*AL-ANBIYA' (21)*
*KEADAAN ORANG-ORANG KAFIR DAN MUKMIN DI AKHIRAT, SERTA KONDISI LANGIT DI SANA*
*Surah al-Anbiyaa’ Ayat 98-106*
*Sebab Turunnya Ayat 101*
Al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata, "Tatkala turun ayat *(إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنتُمْ لَهَا وَٰرِدُونَ )* Ibnuz Ziba’ra berkomentar, ‘Kalau begitu, matahari, bulan, malaikat, dan Uzair juga berada di neraka bersama tuhan-tuhan kami karena mereka itu juga disembah.’ Lalu turunlah ayat 101 surah al-Anbiyaa’, dan turun juga ayat 57 dan 58 surah az-Zukhruf
_"Dan ketika putra Maryam ('Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (suku Quraisy) bersorak karenanya. Dan mereka berkata, 'Manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan kami atau dia ('Isa)?' Mereka tidak memberikan (perumpamaan itu) kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja; sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar."_ *(az-Zukhruf : 57-58)*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menjelaskan beberapa hal berikut.
Sesungguhnya orang-orang musyrik dan ilah-ilah palsu (berhala, patung, dan para setan) yang mereka sembah selain Allah SWT adalah bahan bakar neraka jahannam. Mereka semua memasuki neraka Jahannam secara bersamaan. Hal ini memperlihatkan betapa menyembah ilah-ilah palsu sama sekali tidak ada gunanya. Sekaligus bertujuan agar para penyembahnya semakin sedih dan menyesal, termasuk menjadikan mereka semakin benci kepadanya. Ayat ini sebagai bentuk cemoohan dan penghinaan terhadap penyembahan yang mereka lakukan, serta untuk menegakkan hujjah yang nyata dan tak terbantahkan tentang kuasa Allah SWT yang komprehensif meliputi segala sesuatu.
Ulama ushul fiqih menjadikan ayat sebagai landasan tentang keberadaan dalil yang bersifat umum, bahwa dalil yang bersifat umum memiliki bentuk-bentuk ungkapan atau kalimat khusus. Buktinya adalah adanya pengecualian atau dengan kata lain ada sesuatu yang dikecualikan dari cakupannya.
2. Yang menjadi dalil bahwa tuhan-tuhan palsu itu bukanlah llah. Seandainya berhala-berhala dan hal-hal yang semacamnya memang benar tuhan, tentu para penyembahnya tidak akan masuk neraka dan tentu mereka dan hal-hal yang mereka sembah tidak akan kekal di dalam neraka.
3. Kondisi psikologis orang-orang yang diadzab di dalam neraka sangat mengerikan dan memilukan. Mereka adalah orangorang kafir dan para setan. Mereka mengeluarkan suara rintihan yang sangat memilukan. Mereka tidak mendengar apa pun yang menyenangkan, tetapi sebaliknya, mereka hanya mendengar suara-suara yang membuat mereka pilu dan sedih. Itulah suara-suara malaikat Zabaniyah yang bertugas mengadzab mereka.
4. Sesungguhnya orang-orang yang layak mendapatkan kebahagiaan, bimbingan menuju ketaatan, dan berita gembira berupa pahala akan terjauhkan dari masuk neraka.
Keadaan mereka sangat menggembirakan karena mereka tidak mendengar suara gemuruh api, kobarannya, dan suara apinya ketika membakar tubuh. Mereka kekal dalam kenikmatan yang diinginkan jiwa dan enak dipandang mata, sebagaimana firman Allah SWT dalam ayat:
_"Di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta."_ *(Fushshilat: 31)*
Mereka tidak dibuat sedih oleh al-Faza' al-Akbar yang menimpa selain mereka. Al-Faza’ al-Akabr adalah berbagai kengerian hari Kiamat dan ba'ts. Para malaikat menyambut mereka di pintu-pintu surga dan mengucapkan selamat kepada mereka *(هَـٰذَا يَوْمُكُمُ ٱلَّذِى كُنتُمْ تُوعَدُونَ)* Betapa indahnya sambutan hangat yang penuh dengan nuansa keakraban dan kekeluargaan itu! Betapa penyambutan itu memberikan kedamaian dan kebahagiaan bagi jiwa!
Hal yang pasti dalam ayat *(يَوْمَ نَطْوِى ٱلسَّمَآءَ)* dan ayat-ayat yang memiliki semangat serupa adalah bahwa pada hari Kiamat nanti langit dan bumi berganti dengan langit dan bumi yang lain, sebagaimana firman Allah SWT dalam ayat
_"(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka (manusia) berkumpul (di padang Mahsyar) menghadap Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa."_ *(Ibraahiim: 48)*
6. Hal yang juga pasti adalah Allah SWT akan membangkitkan dan menggiring mereka dari dalam kubur dan mengembalikan mereka sebagai makhluk hidup baru, sebagaimana Allah SWT menciptakan mereka pada hari di mana mereka mulai diciptakan dalam rahim.
An-Nasa'i meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. dari Rasulullah saw., beliau bersabda.
_"Tada hari Kiamat, manusia digiring dalam keadaan telanjang dan belum terkhitan. Dan manusia yang pertama kali dikenai pakaian adalah Nabi Ibrahim a.s„ Lalu Rasulullah saw, membaca ayat "Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi)!”_ *(HR an-Nasa’i)*
Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata.
_"Rasulullah saw. berdiri menyampaikan nasihat di tengah-tengah kami, lalu beliau bersabda, 'Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian digiring untuk menghadap ke hadirat Allah SWT dalam keadaan telanjang kaki, telanjang dan belum terkhitan! Kemudian beliau membaca ayat 104 surah al-Anbiyaa, 'Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi! Beliau melanjutkan, 'Ketahuilah, sesungguhnya manusia yang pertama kali dikenai pakaian adalah Nabi Ibrahim a.s.,”_ *(HR Muslim)*
7. Hal yang telah ditetapkan secara pasti dalam kitab-kitab samawi adalah bahwa bumi surga di akhirat, begitu juga bumi di dunia — sebagaimana yang bisa dipahami dari kemutlakan ayat — diwariskan kepada para hamba Allah SWT yang saleh. Para hamba yang saleh dalam konteks akhirat adalah orang-orang Mukmin yang menjalankan ketaatan kepada Allah SWT Sedangkan, para hamba yang saleh dalam konteks dunia adalah orang yang memiliki kelayakan dan kompetensi untuk memakmurkan bumi dan memenuhi haknya.
8. Sesungguhnya di dalam Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, terdapat kemanfaatan dan kecukupan bagi para hamba yang menyembah kepada Allah SWT dengan menjalankan apa-apa yang disyari'atkan, dicintai, dan diridhai-Nya. Mereka lebih mengutamakan ketaatan kepada Allah SWT melebihi hal-hal yang lain.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
