Surah al-Anbiyaa' Ayat 71-73

*AL-ANBIYA' (12)*
 
*KISAH NABI IBRAHIM A.S.*

*NIKMAT LAIN KEPADA NABI IBRAHIM A.S., DISELAMATKANNYA IA BESERTA NABI LUTH A.S. KE TANAH YANG DIBERKAHI*

*Surah al-Anbiyaa' Ayat 71-73*
 
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat di atas menjelaskan nikmat-nikmat yang melimpah yang Allah SWT karuniakan kepada Nabi Ibrahim a.s. setelah diselamatkannya ia dari api. Nikmat-nikmat tersebut adalah berikut ini.

1. Selamat dari negeri kekufuran dan penyembah berhala menuju negeri keimanan dan tauhid. Hal ini diimplementasikan dalam bentuk hijrahnya Nabi Ibrahim al-Khalil a.s. bersama keponakannya yang bernama Luth a.s. dari negeri Irak ke negeri Syam yang diberkahi karena banyak para nabi diturunkan di sana serta kekayaan agrikultural yang melimpah. Syam merupakan "tambang" para nabi, negeri yang sangat subur melimpah buah-buahan, memiliki sungai-sungai yang berair segar dan jernih.

2. Dikaruniai keturunan yang saleh. Allah SWT mengaruniai Nabi Ibrahim a.s. seorang putra bernama Ishaq a.s. sebagai jawaban atas doanya, dan memberinya keturunan dari Ishaq bernama Ya'qub a.s. sebagai tambahan _(naafilah)_ di luar apa yang ia minta. 

3. Allah SWT menjadikan masing-masing dari Nabi Ibrahim a.s. dan kedua keturunannya, yaitu Ishaq a.s. dan Ya'qub a.s. sebagai orang yang saleh dan taat kepada-Nya. Dalam hal ini, al-Baidhawi berpendapat untuk menambahkan yang keempat yaitu Nabi Luth a.s..

Al-Qurthubi mengatakan bahwa dijadikannya mereka orang-orang yang saleh yaitu dengan menciptakan kesalehan, ketaatan serta kemampuan untuk taat. Segala yang diusahakan seorang hamba merupakan ciptaan Allah SWT.

4. Menjadikan mereka para pemimpin yang menjadi panutan dalam kebaikan dan ketaatan. Mereka beramal berdasarkan perintah Allah SWT dan apa yang Dia turunkan berupa wahyu, perintah, dan larangan. Mereka menunjukkan manusia kepada agama Allah SWT yang benar berdasarkan perintah-Nya, serta menyeru umatnya kepada ajaran tauhid.

5. Mewahyukan kepada mereka untuk mengerjakan amal-amal ketaatan.

6. Memerintahkan mereka untuk menegakkan shalat fardhu, ibadah fisik yang paling mulia.

7. Mewahyukan mereka juga untuk menunaikan zakat wajib, ibadah harta yang paling mulia. Mereka adalah orang-orang yang mendedikasikan diri secara total untuk _berubuudiyyah_ dan menaati perintah-perintah Allah SWT Seakan-akan ketika Allah SWT menjalankan peran _rubuubiyyah_-Nya dengan berbuat baik dan memberi nikmat kepada mereka, pada waktu yang sama mereka juga menjalankan peran _ubuudiyyah_ (kehambaan), yaitu mendedikasikan diri secara total untuk taat dan beribadah kepada-Nya.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login