*AL-ANBIYA' (8)*
*KISAH NABI MUSA A.S.*
*KOMPARASI KARAKTERISTIK TAURAT DAN AL-QUR'AN*
*Surah al-Anbiyaa' Ayat 48-5O*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Pembicaraan dalam kisah Nabi Musa a.s. dan Nabi Harun a.s. ini hanya terbatas pada Kitab Taurat saja, dengan maksud memasangkan pembicaraan tentang kitab Taurat dengan Al-Qur'an.
Dari ayat-ayat tersebut dapat diketahui dengan jelas bahwa Kitab Taurat adalah al-Furqaan (yang memisahkan antara yang hak dan yang batil, antara yang halal dan yang haram, antara kesesatan dan petunjuk). Kitab Taurat juga pelita yang digunakan sebagai penerang dalam menyusuri jalan hidayah dan keselamatan. Hal ini seperti firman Allah SWT dalam ayat lain:
_"Sungguh, Kami yang menurunkan Kitab Taurat; di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya."_ *(al-Maa'idah: 44)*
Kitab Taurat sekaligus merupakan nasihat dan pengingat bagi orang-orang yang bertakwa.
Kriteria-kriteria tersebut juga menjadi kriteria Al-Qur'an, sebagaimana dalam beberapa ayat yang lain.
_"Dan menurunkan Taurat dan Injil, sebelumnya, sebagai petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al-Furqaan."_ *(Aali 'Imraan: 3-4)*
_"Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia)"_ *(al-Furqaan: 1)*
_"Sungguh, telah datang kepadomu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menjelaskan."_ *(al-Maa'idah: 15)*
_"Dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an)."_ *(al-Araaf: 157)*
_"Dan Kami turunkan az-zikr (Al'Qur'an) kepadamu, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereke."_ *(an-Nahl: 44)*
_"Dan sungguh, Al-Qur'an itu benar-benar suatu peringatan bagimu dan bagi kaummu, dan kelak kamu akan diminta pertanggungjawaban."_ *(az-Zukhruf: 44)*
Sedangkan di sini, Allah SWT berfirman: *(وَهَٰذَا ذِكْرٌ مُّبَارَكٌ)*
Jika bangsa Arab melihat bagaimana bangsa Yahudi memegang teguh al-Furqaan Nabi Musa a.s., tentu mereka lebih layak untuk memegang teguh kitab suci mereka, yaitu al-Furqaan Nabi Muhammad saw..
Adapun sifat orang-orang yang bertakwa selalu sama dari dahulu sampai sekarang. Allah SWT menyebutkan dua diantaranya. _Pertama,_ takut kepada Allah SWT dalam kesendirian dan keramaian. _Kedua,_ takut terhadap kengerian hari Kiamat serta semua yang berlangsung di dalamnya seperti hisab dan pertanggungjawaban amal perbuatan sebelum tobat.
Ayat-ayat di atas ditutup dengan pernyataan yang menjadi inti dari ini semua, yaitu ungkapan keheranan atas sikap bangsa Arab yang masih saja mengingkari Al-Qur'an. Padahal, Al-Qur'an benar-benar firman Allah SWT dengan bukti (mukjizat) tak ada yang mampu membuat yang semisal dengannya (Al-Qur'an). Bahwa Al-Qur'an tidak mengandung kebatilan baik dari depan maupun belakang, yang diturunkan dari Allah Yang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
