*AL-HAJJ (9)*
*PENENTUAN TEMPAT YANG MENJADI LOKASI BAITUL HARAM DAN PERINTAH BERHAJI KE BAITUL HARAM*
*Surah al-Hajj Ayat 26-29*
*[Bagian 2/2]*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
6. Perintah yang terdapat pada ayat *(فَكُلُوا۟ مِنْهَا)* adalah perintah yang bersifat mem perbolehkan, seperti perintah pada ayat 2 surah al-Maa'idah
_"Apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu."_ *(al-Maa'idah: 2)*
Juga seperti perintah yang terdapat pada ayat 10 surah al-Jumu'ah
_"Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi."_ *(al-Jumu'ah: 10)*
*AL-HAJJ (8)*
*PENENTUAN TEMPAT YANG MENJADI LOKASI BAITUL HARAM DAN PERINTAH BERHAJI KE BAITUL HARAM*
*Surah al-Hajj Ayat 26-29*
*[Bagian 1/2]*
*Sebab Turunnya Ayat 27*
Ibnu Jarir meriwayatkan dari Mujahid, ia berkata, "Dahulu orang-orang yang pergi berhaji tidak menggunakan hewan tunggangan. Kemudian Allah SWT menurunkan ayat *(يَأْتُوكَ رِجَالًۭا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍۢ)* Mereka juga diperintahkan untuk membawa perbekalan dan menggunakan kendaraan, termasuk untuk berniaga.
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah hal seperti berikut.
1. Sesungguhnya pembangunan Ka'bah al-Musyarrafah atau Baitul Haram di tangan Nabi Ibrahim a.s. atas perintah dari Allah SWT memiliki dua misi dan tujuan.
*AL-HAJJ (7)*
*MENGHALANG-HALANGI ORANG DARI AL-MASJIDIL HARAM*
*Surah al-Hajj Ayat 25*
*Sebab Turunnya Ayat*
Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa ayat ini turun berkaitan dengan diri Abu Sufyan bin Harb dan rekan-rekannya ketika menghalangi Rasulullah saw. dan para sahabat pada kejadian Hudaibiyah saat memasuki Masjidil Haram. Waktu itu, Rasulullah saw. tidak ingin memerangi mereka, beliau sedang berihram untuk umrah. Lalu mereka mengadakan kesepakatan damai dengan Rasulullah saw. dan menyatakan bahwa beliau boleh kembali memasuki Mekah di tahun depan.
Menyangkut ayat *(وَمَن يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍۭ)* Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a..
_“Pada suatu kesempatan, Rasulullah saw. mengutus Abdullah bin Unais ditemani oleh dua orang; salah satunya dari kaum Muhajirin, sementara yang satu lagi berasal dari kaum Anshar. Mereka saling membangga-banggakan nasab hingga membuat Abdullah bin Unais marah, ia membunuh rekannya yang berasal dari kaum Anshar dan murtad serta melarikan diri ke Mekah. Kemudian turunlah ayat tersebut.”_ *(HR Ibnu Abbas)*
*AL-HAJJ (6)*
**BALASAN ORANG-ORANG KAFIR DAN ORANG-ORANG MUKMIN*
*Surah al-Hajj Ayat 19-24**
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Itu adalah gambaran orang-orang Mukmin dan kafir di akhirat. Orang-orang kafir dari kelima golongan di atas mendapatkan pakaian yang terbuat dari api yang menutupi seluruh tubuhnya. Mereka tertutup api neraka secara penuh. Kepala mereka disiram dengan air panas yang dididihkan dengan api neraka Jahannam. Air itu melelehkan isi perut dan lemak mereka serta memanggang kulit mereka karena kulit tidak bisa dicairkan. Mereka juga dipukuli dengan godam yang sangat berat yang terbuat dari besi.
Ketika mereka berusaha kabur dari neraka, para malaikat penjaga neraka langsung mengembalikan mereka ke dalam dengan menggunakan godam-godam besi, malaikat itu berkata *(وَذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلْحَرِيقِ)* atau rasakanlah adzab yang membakar itu.
Halaman 4 dari 197