*AL-HAJJ (16)*
*JANJI ALLAH SWT UNTUK MEMBERIKAN PERTOLONGAN, KEMENANGAN, DAN SURGA BAGI ORANG-ORANG MUHAJIRIN YANG BERPERANG DEMI MEMBELA DIRI*
*Surah al-Hajj Ayat 58-60*
*Sebab Turunnya Ayat*
Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Jarir meriwayatkan dari Muqatil bahwa ayat ini turun berkaitan dengan sebuah detasemen yang dikirim oleh Rasulullah saw. kemudian mereka bertemu dengan orang-orang musyrik pada dua malam dari bulan Muharam. Orang-orang musyrik itu pun saling berkata kepada sesama mereka, "Perangilah para sahabat Muhammad itu. Ini adalah kesempatan untuk memerangi mereka karena sekarang adalah bulan Haram, sementara mereka mengharamkan peperangan pada bulan Haram.” Lalu para sahabat pun mencoba menyadarkan dan menegaskan kepada orang-orang musyrik itu, bahwa mereka (para sahabat) sama sekali tidak memiliki niat dan keinginan untuk memerangi mereka karena kaum Mukminin tidak menghalalkan perang pada bulan Haram. Namun, orang-orang musyrik tetap tidak mengindahkan apa yang disampaikan oleh para sahabat tersebut. Mereka tetap memerangi, menzalimi, dan menyerang Rasulullah saw. dan para sahabat. Lalu kaum Muslimin pun terpaksa melawan mereka hingga akhirnya kaum Muslimin berhasil menang dan mengalahkan mereka. Lalu turunlah ayat ini.
Mujahid juga meriwayatkan bahwa ayat ini turun berkaitan dengan beberapa kelompok orang yang pergi meninggalkan Mekah menuju Madinah untuk berhijrah. Lalu orang-orang musyrik pun mengejar mereka dan memerangi mereka.
Zahir ayat yang ada memberikan pengertian bahwa cakupan ayat ini bersifat umum.
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan keistimewaan dua golongan manusia, yaitu orang-orang yang berhijrah dan orang-orang yang berjuang membela diri.
Adapun orang-orang yang berhijrah, mereka adalah orang-orang yang meninggalkan kampung halaman, rumah dan harta benda mereka, meninggalkan Mekah menuju ke Madinah karena motif ingin menjalankan ketaatan kepada Allah SWT dan menggapai ridha-Nya. Bagi mereka karunia yang agung, pemberian yang melimpah, dan rezeki yang baik, yaitu surga dari Allah SWT baik mereka terbunuh di medan jihad maupun meninggal bukan di medan jihad. Hal ini diperkuat lagi dengan ayat: *(لَيُدْخِلَنَّهُم مُّدْخَلًا يَرْضَوْنَهُۥ)*
Allah SWT Maha Mengetahui niat, isi hati, dan maksud mereka, lagi Maha Penyantun dan Penyabar dengan tidak tergesa-gesa menghukum mereka.
Adapun orang yang gugur di jalan Allah SWT, baik ia orang yang berhijrah maupun bukan, ia adalah syahid. Mereka hidup di sisi Allah SWT dengan mendapatkan rezeki sebagaimana firman-Nya dalam ayat:
_"Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki,"_ *(Aali 'Imraan: 169)*
Adapun orang yang meninggal dunia di jalan Allah SWT baik ia adalah orang yang berhijrah maupun bukan, ayat ini secara implisit memberikan pengertian bahwa ia mendapatkan rezeki dan kebaikan yang agung dari Allah SWT.
Diriwayatkan dari Anas r.a., bahwa ia berkata, "Rasulullah saw. bersabda:
_"Orang yang terbunuh di jalan Allah SWT dan orang yang meninggal dunia di jalan Allah SWT tanpa terbunuh, mereka sama-sama mendapatkan pahala yang sama."_
Adapun orang-orang yang berjuang demi membela dan mempertahankan diri, sesungguhnya Allah SWT menjanjikan mereka pertolongan dan kemenangan di dunia karena orang-orang kafir berbuat zalim terhadap mereka. Sesungguhnya Allah SWT mengampuni dan menutupi dosa-dosa kaum Mukminin dan peperangan yang mereka lakukan pada bulan Haram.
Dalam ayat *(وَمَنْ عَاقَبَ بِمِثْلِ مَا عُوقِبَ بِهِۦ),* memulai tindakan kezaliman terhadap seseorang disebut dengan 'iqaab yang artinya menghukum dan membalas. Hal ini disebabkan keserupaan bentuk dan kesetimpalan perbuatan zalim dengan balasan atau hukumannya, seperti dalam ayat:
_"Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal,"_ *(asy-Syuuraa: 40)*
_"Oleh sebab itu barangsiapa menyerang kamu, maka seranglah dia setimpal dengan serangannya terhadap kamu."_ *(al-Baqarah: 194)*===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
