Surah al-Anbiyaa' Ayat 42-47

*AL-ANBIYA' (7)*
 
*PENJAGAAN DAN PEMELIHARAAN ALLAH SWT KEPADA MANUSIA DAN KEADILAN PROSES HISAB*

*Surah al-Anbiyaa' Ayat 42-47*

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal berikut:

1. Termasuk karunia dan rahmat Allah SWT adalah penjagaan dan perlindungan-Nya kepada manusia dari adzab-Nya pada malam di kala tidur, dan siang saat beraktivitas. Akan tetapi manusia lupa dan lalai terhadap nasihat-nasihat Al-Qur'an dan nasihat Tuhan mereka.

2. Sesungguhnya ilah-ilah palsu disangkakan orang-orang kafir bisa menolong mereka sama sekali tak kuasa menolong diri mereka sendiri lalu bagaimana mungkin mereka bisa menolong para penyembahnya?! Bagaimana mereka bisa terpelihara dan terlindungi dari adzab Allah SWT?!

3. Bergelimangnya kenikmatan dunia oleh penduduk Mekah dan yang sejenis serta asumsi mereka bahwa nikmat tersebut tidak akan hilang adalah sebab keteperdayaan dan keberpalingan mereka dari memerhatikan hujjah-hujjah Allah SWT Semestinya mereka memerhatikan kemenangan-kemenangan beruntun dan keberhasilan Nabi Muhammad saw. mengalahkan mereka, Allah SWT menjadikan beliau dapat menaklukkan negeri-negeri yang berada di sekitar Mekah satu per satu.

4. Sesungguhnya tugas Nabi Muhammad saw. adalah memperingatkan orang-orang kafir dengan Al-Qur'an yang diwahyukan Allah SWT kepada beliau. Al-Qur'an tidak berasal dari diri beliau dan tidak pula dibuat oleh beliau. Jika mereka tidak juga mau mengambil manfaat dari peringatan yang mereka dengar; berarti mereka sama saja seperti orang tuli yang tidak bisa mendengar sama sekali.

Keadaan mereka akan berubah jika mereka tertimpa sedikit sekali adzab Allah SWT Ketika itu, mereka baru mendengar, meminta maaf dan mengakui kesalahan mereka. Saat semua sudah tidak berguna bagi mereka. Mereka mengakui perbuatan zalim dan kekafiran mereka saat pengakuan itu sudah tidak berguna lagi.

5. Tidak ada keadilan yang lebih cermat, akurat, dan tepat yang melebihi keadilan Allah SWT Karena neraca Allah SWT untuk penduduk hari Kiamat berada di puncak keadilan, tidak akan dikurangi kebaikan seseorang sedikit pun dan tidak pula ditambahi kejelekannya walau amal atau sesuatu yang dipersembahkan seukuran biji sawi sekali pun. Cukuplah Allah SWT sebagai Pemberi balasan atas kebaikan atau kejelekan manusia dan cukuplah Allah SWT sebagai Pembuat perhitungan Yang Adil terhadap amal-amal perbuatan para hamba, dan tiada seorang pun yang lebih cepat hisabnya daripada Allah SWT Maksud dari semua ini adalah untuk memberi peringatan.

Yang dimaksudkan dari kalimat (حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ) adalah ungkapan hiperbolik yang menegaskan seberapa besar dan kecil perbuatan seseorang tidak akan hilang di sisi Allah SWT.

6. Keterangan yang terdapat dalam berbagai riwayat dan menjadi pendapat banyak ulama bahwa setiap mukallaf memiliki neraca yang digunakan untuk menimbang amal-amal perbuatannya dengan cara amal-amal baik diletakkan di salah satu daun timbangan dan amal-amal jelek diletakkan di daun timbangan yang lainnya.

Hudzaifah r.a. berkata, "Penanggung jawab neraca pada hari Kiamat adalah Malaikat Jibril a.s."

Disebutkan dari Mujahid, Qatadah dan adh-Dhahhaq, bahwa penyebutan neraca di sini hanya untuk perumpamaan saja. Di sana tidak ada yang namanya neraca dalam arti yang sesungguhnya, tetapi yang dimaksudkan adalah keadilan.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login