*AL-ANBIYA' (9)*
*KISAH NABI IBRAHIM A.S.*
*PENGINGKARAN TERHADAP PENYEMBAHAN BERHALA DAN SERUAN KEPADA TAUHID*
*Surah al-Anbiyaa' Ayat 51-58*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Dari ayat-ayat di atas, bisa diambil sejumlah kesimpulan berikut:
1. Tidak akan datang kenabian, kecuali melalui proses penyiapan, pengasahan, penggemblengan serta telah terpenuhinya syarat-syarat yang membuatnya kompeten mengemban tugas ini. Perhatikanlah Nabi Ibrahim a.s.. Bagaimana Allah SWT memberinya taufik untuk menemukan hidayah melalui ayat-ayat kauniyyah (kosmis) sebagai dalil akan keesaan Allah SWT sebelum menjadi nabi (menurut pendapat yang raajih), atau sebelum Nabi Musa a.s. dan Nabi Harun a.s. menurut pendapat yang lain. Allah SWT mengetahui bahwa dirinya memang kompeten untuk diberi petunjuk dan layak untuk mengemban kenabian.
*AL-ANBIYA' (8)*
*KISAH NABI MUSA A.S.*
*KOMPARASI KARAKTERISTIK TAURAT DAN AL-QUR'AN*
*Surah al-Anbiyaa' Ayat 48-5O*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Pembicaraan dalam kisah Nabi Musa a.s. dan Nabi Harun a.s. ini hanya terbatas pada Kitab Taurat saja, dengan maksud memasangkan pembicaraan tentang kitab Taurat dengan Al-Qur'an.
Dari ayat-ayat tersebut dapat diketahui dengan jelas bahwa Kitab Taurat adalah al-Furqaan (yang memisahkan antara yang hak dan yang batil, antara yang halal dan yang haram, antara kesesatan dan petunjuk). Kitab Taurat juga pelita yang digunakan sebagai penerang dalam menyusuri jalan hidayah dan keselamatan. Hal ini seperti firman Allah SWT dalam ayat lain:
*AL-ANBIYA' (7)*
*PENJAGAAN DAN PEMELIHARAAN ALLAH SWT KEPADA MANUSIA DAN KEADILAN PROSES HISAB*
*Surah al-Anbiyaa' Ayat 42-47*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal berikut:
1. Termasuk karunia dan rahmat Allah SWT adalah penjagaan dan perlindungan-Nya kepada manusia dari adzab-Nya pada malam di kala tidur, dan siang saat beraktivitas. Akan tetapi manusia lupa dan lalai terhadap nasihat-nasihat Al-Qur'an dan nasihat Tuhan mereka.
2. Sesungguhnya ilah-ilah palsu disangkakan orang-orang kafir bisa menolong mereka sama sekali tak kuasa menolong diri mereka sendiri lalu bagaimana mungkin mereka bisa menolong para penyembahnya?! Bagaimana mereka bisa terpelihara dan terlindungi dari adzab Allah SWT?!
*AL-ANBIYA' (6)*
*KEMATIAN SELURUH MAKHLUK DAN DATANGNYA HARI KIAMAT ATAU ADZAB NERAKA SECARA TIBA-TIBA*
*Surah al-Anbiyaa’ Ayat 34-41*
*SEBAB TURUNNYA AYAT*
*Ayat 34*
Ayat ini turun tatkala orang-orang kafir berkata, "Sesungguhnya Muhammad akan mati," seraya berucap seperti yang direkam dalam ayat,
_"Yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya."_ *(ath-Thuur: 30)*
Ibnul Mundzir meriwayatkan dari Abu Juraij, ia berkata, "Nabi Muhammad saw. dikabari tentang kematian beliau, lalu beliau berkata, "Ya Rabbi, jika aku mati, siapakah yang akan mengurusi umatku?" Lalu turunlah ayat 34 surah al-Anbiyaa' tersebut.
Inspirasi Qur'ani
Halaman 81 dari 294