Surah al-Hajj Ayat 8-14

*AL-HAJJ (3)*
 
*GAMBARAN TENTANG BERBAGAI KEADAAN MANUSIA; PERBANTAHAN SECARA BATIL, KEIMANAN YANG INKONSISTEN, DAN BALASAN BAGI ORANG-ORANG MUKMIN YANG SALEH*

*Surah al-Hajj Ayat 8-14*

*Sebab Turunnya Ayat*
*1. Ayat 8*

Ayat ini turun dilatarbelakangi oleh sikap Abu Jahal. Allah SWT memperingatkan bahwa ia akan mendapatkan kehinaan di dunia sehingga ia pun terbunuh pada Perang Badar.

Ada pula versi yang mengatakan bahwa ayat ini turun dilatarbelakangi oleh sikap an-Nadhr bin Harits yang juga terbunuh pada Perang Badar. Sebagian besar ulama tafsir memilih versi yang kedua ini, sama seperti ayat tiga di atas.

*2. Ayat 11*

Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata.

_“Ada seorang laki-laki datang ke Madinah, lalu ia masuk Islam. Kemudian jika istrinya melahirkan anak laki-laki dan kudanya juga beranak, maka ia berkata, Ini adalah agama yang baik! Namun jika istrinya tidak melahirkan anak lakilaki dan kudanya juga tidak beranak, maka ia berkata. Ini adalah agama yang jelek! Lalu Allah SWT pun menurunkan ayat 11 ini!'_ *(HR Bukhari)*

Ibnu Murdawaih meriwayatkan melalui jalur Athiyyah dari Ibnu Mas'ud r.a., ia berkata,

_“Ada seorang laki-laki Yahudi masuk Islam. Lalu ia tertimpa cobaan berupa kehilangan penglihatan (buta), harta dan anaknya. Lalu ia pun menganggap Islam sebagai pembawa kesialan dan berkata. Aku tidak mendapatkan suatu kebaikan apa pun dari agamaku ini. Aku kehilangan penglihatanku, hartaku pun lenyap dan anakku mati!" Lalu turunlah ayat 11 surah al-Hajj._ *(HR Ibnu Murdawaih)*

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah hal berikut:

l. Ada sejumlah ayat yang berulang kali turun menyangkut *an-Nadhr bin Harits.* Dalam perbantahannya seperti yang direkam dalam ayat 3 di atas, ia ingin menyangkal dan menolak adanya _ba'ts._ Sedangkan, dalam ayat ini (ayat 8), ia ingin menyangkal dan menolak kenabian dan turunnya Al-Qur'an dari sisi Allah SWT Ada keterangan yang menyebutkan bahwa ada sekian belas ayat yang turun berkaitan dengan diri *an-Nadhr bin Harits.* Diantara statemennya yaitu _malaikat adalah anak perempuan Allah SWT_ ini adalah salah satu bentuk perbantahan menyangkut Allah SWT.

Di sini, Allah SWT menggambarkannya sebagai orang yang berpaling dari Al-Qur'an dan kebenaran. Mereka membuang muka karena sombong. Ia membantah dan memalingkan orang lain dari agama Allah SWT.

Hukuman bagi mereka di dunia adalah kehinaan sehingga stigma jelek akan terus melekat padanya dan diingat oleh kaum Mukminin sepanjang masa hingga akhir zaman. Ia terbunuh pada Perang Badar dan di akhirat ia diliputi oleh api neraka Jahannam sebagai balasan yang setimpal atas kekufuran dan kedurhakaannya, dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan menganiaya siapa pun.

Di sini terkandung dalil bahwa Allah SWT tidak mengadzab anak-anak yang masih kecil karena kekafiran orang tua mereka. Jatuhnya hukuman disebabkan amal dan perbuatan manusia itu sendiri. Jika Allah SWT menghukum bukan karena amal perbuatannya, itu adalah murni kezaliman dan sama sekali bertentangan dengan nash.

2. Keimanan di dalam hati harus seperti gunung-gunung yang tertancap kukuh, tidak tergoyahkan sedikit pun oleh terjadinya suatu kemudharatan, atau pun oleh hilangnya kemanfaatan. Adapun orang-orang munafik yang memiliki tendensi materi dan menanti-nanti kemanfaatannya berupa harta atau _ghanimah,_ mereka tidak akan merasa puas, mereka jengkel dan sakit hati jika tertimpa kekurangan harta dan hasil pertanian yang sedikit, Mereka adalah orang-orang yang kehilangan dunia karena mereka tidak mendapatkan bagian dari _ghanimah_ dan tidak pula pujian. Mereka juga kehilangan akhirat karena mereka tidak akan mendapatkan pahala apa-apa di akhirat. Sebaliknya, mereka justru mendapatkan hukuman yang abadi karena kemurtadan dan sikap mereka yang kembali kepada kekufuran.

Mereka menyembah berhala yang tidak bisa memberikan kemanfaatan dan kemudharatan. Ia menyembah dan menyeru sesuatu yang kemudharatannya lebih dekat dari kemanfaatannya di akhirat. Akibat dari penyembahan sesuatu itu adalah masuk neraka, sementara ia tidak melihat suatu kemanfaatan pun dari yang ia sembah. Orang-orang kafir itu berkata:

_"Sungguh sesuatu yang kemudharatannya lebih dekat dari kemanfaatannya kata orang-orang Islam, sesuatu itu adalah ilah dan sesembahanku dan sesuatu itu adalah seburuk-buruk kawan dan sahabat karib"_

3. Allah SWT mengganjar siapa saja yang Dia kehendaki dan mengadzab siapa saja yang Dia kehendaki. Oleh karena itu, orang-orang Mukmin kelak akan mendapatkan surga berdasarkan janji-Nya yang pasti benar dan berkat karunia-Nya. Adapun orang-orang kafir bagi mereka neraka berdasarkan keadilan-Nya, bukannya bahwa perbuatan Tuhan diberi _'illat_ dengan perbuatan hamba.

4. Betapa menarik perbandingan antara keadaan orang-orang musyrik, orang-orang munafik dan orang-orang Mukmin di akhirat dalam ayat-ayat tersebut. Hanya orang yang berakal yang secara otomatis bergabung ke barisan keimanan supaya terbebas di alam akhirat. Sedangkan, orang bodoh, atau orang yang angkuh dan membangkang, atau orang yang bermain-main, mereka yang akan bertahan dalam keruhnya aqidah, kerusakan dan kotoran-kotorannya. Lalu ia akan menerima balasannya secara adil, dan tidak ada kezaliman dalam hisab.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login