*AL-HAJJ (19)*
*BEBERAPA KEBATILAN ORANG-ORANG MUSYRIK DAN TANTANGAN KEPADA MEREKA UNTUK MENCIPTAXAN SEEKOR LALAT*
*Surah al-Hajj Ayat 71-76*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan beberapa hal seperti berikut:
1. Sesungguhnya para paganis penyembah berhala semisal kaum kafir Quraisy, mereka adalah orang-orang yang menyembah ilah-ilah selain Allah SWT tanpa memiliki landasan dalil naqli (literatur) maupun dalil 'aqli. Oleh karena itu, Allah SWT mengancam mereka dengan ayat *(وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ)*
2. Sesungguhnya telah mengakarnya kekufuran, pembangkangan, kesombongan dan keangkuhan dalam jiwa orang-orang kafir membuat mereka berada di puncak rasa marah, benci, dan geram ketika ada ayat-ayat Al-Qur'an dibacakan kepada mereka. Hampir-hampir mereka ingin langsung menyerang dan menyakiti orang yang membacakannya itu. Mereka ingin sekali menyakiti dengan tangan dan mulut mereka secara fisik dan nonfisik.
3. Allah SWT menginstruksikan kepada Rasul-Nya agar menghadapi dan menanggapi ancaman mereka itu dengan berkata: "Maukah kalian aku beri tahu tentang apa yang lebih buruk lebih keras, dan lebih tidak disukai dari ancaman dan gangguan yang kalian lancarkan kepada kaum Mukminin, dan lebih kalian benci dari Al-Qur'an yang kalian dengar itu? Yaitu neraka Jahannam dan adzabnya yang diancamkan oleh Allah SWT kepada orang-orang kafir kelak pada hari Kiamat. Seburuk-buruk tempat kembali dan tempat tinggal kalian adalah neraka.
Ini adalah ancaman atas sikap jahat mereka terhadap orang-orang yang membaca Al-Qur'an.
4. Allah SWT membuat sebuah perumpamaan dan gambaran tentang keadaan orang-orang kafir dan berhala-berhala mereka. Hujjah-hujjah Allah SWT dengan membuat perumpamaan dan ilustrasi lebih bisa mereka pahami. Padahal apa yang Allah SWT paparkan itu sejatinya bukanlah sebuah perumpamaan dan contoh dalam arti yang positif. Akan tetapi, sifat dan keadaan mereka sangat aneh dan mengherankan sehingga yang dipaparkan itu disebut sebagai perumpamaan dan contoh. Sebab itu, menyerupai sifat mereka dengan sebagian contoh dan perumpamaan, dalam hal sama-sama aneh dan mengundang keheranan.
Orang-orang kafir dengan tindakan mereka yang menyembah kepada selain Allah SWT berarti telah membuat padanan untuk Allah SWT Seakan-akan dalam ayat ini Allah SWT berfirman: _"Mereka membuat padanan untuk-Ku dalam penyembahan, maka dengarkanlah berita dan informasi tentang penyerupaan tersebut."_ Jadi, orang-orang kafir itu yang membuat perserupaan dan padanan.
Maknanya lainnya adalah sebagai berikut: wahai umat manusia, seperti inilah perumpamaan orang yang menyembah ilah-ilah yang tiada mampu menciptakan seekor lalat sekali pun. Jika ada lalat yang merampas sesuatu dari ilah-ilah itu, maka ilah-ilah itu tidak mampu menghalau dan merebutnya kembali. Berdasarkan penafsiran ini, berarti yang membuat perumpamaan dan contoh adalah Allah SWT.
Makna yang lebih tepat dan cermat adalah Allah SWT membuat apa yang disembah selain-Nya sebagai contoh. Dengan kata lain, Allah SWT menjelaskan contoh, gambaran kalian, dan sesembahan kalian. Jadi, contoh dan gambaran di sini mencakup yang menyembah dan yang disembah.
5. Contoh dan gambaran tersebut menjelaskan bahwa yang kalian sembah selain Allah SWT, seperti berhala-berhala yang dulu pernah terdapat di sekitar Ka'bah yang berjumlah tiga ratus enam puluh berhala dan patung, sekali-kali tidak akan mampu menciptakan seekor lalat sekali pun. Tidak akan pernah sedikit mampu membela diri dan mempertahankan diri di hadapan seekor lalatyang ingin mengambil sesuatu yang terdapat pada sesembahan-sesembahan itu, seperti wewangian dan za'faran yang biasa mereka lulurkan pada patung dan berhala-berhala mereka.
Sungguh lemah _ath-Thaalib_ (yang menuntut) yaitu ilah-ilah palsu tersebut dan _al-Mathluub_ (sesuatu yang dituntut) yaitu lalat yang ingin mengambil sesuatu dari ilah-ilah palsu tersebut.
Sungguh lemah si penyembah berhala dan berhala yang disembahnya. Jadi, berdasarkan pengertian ini, yang dimaksud dengan kata _ath-Thaalib_ (yang memohon) di sini adalah si penyembah berhala, sedangkan yang dimaksud dengan kata _al-Mathluub_ (yang dimintai permohonan) adalah berhala yang disembah tersebut. Ath-Thaalib adalah orang yang memohon dan mengharapkan kepada berhala dengan mendekatkan diri dan menyembah kepadanya. Sedangkan, al-Mathluub adalah berhala yang dimintai dan disembah.
6. Orang-orang musyrikt idak mengagungkan Allah SWT dengan sebenar-benar pengagungan sebagaimana mestinya. Mereka telah menjadikan berhala-berhala yang terlalu lemah dan tiada memiliki daya upaya sama sekali sebagai sekutu-sekutu bagi Allah SWT, Tuhan Yang Mahakuasa lagi Maha Mengalahkan, Mahakuat, Mahaperkasa lagi Mahadigdaya, Yang tiada terkalahkan dan tiada bisa ditentang. Memang siapakah yang berani-berani melawan dan adu kekuatan dengan-Nya?!
7. Allah SWT memiliki kebebasan mutlak dalam memilih di antara para malaikat untuk dijadikan sebagai perantara untuk menyampaikan wahyu kepada para nabi. Juga, dalam memilih siapa saja di antara manusia yang akan menjadi rasul-rasul-Nya untuk mengemban tugas menyampaikan risalah kepada umat manusia'
Yang dimaksud dengan ayat ini adalah bahwa sesungguhnya Allah SWT memilih Nabi Muhammad saw. untuk menyampaikan risalah dan pengutusan beliau bukan hal yang baru dan belum pernah ada sebelumnya.
Sesungguhnya Allah SWT Maha Mendengar segala ucapan dan perkataan para hamba dan Maha Mengetahui siapa yang Dia pilih di antara makhluk-Nya untuk mengemban risalah-Nya. Allah SWT juga Maha Mengetahui tentang segala yang telah mereka perbuat serta yang mereka tinggalkan dan tidak mereka lakukan. Hanya kepada Allah SWT tempat kembali segala urusan. Lalu Dia membalasi perbuatan hamba-hamba-Nya.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
