*AL-HAJJ (1)*
*PERINTAH BERTAKWA KEPADA ALLAH SWT*
*Al-Hajj Ayat 1-4*
*Sebab Turunnya Ayat*
*1. Ayat 1-2*
Diriwayatkan bahwa dua ayat ini turun pada malam hari pada kejadian Perang Bani Mushthalaq. Lalu Rasulullah saw. membacakan kedua ayat itu kepada orang-orang hingga tidak pernah ada orang-orang yang menangis luar biasa melebihi malam itu. Tidak ada satu orang pun kecuali ia menangis atau duduk dengan raut muka sedih dan termenung.
*2. Ayat 3*
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Abu Malik terkait ayat *(وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَـٰدِلُ فِى ٱللَّهِ)* ia berkata, "Ayat ini turun berkenaan dengan diri an-Nadhr bin Harits."
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah hal berikut ini.
*SURAH AL HAJJ*
*SURAH AL HAJJ*
*MADANIYYAH, TUJUH PULUH DELAPAN AYAT*
*PENAMAAN SURAH*
Surah ini dinamai surah al-Hajj karena di dalamnya terdapat ayat yang memproklamasikan kewajiban ibadah haji bagi manusia melalui lisan Nabi Ibrahim a.s. sebagaimana yang direkam dalam ayat:
_"Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji."_ *(al-Hajj: 27)*
Seusai membangun Baitul Atiiq. Lalu Nabi Ibrahim a.s. pun berseru, hingga suara seruannya sampai ke seluruh penjuru bumi, didengar oleh sperma yang masih ada dalam sulbi dan janin yang ada dalam rahim. Lalu mereka semua menjawab seruan itu dengan berkata *(لَبَّيكَ اللَّهُمَّ لبَّيْكَ).*
*AL-ANBIYA' (22)*
*NABI ADALAH RAHMAT YANG DIHADIAHKAN*
*Surah al-Anbiyaa’ Ayat 107-112*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Penutupan surah al-Anbiyaa' dengan ayat-ayat tersebut mengandung sejumlah bukti yang jelas serta hujjah yang nyata tentang kebenaran yang terang benderang.
1. Sesungguhnya Rasulullah saw. yang merupakan penutup para nabi yang risalah beliau dijadikan oleh Allah SWT sebagai mahkota bagi seluruh risalah para nabi terdahulu adalah rahmat bagi seluruh umat manusia. Barangsiapa beriman kepada beliau dan membenarkan dakwah beliau, ia adalah orang yang berbahagia. Sedangkan, bagi orang yang tidak beriman kepada beliau, di dunia ia selamat dari berbagai bentuk adzab yang pernah ditimpakan kepada umat-umat terdahulu seperti ditenggelamkan ke dalam bumi, ditenggelamkan oleh lautan, dan adzab pembasmian, sedangkan di akhirat ia menjadi orang yang merugi dengan kerugian yang nyata.
*AL-ANBIYA' (21)*
*KEADAAN ORANG-ORANG KAFIR DAN MUKMIN DI AKHIRAT, SERTA KONDISI LANGIT DI SANA*
*Surah al-Anbiyaa’ Ayat 98-106*
*Sebab Turunnya Ayat 101*
Al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata, "Tatkala turun ayat *(إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنتُمْ لَهَا وَٰرِدُونَ )* Ibnuz Ziba’ra berkomentar, ‘Kalau begitu, matahari, bulan, malaikat, dan Uzair juga berada di neraka bersama tuhan-tuhan kami karena mereka itu juga disembah.’ Lalu turunlah ayat 101 surah al-Anbiyaa’, dan turun juga ayat 57 dan 58 surah az-Zukhruf
_"Dan ketika putra Maryam ('Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (suku Quraisy) bersorak karenanya. Dan mereka berkata, 'Manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan kami atau dia ('Isa)?' Mereka tidak memberikan (perumpamaan itu) kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja; sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar."_ *(az-Zukhruf : 57-58)*
Halaman 6 dari 197