*AL-ANBIYA' (20)*
*KESAMAAN RISALAH-RISALAH LANGIT DAN SUNNAH ILAHIYYAH*
*Surah al-Anbiyaa' Ayat 92-97*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan kesatuan risalah-risalah langit pada aspek prinsip. Ayat di atas juga menjelaskan bagaimana manusia berpecah belah dalam urusan agama, tentang kesatuan sunnah _ilahiyyah_ (ketentuan Allah) dalam hal pemberian pahala kepada orang Mukmin yang beramal saleh dan adzab bagi orang kafir yang berbuat jelek. Juga menegaskan tentang ba’ts dan pembalasan berikut berbagai kengerian dan kejadiankejadian dahsyat yang terjadi di dalamnya.
Adapun sebab kesatuan risalah-risalah langit adalah karena semua nabi membawa ajaran tauhid. Sudah semestinya manusia juga satu kata dalam hal mengesakan Allah. Beribadah itu hanya kepada-Nya semata. Adapun orang-orang musyrik, mereka telah berlawanan arah dengan para nabi.
*AL-ANBIYA' (19)*
*KISAH NABI ZAKARIYA A.S., NABI YAHYA A.S., BESERTA KISAH MARYAM A.S.*
*Surah al-Anbiyaa' Ayat 89-91*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Sesungguhnya di dalam kisah Zakariya a.s. dengan putranya, Yahya a.s., dan kisah Maryam dengan putranya, Isa a.s., terdapat ayat dan mukjizat luar biasa yang membuktikan kekuasaan Allah SWT yang absolut dan total meliputi segala sesuatu.
Adapun kisah Nabi Zakariya a.s., Allah SWT memuliakannya dan memberinya sebuah kehormatan dengan kelahiran seorang putra bernama Yahya a.s. setelah memanjatkan doa dan memohon dengan tulus dan sungguhsungguh, serta penuh etika dan kepasrahan kepada Allah SWT Hal itu terjadi ketika ia dan
istrinya berusia lanjut, ditambah istrinya juga mandul belum pernah melahirkan anak ketika masih muda.
*AL-ANBIYA' (18)*
*KISAH NABI YUNUS A.S.*
*Surah al-Anbiyaa' Ayat 87-88*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Keadaan para nabi penuh dengan keajaiban, keunikan, dan mukjizat dari-Nya. Tidak sama seperti keadaan manusia biasa. Kisah Nabi Yunus a.s. termasuk di antara keajaiban-keajaiban yang unik tersebut.
NabiYunus a.s. pergi dalam keadaan marah atas nama Allah SWT dan sudah semestinya seorang Mukmin marah atas nama-Nya jika Dia dimaksiati. Kemarahan Nabi Yunus a.s. pada masa itu menurut pendapat al-Qurthubi termasuk dosa kecil, dan Yunus a.s. tidak sedang marah kepada Allah SWT, tetapi ia marah atas nama Allah SWT, yakni saat adzab itu tidak jadi ditimpakan atas mereka.
*AL-ANBIYA' (17)*
*KISAH NABI ISMAIL A.S., NABI IDRIS A.S., DAN NABI ZULKIFLI A.S.*
*Surah al-Anbiyaa' Ayat 85-86*
وَإِسْمَـٰعِيلَ وَإِدْرِيسَ وَذَا ٱلْكِفْلِ ۖ كُلٌّۭ مِّنَ ٱلصَّـٰبِرِينَ ٨٥
_Dan (ingatlah kisah) Ismā`īl, Idrīs dan Żulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar._
وَأَدْخَلْنَـٰهُمْ فِى رَحْمَتِنَآ ۖ إِنَّهُم مِّنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ ٨٦
_Kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh._
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ketiga nabi tersebut Nabi Ismail a.s., Nabi Idris a.s., dan Nabi Zulkifli a.s. termasuk orang-orang yang sabar dalam menjalankan perintah Allah SWT menjalankan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan kepada-Nya. Allah SWT pun mengganjar mereka dengan keridhaan dan surga-Nya. Mereka adalah orang-orang yang sempurna kesalehan dan ketakwaannya, jauh dari kerusakan dengan berbagai bentuknya.
Halaman 7 dari 197