*AL-ANBIYA' (14)*
*KISAH NABI NUH A.S.*
*Surah al-Anbiyaa' Ayat 76-77*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Sesungguhnya di dalam adzab pemusnahan suatu umat atau kaum terdapat pelajaran dan nasihat yang agung. Lihatlah kaum Nabi Nuh a.s. yang begitu tekun menyembah berhala-berhala, bersikukuh di atas kekufuran, melakukan pembangkangan terhadap dakwah Nabi Nuh a.s. dan risalahnya. Allah SWT membinasakan mereka semua dengan banjir bandang yang menyapu semua kawasan dan dataran.
Penyebabnya adalah sikap mereka yang mendustakan dan ingin mencelakai Nabi mereka, meski ia telah bersabar selama hampir sepuluh abad (950 tahun), sebuah jangka waktu yang sangat panjang.
Kemenangan pun berada di pihak Nabi Nuh a.s.. Allah SWT menyelamatkan dirinya beserta orang-orang yang beriman kepadanya. Jumlah orang-orang yang beriman kepada Nabi Nuh a.s. hanya sedikit.
Kepunyaan Allah SWT segala urusan dan hikmah. Di Tangan-Nya kunci-kunci langit dan bumi berada. Tiada sesuatu pun yang bersumber dari-Nya, melainkan kebaikan dan keadilan. Allah SWT tak akan pernah menzalimi hamba-hamba-Nya sedikit pun. Seandainya Allah SWT mengetahui ada kebaikan pada mereka, niscaya Allah SWT tidak akan mengadzab dan membinasakan mereka. Di akhirat, mereka juga akan mendapatkan adzab neraka.
Para ulama muhaqiq berkonsensus - sebagaimana yang dituturkan oleh ar-Razi bahwa doa kejelekan Nuh a.s. atas kaumnya merupakan perintah Allah SWT Seandainya tidak demikian tentu hal tersebut terlalu berlebihan dan bisa menjadi sebab menurunnya reputasi para nabi.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
