*SURAH AL-MU'MINUUN*
*SURAH AL-MU'MINUUN*
*MAKKIYYAH, SERATUS DELAPAN BELAS AYAT*
*PENAMAAN DAN KEUTAMAAN SURAH*
Surah ini dinamai surah al-Mu'minuun karena surah ini dibuka dengan ayat *(قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ)* Kemudian dilanjutkan dengan uraian tentang tujuh diantara sifat-sifat orang Mukmin dan balasan yang agung bagi mereka di akhirat, yaitu mewarisi al-Firdaus.
Imam Ahmad, at-Tirmidzi, an.Nasa'i, dan al-Hakim meriwayatkan dari Umar bin Khaththab r.a., ia berkata:
_"Jika ada wahyu turun kepada Rasulullah saw., maka terdengar suara seperti suara dengungan lebah di wajah beliau. Jika begitu, maka kami berhenti sesaat hingga kondisi yang meliputi beliau itu hilang lalu Rasulullah saw menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan beliau seraya berucap, "Ya Allah, tambahilah kami dan janganlah Engkau kurangi, muliakanlah kami dan janganlah Engkau hinakan, berilah kami dan janganlah Engkau tidak memberi kami, prioritaskanlah kami dan janganlah Engkau prioritaskan pihak lain atas kami, ridhailah kami dan jadikanlah kami ridha dan puas.' Kemudian beliau bersabda, 'Sungguh telah diturunkan kepadaku sepuluh ayat yang barangsiapa menegakkan dan mengamalkan isinya, maka ia masuk surga. Kemudian beliau membacakan ayat satu hingga ayat sepuluh surah al-Mu'minuun."_ *(HR Ahmad, Tirmidzi, an-Nasa'i, dan al-Hakim)*
*AL-HAJJ (20)*
*SEJUMLAH PERINTAH SYARI'AT DAN HUKUM*
*Surah al-Hajj Ayat 77-78*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Zahir ayat-ayat yang dijadikan penutup surah al-Hajj memuat macam-macam bentuk pentaklifan agama, aqidah, dan sosial, yang mencakup cabang-cabang syari'at, sekaligus memberikan perhatian khusus pada shalat, sebab shalat adalah tiangnya agama sehingga tidak cukup jika hanya memasukkannya ke dalam cakupan keumuman perintah ibadah.
Ayat-ayat tersebut menunjukkan sejumlah hal seperti berikut ini:
1. Kewajiban empat hal, yaitu shalat yang rukun terpentingnya adalah rukuk dan sujud, hanya beribadah dan menyembah kepada Allah SWT semata, mengerjakan rukuk dan sujud serta segenap amal-amal ketaatan lainnya sebagai bentuk ibadah, dan mengerjakan kebajikan semisal silaturahim dan akhlaq mulia.
*AL-HAJJ (18)*
*TIAP-TIAP UMAT MEMILIKI SYARI'AT DAN MANHAJ YANG SESUAI*
*Surah al-Hajj Ayat 67-70*
*Sebab Turunnya Ayat*
Ada keterangan yang menuturkan bahwa turunnya ayat ini dilatarbelakangi oleh perbantahan orang-orang kafir menyangkut masalah hewan sembelihan. Mereka adalah kaum kafir Khuza’ah. Mereka berkata kepada kaum Muslimin, "Kalian memakan hewan yang kalian sembelih, tetapi justru kalian tidak mau memakan hewan sembelihan Allah SWT (maksudnya hewan yang mati dengan sendirinya)." Atau mereka berkata, "Kenapa kalian memakan hewan yang kalian bunuh, tetapi kalian tidak mau memakan hewan yang dibunuh oleh Allah?! Padahal semestinya hewan yang dibunuh oleh Allah itu lebih berhak untuk kalian makan daripada hewan yang kalian bunuh dengan pisau-pisau kalian." Lalu Turunlah ayat ini.
*AL-HAJJ (19)*
*BEBERAPA KEBATILAN ORANG-ORANG MUSYRIK DAN TANTANGAN KEPADA MEREKA UNTUK MENCIPTAXAN SEEKOR LALAT*
*Surah al-Hajj Ayat 71-76*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan beberapa hal seperti berikut:
1. Sesungguhnya para paganis penyembah berhala semisal kaum kafir Quraisy, mereka adalah orang-orang yang menyembah ilah-ilah selain Allah SWT tanpa memiliki landasan dalil naqli (literatur) maupun dalil 'aqli. Oleh karena itu, Allah SWT mengancam mereka dengan ayat *(وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ)*
2. Sesungguhnya telah mengakarnya kekufuran, pembangkangan, kesombongan dan keangkuhan dalam jiwa orang-orang kafir membuat mereka berada di puncak rasa marah, benci, dan geram ketika ada ayat-ayat Al-Qur'an dibacakan kepada mereka. Hampir-hampir mereka ingin langsung menyerang dan menyakiti orang yang membacakannya itu. Mereka ingin sekali menyakiti dengan tangan dan mulut mereka secara fisik dan nonfisik.
Halaman 1 dari 197