*AL-HAJJ (17)*
*DIANTARA TANDA-TANDA BUKTI KUASA ALLAH SWT*
*Surah al-Hajj Ayat 61-66*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Topik ayat-ayat di atas adalah pemaparan dalil dan tanda-tanda yang menjadi bukti petunjuk akan kesempurnaan kuasa Allah SWT dan kesempurnaan ilmu-Nya. Dalil dan bukti-bukti petunjuk itu adalah seperti berikut:
1. Di antara tanda dan bukti kuasa Allah SWT yang absolut dan total adalah Dia menciptakan malam dan siang serta melakukan kontrol dan pengaturan terhadapnya. Tentu Dia juga kuasa dan mengetahui segala yang berlangsung di dalamnya. Jika Allah SWT Mahakuasa lagi Maha Mengetahui, sudah pasti Dia kuasa untuk menolong dan memenangkan siapa yang dikehendaki-Nya. Allah SWT berbuat sesuai dengan hikmah dan kemaslahatan.
Dia Maha Mendengar segala ucapan lagi Maha Melihat segala perbuatan. Tiada sesuatu yang tersembunyi dari-Nya meski seukuran dzarrah sekali pun. Tidak pula langkah seekor semut melainkan Allah SWT mengetahuinya, mendengarnya, dan melihatnya.
2. Deskripsi tentang kuasa Allah SWT atas semua hal tersebut karena sesungguhnya Allah SWT adalah Tuhan Yang Haq, yakni Yang Wujud, Pasti, dan Tetap secara intrinsik Yang _muhaal_ bagi-Nya memiliki sifat berubah-ubah dan hilang. Dia pasti memenuhi janji dan ancaman-Nya. Allah SWT-lah Yang memiliki kebenaran karena agama-Nya adalah agama yang haq, penyembahan kepada-Nya adalah haq, dan orang-orang Mukmin sungguh berhak mendapatkan pertolongan dari-Nya berdasarkan janji-Nya yang haq.
Sedangkan, berhala sama sekali tidak memiliki haq dan kelayakan untuk disembah. Allah SWT adalah yang Mahatinggi di atas segala sesuatu dengan kuasa-Nya, Yang Mahaluhur dari serupaan dan tandingan, Allah SWT Mahasuci dari apa yang dikatakan oleh orang-orang yang zalim berupa sifat-sifat yang tidak pantas bagi keagungan-Nya. Allah SWT adalah Zat Yang Mahabesar Mahaagung dan Mahaluhur Mahabesar dari memiliki sekutu.
3. Dalil lain tentang kesempurnaan dan totalitas kuasa Allah SWT adalah turunnya hujan dan tumbuhnya tanaman yang hijau, indah nan elok dan menyenangkan bagi setiap mata dan hati. Zat Yang kuasa atas semua itu sudah pasti berkuasa untuk mengembalikan kehidupan setelah kematian sebagaimana firman Allah SWT dalam ayat:
_"Kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur"_ *(al-Hajj: 5)*
Ayat *(فَتُصْبِحُ ٱلْأَرْضُ مُخْضَرَّةً)* adalah ungkapan tentang bagaimana bumi itu segera menumbuhkan tetumbuhan sesaat setelah turunnya air dan biasanya kondisi itu akan terus berlangsung seerti itu.
Menyangkut ayat *(إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ)* *Ibnu Abbas r.a.* menuturkan bahwa maksudnya adalah Allah SWT Maha Mengetahui kondisi yang meliputi hamba berupa kegelisahan dan keputusasaan ketika hujan tidak kunjung turun. Allah SWT Mahalembut terhadap rezeki hamba-Nya.
4. Segala yang ada di langit dan di bumi adalah makhluk ciptaan Allah SWT, kepunyaan-Nya, dan hamba-Nya. Semuanya pasti butuh pengaturan, keseksamaan, kecermatan, dan keakuratan-Nya.
Sungguh Allah SWT, Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji sehingga Dia tidak butuh kepada suatu apa pun. Dia adalah Yang Terpuji atas segala keadaan dan tingkah. Segala sesuatu tunduk kepada-Nya dan menurut kepada tindakan dan pengaturan-Nya. Allah SWT Mahakaya (tiada butuh) kepada apa pun, termasuk kepada pujian orang-orang yang memuji. Allah SWT adalah Mahasempurna secara intrinsik dalam arti kesempurnaan adalah sifat intrinsik-Nya. Zat Yang memiliki sifat sempurna pasti juga Mahakaya dan tiada butuh kepada suatu apa pun selain-Nya dalam segala urusan.
5. Di sana juga terdapat banyak nikmat dari Allah SWT. Nikmat-nikmat itu menjadi bukti kekuasaan-Nya, rahmat-Nya, dan kelembutan-Nya. Diantara nikmat-nikmat itu adalah Allah SWT menundukkan segala yang ada di bumi dari segala yang dibutuhkan hamba-Nya, seperti binatang, pepohonan, tumbuh-tumbuhan, dan sungai-sungai sebagaimana firman-Nya dalam ayat:
_"Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu."_ *(al-Baqarah=29)*
Allah SWT menundukkan bahtera untuk kalian ketika berlayar di lautan sebagaimana firman-Nya dalam ayat:
_"Tidakkah engkau memerhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, agar diperlihatkan-Nya kepadamu sebogian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya. Sungguh, pada yong demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesarn)-Nya bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur."_ *(Luqmaan:31)*
Penundukan bahtera dilakukan dengan menundukkan air dan angin agar dapat membuatnya berjalan.
Allah SWT menahan langit supaya tidak runtuh menimpa bumi. Jika keruntuhan itu terjadi, akan berakibat kebinasaan bagi manusia, kecuali jika Allah SWT mengizinkan langit untuk runtuh, langit itu akan runtuh dengan kehendak-Nya dan dengan membiarkannya tanpa Dia tahan. Semua itu tidak lain karena sesungguhnya Allah SWT Maha Penyayang lagi Mahabelas Kasih kepada manusia.
6. Tanda dan bukti-bukti petunjuk lainnya tentang kuasa Ilahi yaitu menghidupkan dan mematikan. Allah SWT adalah yang menciptakan kita setelah sebelumnya hanya berupa _nuthfah_ (mani). Lalu Allah SWT mematikan kita ketika ajal telah tiba.
Kemudian Allah SWT menghidupkan kita kembali untuk menjalani proses hisab, pahala dan hukuman. Akan tetapi, manusia sungguh ingkar terhadap ayat-ayat yang nyata, yakni ayat yang membuktikan kuasa dan keesaan Allah SWT.
Ibnu Abbas r.a. menuturkan, "Yang dimaksudkan adalah al-Aswad lbnu Abdil Asad, Abu Jahal Ibnu Hisyam, al-Ash Ibnu Hisyam, dan sejumlah orang dari kaum musyrikin."
Namun, yang lebih utama -sebagaimana yang disebutkan oleh ar-Razi- adalah memberlakukan ayat ini secara umum mencakup setiap orang yang ingkar. Di sini disebutkan bahwa manusia adalah seperti itu karena memang kondisi yang mendominasi manusia adalah sikap kufur nikmat dan tidak tahu berterima kasih sebagaimana firman Allah SWT dalam ayat:
_"Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur."_ *(Saba': 13)*
Ayat (إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَكَفُورٌ) merupakan teguran bagi manusia supaya tidak bersikap kufur terhadap nikmat sekaligus menggugah dan merangsang kesadaran mereka untuk bersyukur dan tahu berterima kasih.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
