AL-MA'IDAH (12)
AL-MAA'IDAH: 35-37
TAKWA DAN JIHAD ADALAH ASAS KEBERUNTUNGAN DI AKHIRAT, DUNIA SELURUHNYA TIDAK AKAN BISA MENJADI TEBUSAN BAGI ORANG-ORANG KAFIR
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas mengisyaratkan bahwa manusia ada dua kategori atau kelompok. *Pertama*, kategori orang-orang Mukmin yang taat. Mereka adalah orang-orang yang beruntung dan selamat di dunia dan akhirat. *Kedua*, kategori orang-orang kafir yang mengingkari uluuhiyyah, rubuubiyyah dan keesaan Allah SWT., serta mendustakan dan tidak memercayai rasul-rasul-Nya. Mereka adalah orang-orang yang merugi dalam arti yang sesungguhnya di dunia dan akhirat dan mereka tinggal selamalamanya dalam neraka Jahannam.
AL-MA'IDAH (11)
AL-MAA'IDAH: 33-34
HUKUMAN _HADD AL-HIRAABAH_ ATAU HUKUM _QUTHTHAA’UTH THARIIQ_ (PELAKU TINDAK KRIMINAL _QATH’UTH THARIIQ_)
SEBAB TURUNNYA AYAT
Ayat ini turun berkenaan dengan _quththaa'uth thariiq_ (para pelaku kriminal _qath'uth thariiq_), bukan menyangkut orang-orang musyrik dan bukan pula orang-orang murtad. Masing-masing dari orang musyrik dan orang murtad, jika bertobat, pertobatannya diterima, baik apakah pertobatannya dilakukan sebelum ia dikuasai maupun sesudahnya. Adapun pelaku kriminal _qath’uth thariiq_, hukuman hadd gugur dari dirinya jika ia bertobat sebelum ia dikuasai (ditangkap). Namun jika pertobatannya setelah ia dikuasai, hukuman hadd tidak bisa gugur dari dirinya.
AL-MA'IDAH (10)
AL-MAA'IDAH: 27-32
KISAH QABIL DENGAN HABIL DAN TINDAK KRIMINAL PEMBUNUHAN PERTAMA KALI DI MUKA BUMI
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Pelajaran yang terdapat dalam kisah dua putra Adam adalah perasaan _hasud_ menjadi sebab terjadinya tindak kriminal pembunuhan pertama kalinya dalam kehidupan umat manusia, _hasud_ menjadi pangkal dan basis yang melatarbelakangi berbagai bentuk kerusakan, tragedi, dan perbuatan tercela dalam masyarakat. Suatu umat yang saling _hasud_ akan menjadi umat yang tercabik-cabik, tercerai-berai, saling memusuhi dan saling membenci, tidak bisa bersatu di atas kebaikan dan keutamaan, tidak saling bekerja sama dan bersinergi dalam kebajikan, kesalehan dan kemajuan. Semua itu berujung pada kondisi lemah, hina, dan berada di bawah dominasi umat lain.
AL-MA'IDAH (9)
AL-MAA'IDAH: 20-26
NABI MUSA MENGINGATKAN KAUMNYA TENTANG NIKMAT ALLAH SWT SERTA MENGINSTRUKSIKAN MEREKA UNTUK MEMASUKI TANAH SUCI, DAN SIKAP PENOLAKAN MEREKA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Kisah ini mengandung kecaman terhadap kaum Yahudi serta membeberkan berbagai skandal dan keburukan-keburukan mereka, sikap mereka yang menentang Allah SWT dan rasul-Nya, serta sikap mereka yang enggan mematuhi perintah Allah SWT dan rasulNya kepada mereka untuk melakukan jihad. Mereka pun lemah dan takut untuk memerangi para musuh, padahal di tengah-tengah mereka ada _Kalimullah_, Musa yang menjanjikan mereka pertolongan dan kemenangan atas para musuh mereka. Padahal mereka telah menyaksikan sendiri apa yang diperbuat oleh Allah SWT terhadap musuh mereka, Fir'aun dan bala tentaranya, yaitu ditenggelamkan ke dalam lautan di depan mata kepala mereka.
Halaman 127 dari 197