabi Ibrahim a.s.. Namun keinginan mereka gagal total dan sia-sia. Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Aisyah r.a., Rasulullah saw. bersabda:
*(إِنَّ إِبرَا هِيمَ حِينَ أُلقِيَ فِي النَّا رِ لَم يَكُنْ فِي الأَ رْضِ دَا بَّةٌ إِلَّا تُطفِئُ النَّارَ غَيرَالوَزَغ فَإ نَّهُ كَانَ يَنْفُخُ عَلَى إِبْرَا هِيمَ)*
_"Tatkala Nabi lbrahim a.s. dilemparkan ke dalam api, tak ada seekor binatang pun di bumi melainkan ia padamkan api itu kecuali _al-Wazag #)_ (tokek), ia justru berusaha mengobarkan nyala apinya"_ *(HR Ibnu Abi Hatim)*
#) _Al-Wazaq'_ adalah binatang melata kecil yang Rasulullah saw. memerintahkan untuk membunuhnya dan menyebutnya dengan nama _"fuwaisiqah"._
Athiyyah al-'Ufi mengatakan, "Saat Nabi Ibrahim a.s. dilemparkan ke dalam api, raja mereka datang untuk melihat Nabi Ibrahim a.s.. Lalu ada bunga api yang terbang dan jatuh di jari telunjuknya hingga menyebabkannya terbakar seperti bulu."
Aku beriman hanya kepada Allah SWT, tiada sekutu bagi-Nya, Sang Pemilik kuasa mutlak. Jika Dia menghendaki sesuatu cukuplah Dia berfirman *(كُن فَيَكُونُ)*.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
