Surah al-Anbiyaa’ Ayat 11-20

*AL-ANBIYA' (3)*
 
*PERINGATAN TENTANG ADZAB PEMUSNAHAN DAN KEAJAIBAN CIPTAAN-NYA*

*Surah al-Anbiyaa’ Ayat 11-20*

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat di atas menjelaskan beberapa hal seperti berikut.

1. Peringatan yang sangat keras dan tegas kepada orang-orang kafir dan para pembangkang yang mengingkari kenabian. Allah SWT menjelaskan nasib penduduk negeri-negeri yang zalim dan kafir yang dibinasakan beserta para penduduknya yang disebabkan oleh kezaliman mereka. Definisi kezaliman adalah meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya. Orang-orang itu meletakkan kekafiran di tempat keimanan.

2. Ketika kedatangan adzab semakin dekat, saat itu terjadilah kebingungan dan kekacauan serta usaha-usaha melarikan diri meninggalkan negeri. Para penduduk negeri itu berlarian dengan sekuat tenaga. Kata *(تَرْكُضُوا۟)* artinya berlari dengan hentakan-hentakan kaki yang keras.

Lalu para malaikat memanggil mereka dengan nada mengejek, "Jangan kalian lari. Kembalilah kepada kenikmatan hidup yang telah menyebabkan kalian lupa diri agar kalian ditanya tentang sesuatu dari dunia kalian."

Ketika malaikat berkata kepada mereka 'janganlah kalian lari," dan memanggil-manggil, "Pembalasan para nabi!" Sementara mereka tidak melihat seorang pun yang berbicara kepada mereka. Ketika itu mereka menyadari bahwa Allah SWT-lah Yang telah menjadikan musuh menguasai mereka disebabkan mereka membunuh nabi yang diutus kepada mereka. Mereka lalu berkata, "Duh, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berbuat zalim." Ini adalah pengakuan bahwa mereka telah berbuat zalim, mereka mengaku pada saat pengakuan sudah tidak berguna lagi.

Mereka terus mengucapkan, "Duh, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim," sampai mereka menjadi jejak dan jasad-jasad mati yang tak bergerak. Mereka telah dimusnahkan, ibarat tanaman yang dibabat dengan sabit untuk dituai. Mereka berubah menjadi jasad-jasad mati.

3. Ketika Allah SWT menjelaskan pembinasaan penduduk negeri karena sikap mereka yang ingkar, hal ini diikuti dengan penyebutan sebuah pernyataan yang mengatakan Allah SWT melakukan hal itu sebagai bentuk keadilan dari-Nya dan balasan yang setimpal atas perbuatan mereka. Pernyataan itu adalah penciptaan langit dan bumi dengan adil dan tujuan yang benar.

_"Tidaklah Kami ciptakan keduanya melainkan dengan hak (benar)."_ *(ad-Dukhaan: 39)*

Allah SWT menciptakan langit dan bumi untuk faedah-faedah keagaaman dan keduniawian. Adapun faedah-faedah keagamaan di antaranya supaya orang-orang memerhatikan dan merenungkannya, sebagaimana firman Allah SWT dalam ayat,

_"Dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.”_ *(Aali 'Imraan: 191)*

Adapun faedah-faedah keduniawian berkaitan dengan manfaat penciptaan langit dan bumi yang tak terhingga.

Penciptaan langit dan bumi merupakan hak tanpa ada unsur main-main di dalamnya, demikian pula mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Muhammad saw. adalah hak tanpa ada sedikit pun unsur mainmain di dalamnya. Mukjizat-mukjizat itu menegaskan tentang kebenaran kenabian beliau sekaligus mementahkan pandangan orang-orang yang mengingkarinya.

4. Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi adalah penegasan bahwa langit dan bumi memiliki Pencipta Yang Kuasa dan harus dipatuhi perintah-Nya. Dia memberikan balasan kepada orang yang berbuat jelek dan yang berbuat baik. Penciptaan langit dan bumi bukan untuk saling menzalimi, bukan untuk mengafirkan sebagian yang lain, bukan pula untuk membuat sebagian manusia melanggar perintah-Nya, kemudian mereka mati dan tidak ada balasan apa-apa bagi mereka. Sebab yang seperti itu adalah bentuk main-main itu sendiri.

5. Mahatinggi dan Mahasuci Allah SWT dari mengambil istri dan anak karena itu adalah bagian dari al-Lahw (permainan hiburan). Seandainya Allah SWT berkehendak, tentulah Dia mengambilnya dari sisi-Nya sendiri bukan dari sisi manusia.

Ini adalah sanggahan yang tegas terhadap orang yang mengatakan al-Masih atau Uzair adalah putra Tuhan, dan berhala atau malaikat adalah anak perempuan Tuhan.

6. Allah SWT memaparkan yang haq dan menjelaskan manhajnya untuk meruntuhkan yang batil dengan segenap aksesorisnya. Yang haq di sini adalah Al-Qur’an, sedangkan yang batil adalah setan, kebohongan orang-orang kafir dan sikap mereka yang menyematkan Allah SWT dengan sifat yang tak seharusnya seperti perkataan bahwa Dia memiliki anak dan lainnya.

Kecelakaan (adzab di akhirat) bagi orang-orang kafir disebabkan sikap mereka yang menyematkan Allah dengan sesuatu yang tidak boleh disematkan kepada-Nya, yaitu pernyataan bahwa Allah SWT memiliki anak.

7. Jika semua makhluk yang ada di langit dan bumi adalah makhluk ciptaan dan kepunyaan Allah SWT, bagaimana bisa sesuatu yang merupakan hamba dan ciptaan-Nya disekutukan dengan-Nya?

Adapun malaikat yang disebut-sebut sebagai anak perempuan Allah, sekali-kali mereka tidak pernah bersikap angkuh untuk beribadah serta tunduk patuh kepada-Nya. Mereka tidak pernah lelah, letih, dan bosan untuk beribadah dan patuh kepada Allah SWT Mereka senantiasa mengerjakan shalat, berdzikir, dan ber¬ tasbih tanpa pernah sedikit pun kendur dan jemu. Mereka melakukan dzikir dan tasbih seperti halnya mereka bernapas.

Ka'b ditanya tentang dzikir dan tasbihnya para malaikat, "Tidakkah mereka memiliki suatu kesibukan lain yang menyibukkan mereka dari bertasbih, tidakkah ada sesuatu yang menyibukkan mereka dari bertasbih?" Ka'b pun berkata, "Wahai putra pamanku, apakah ada sesuatu yang menyibukkan dirimu dari bernapas? Sesungguhnya tasbih bagi malaikat ibarat bernapas.”

Ada sebagian ulama yang menggunakan ayat ini sebagai dalil bahwa malaikat lebih utama daripada Bani Adam.

Dalil ini menunjukkan bahwa Allah SWT tidak butuh ketaatan orang-orang kafir karena Dia adalah Pemilik seluruh makhluk. Sesungguhnya faedah ketaatan kembali kepada diri orang itu sendiri. Oleh sebab itu, sudah sepatutnya mereka menaati dan menyembah-Nya. Bahkan, menjadi kewajiban bagi mereka untuk taat dan tunduk patuh kepada hukumNya karena seluruh makhluk mukallaf di langit dan bumi adalah para hamba-Nya. Dia-lah Yang menciptakan mereka dan Yang memberi nikmat dengan keragaman nikmat yang tiada terhingga.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login