*AL-ANBIYA' (1)*
*KELALAIAN MANUSIA ATAS HISAB DAN INDIKASINYA*
*Surah al-Anbiyaa' Ayat 1-6*
*Sebab Turunnya Ayat 6:*
Ibnu Jarir meriwayatkan dari Qatadah, ia berkata, "Penduduk Mekah berkata kepada Nabi Muhammad saw., 'Jika apa yang kamu katakan itu memang benar dan kamu ingin kami beriman, ubahlah Bukit Shafa menjadi emas.’ Lalu Malaikat Jibril a.s. datang menemui Rasulullah saw. dan berkata, 'Terserah engkau Muhammad. Jika kamu mau, apa yang diminta oleh kaummu akan terpenuhi. Jika mereka te¬ tap tidak beriman, mereka tidak akan lagi diberi penangguhan. Atau jika kamu mau, biarkan saja mereka dan beri mereka kesempatan.’ Beliau pun menjawab, 'Aku ingin membiarkan dan memberi mereka kesempatan.”’ Lalu Allah SWT menurunkan ayat keenam ini.
*SURAH AL-ANBIYA'*
*SURAH AL-ANBIYAA'*
*MAKKIYYAH, SERATUS DUA BELAS AYAT*
*PENAMAAN SURAH*
Surah ini dinamai surah al-Anbiyaa' karena mengandung pembahasan tentang jihad (perjuangan) para nabi yang diutus dalam menghadapi kaum mereka yang paganis, mulai dari kisah bapak para nabi; yakni Nabi Ibrahim a.s. yang kisahnya dipaparkan secara panjang lebar dalam surah ini. Kemudian kisah Nabi Ishaq a.s., Nabi Ya'qub a.s., Nabi Luth a.s., Nabi Nuh a.s., Nabi Dawud a.s., Nabi Sulaiman a.s., Nabi Ayyub a.s., Nabi Isma'il a.s., Nabi Idris a.s., Nabi Zulkifli a.s., Nabi Dzun Nun; yaitu Nabi Yunus a.s., Nabi Zakariya a.s., dan Nabi Isa a.s. hingga pamungkas para nabi; yaitu Nabi Muhammad saw.
Singkat kata, kisah tersebut menggambarkan betapa dahsyat kesulitan dan rintangan yang harus mereka (para nabi) hadapi, kemudian mereka tabah dan rela berkorban di jalan Allah SWT demi kebahagiaan umat manusia.
*THAAHAA (19)*
*PERMINTAAN ORANG-ORANG MUSYRIK AGAR DIDATANGKAN MUKJIZAT ATAU DIUTUSNYA RASUL, DAN ANCAMAN TERHADAP MEREKA BERUPA MASA DEPAN YANG BURUK*
*Surah Thaahaa Ayat 133-135*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas mengarahkan kepada beberapa hal berikut.
1. Banyaknya usulan orang-orang kafir Mekah agar Muhammad mendatangkan kepada mereka sebuah bukti yang benarbenar nyata yang menunjukkan mereka kepada keimanan atau sebuah tanda yang tampak jelas oleh indra, seperti unta Nabi Shalih atau tongkat Nabi Musa, atau ayat-ayat dan bukti-bukti lain yang dibawa oleh para nabi sebelum beliau.
2. Bantahan Al-Qur'an yang tegas terhadap mereka yaitu bahwa Al-Qur'an lebih dari cukup sebagai mukjizat yang abadi. Al-Qur'an bahkan menjadi pemimpin bagi kitab-kitab samawi sebelumnya yang mengungkapkan semua aqidah, hikmah, hukum dan adab yang ada di dalamnya. Bahkan kitab-kitab samawi tersebut mengandung tanda-tanda yang menunjukkan kenabian Muhammad saw., yaitu berita gembira atau bisyaarah tentang kenabian beliau di dalam kitab-kitab tersebut.
*THAAHAA (18)*
*MENGAMBIL PELAJARAN DARI KEHANCURAN UMAT-UMAT TERDAHULU, BERSABAR TERHADAP GANGGUAN ORANG-ORANG MUSYRIK, TIDAK MELIHAT KENIKMATAN DUNIA YANG MEREKA MILIKI DAN MEMERINTAHKAN KELUARGA UNTUK MELAKUKAN SHALAT*
*Surah Thaahaa Ayat 128-132*
*Sebab Turunnya Ayat 131*
Turun ayat *(...وَلَا تَمُدَّنَّ)* ketika seorang Yahudi ingin menguasai gandum Nabi saw, kecuali dengan digadai, maka Nabi saw. berkata, "Sesungguhnya, saya adalah orang yang tepercaya di langit dan di bumi." Maka turunglah ayat tersebut.
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas memberi petunjuk kepada kita kepada hal-hal berikut.
1. Allah SWT menasihati orang-orang kafir agar mengambil pelajaran dari kondisi umat-umat terdahulu yang telah Dia binasakan karena mendustakan para rasul. Karena bisa saja orang-orang kafir tersebut akan tertimpa adzab, seperti yang terjadi pada orang-orang kafir dari umat-umat terdahulu.
2. Seandainya, bukan karena ketetapan Allah sejak azali bahwa adzab bagi umat Muhammad saw. ditangguhkan hingga hari Kiamat, tentu adzab akan langsung menimpa orang kafir dan orang yang berpaling dari ayat-ayat Allah SWT, tanpa ditunda hingga hari Kiamat kelak.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 83 dari 294