*SURAH AL HAJJ*
*SURAH AL HAJJ*
*MADANIYYAH, TUJUH PULUH DELAPAN AYAT*
*PENAMAAN SURAH*
Surah ini dinamai surah al-Hajj karena di dalamnya terdapat ayat yang memproklamasikan kewajiban ibadah haji bagi manusia melalui lisan Nabi Ibrahim a.s. sebagaimana yang direkam dalam ayat:
_"Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji."_ *(al-Hajj: 27)*
Seusai membangun Baitul Atiiq. Lalu Nabi Ibrahim a.s. pun berseru, hingga suara seruannya sampai ke seluruh penjuru bumi, didengar oleh sperma yang masih ada dalam sulbi dan janin yang ada dalam rahim. Lalu mereka semua menjawab seruan itu dengan berkata *(لَبَّيكَ اللَّهُمَّ لبَّيْكَ).*
*PERSESUAIAN SURAH INI DENGAN SURAH SEBELUMNYA*
Terdapat korelasi antara permulaan surah al-Hajj ini dengan penutup surah sebelumnya (surah al-Anbiyaa'). Allah SWT menutup surah al-Anbiyaa' dengan keterangan tentang dekatnya hari Kiamat dan gambaran tentang berbagai kengeriannya, _"Dan (apabila) janji yang benar (hari berbangkit) telah dekat, maka tiba-tiba mata orang-orang yqng kafir terbelalak."_ *(al-Anbiyaa': 97)*
Sedangkan surah al-Hajj ini dibuka dengan ayat _"Sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar. (Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (guncangan itu)"_ *(al-Hajj: 1-2)*
Dalam surah al-Anbiyaa', terdapat keterangan kisah lebih dari sepuluh nabi yang berkisar seputar misi yang mereka laksanakan seperti pengukuhan keesaan Allah SWT, pemberangusan kesyirikan, dan keimanan kepada _ba'ts._ Sedangkan, dalam surah al-Hajj terdapat pemaparan tentang penciptaan manusia berikut fase-fase yang dilaluinya serta penciptaan langit dan bumi, untuk dijadikan sebagai dalil tentang kuasa Allah SWT untuk menghidupkan kembali manusia, begitu pun dengan wujud Allah SWT dan keesaan-Nya.
Kemudian surah ini menggugah akal pikiran untuk melihat dan memerhatikan bagaimana keadaan penduduk negeri-negeri zalim yang dibinasakan Allah SWT karena sikap mereka yang mendustakan para rasul serta menjadikan semua itu sebagai pelajaran.
*KANDUNGAN SURAH*
Meskipun surah al-Hajj termasuk surah Madaniyyah yang isinya mencakup pembicaraan tentang kewajiban ibadah haji dan manasiknya serta pensyari'atan perang dan elemen-elemen kemenangan, namun surah ini juga membicarakan sejumlah hal yang mirip dengan tema-tema surah Makkiyyah seperti tema keimanan kepada Allah SWT dan keesaan-Nya, tentang ba'ts dan pemaparan dalil-dalil pembuktiannya, serta balasan atas amal-amal perbuatan.
Surah al-Hajj dibuka dengan sebuah pembicaraan yang menggetarkan perasaan, menebarkan kengerian, dan ketakutan terhadap berbagai kengerian hari Kiamat. Kemudian surah ini beralih kepada pembicaraan tentang dalil _ba'ts_ dan kedatangan hari Kiamat, gambaran yang terjadi pada hari Kiamat berupa masuknya orang-orang saleh ke _Darun Na'im_ (surga yang penuh dengan kesenangan dan kenikmatan), dijerumuskannya orang-orang kafir ke dalam neraka Jahannam, pemberitahuan tentang kerugian orang-orang munafik yang kacau dan inkonsisten tanpa memiliki sikap dan orientasi yang jelas.
Surah ini berlanjut kepada pembicaraan tentang kehormatan dan kesakralan al-Masjidil Haram, kewajiban haji dan manfaatnya, keharaman-keharaman ibadah haji dan syiar-syiarnya, manasik dan hewan-hewan sesembelihannya. Hal ini diiringi dengan pembicaraan yang meyakinkan tentang faktor pemberlakuan perang serta elemen-elemen kemenangan atas para musuh, pun disertai dengan pembicaraan yang menghibur hati Rasulullah saw., atas berbagai gangguan dan pendustaan yang dilancarkan kaum beliau.
Ada juga pembicaraan yang menggambarkan keadaan penduduk negeri-negeri yang zalim yang dibinasakan oleh Allah SWT, dijadikannya kesudahan yang baik bagi orang-orang yang bertakwa, mendefinisikan tugas dan misi Rasulullah saw.: memberi peringatan dan menyampaikan berita gembira.
Memberi peringatan kepada orang-orang yang mendustakan Al-Qur'an bahwa ada neraka yang menanti mereka, menyampaikan berita gembira berupa surga dan kesenangan yang menanti kepada orang-orang Mukmin yang beramal saleh, serta memperlihatkan seberapa besar karunia Allah SWT kepada kaum Muhajirin dan ganjaran yang diberikan kepada mereka.
Setelah itu, hikmah menghendaki untuk menyampaikan pembicaraan tentang dalil-dalil kuasa Ilahi seperti penciptaan malam dan siang, langit dan bumi, menghidupkan dan mematikan, pengetahuan yang total mencakup seluruh kandungan alam semesta, bahwa hisab dan pemberian putusan di antara manusia adalah mutlak otoritas Allah SWT.
Kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan tentang seberapa besar keiemuan orang-orang kafir terhadap ayat-ayat Allah SWT, tentang raut kemarahan dan kegeraman pada wajah mereka, tantangan Allah kepada mereka bahwa berhala dan yang sesembahan lainnya sama sekali tidak kuasa menciptakan seekor lalat pun apalagi menciptakan manusia.
Latar belakang munculnya kesyirikan disebabkan hati mereka kering dan kosong dari pengagungan kepada Allah SWT dengan pengagungan yang semestinya, padahal Allah SWT mengutus para rasul dari bangsa malaikat dan bangsa manusia untuk menyampaikan risalah _ilahiyyah_ dengan cara yang paling baik dan sempurna.
Lalu pembicaraan kembali lagi kepada topik tentang hukum-hukum syari'at berupa perintah kepada orang-orang Mukmin melaksanakan tiga kewajiban esensial: menegakkan shalat, menunaikan zakat, dan berjihad di jalan Allah SWT dengan sebenar-benarnya jihad. Hal itu diiringi dengan pemberian catatan tentang toleransi Islam bahwa agama adalah mudah dan tidak sulit. Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang Mukmin agar berpegang teguh pada agama Allah SWT Al-Qur'an, dan Islam. Hal ini juga diiringi dengan penjelasan bahwa Nabi Muhammad saw. menjadi saksi atas umat beliau kelak pada hari Kiamat. Umat beliau adalah saksi atas umat-umat sebelumnya dengan kesaksian bahwa para nabi mereka telah menyampaikan seruan dan syari'at Allah SWT kepada mereka. Itu adalah sebuah keistimewaan yang luhur bagi umat ini.
*KEUTAMAAN SURAH*
Al-Azizi menuturkan, "Surah al-Hajj termasuk surah yang menakjubkan. Surah al-Hajj turun pada waktu malam dan siang hari, pada saat di tengah perjalanan dan pada saat menetap, turun di Mekah dan Madinah, turun pada saat damai dan perang, isinya ada yang berbentuk ayat-ayat _muhkamah_ dan ada yang _mutasyabihat."_
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
