AL-MA'IDAH (20)
AL-MAA'IDAH: 64-66
DIANTARA BENTUK PERKATAAN YAHUDI YANG PALING BURUK, DITIMBULKANNYA PERMUSUHAN DAN KEBENCIAN DIANTARA SESAMA MEREKA, DAN GANJARAN KEIMANAN AHLUL KITAB
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Ath-Thabrani dan Ibnu Ishaq* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas*, ia berkata, "Ada seorang Yahudi bernama an-Nabbasy bin Qais, berkata kepada Nabi Muhammad saw., "Sesungguhnya Tuhanmu bakhil. Dia tidak memberi nafkah." Lalu Allah SWT pun menurunkan ayat (وَقَالَتِ ٱلْيَهُودُ يَدُ ٱللَّهِ مَغْلُولَةٌ ۚ غُلَّتْ).
AL-MA'IDAH (19)
AL-MAA'IDAH: 57-63
LARANGAN BER- _MUWAALAAH_ KEPADA ORANG-ORANG KAFIR DAN SEBAB-SEBABNYA
SEBAB TURUNNYA AYAT
*1. Ayat 57:*
*Abusy Syekh bin Hayyan al-Anshari al-Ashfihani* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas*, ia berkata, "Rifa'ah bin Zaid bin Tabut dan Suwaid bin Harits, mereka berdua pura-pura menampakkan keislamannya, padahal mereka berdua adalah orang munafik. Ada seorang laki-laki dari kaum Muslimin memiliki jalinan persahabatan erat dan patronase dengan mereka berdua. Lalu Allah SWT menurunkan ayat 57 sampai 61 surah al-Maa'idah.”
AL-MA'IDAH (18)
AL-MAA'IDAH: 54-56
ORANG-ORANG MURTAD DAN PERMUSUHAN SERTA KEBENCIAN MEREKA TERHADAP KAUM MUSLIMIN
SEBAB TURUNNYA AYAT
Latar belakang turunnya ayat-ayat ini adalah kasus orang-orang yang murtad yang berasal dari berbagai kabilah yang ada pada masa Nabi Muhammad saw.. Mereka ada tiga kabilah.
1. Bani Mudlij di bawah kepemimpinan al-Aswad al-Ansi yang mengaku-ngaku sebagai nabi di Yaman. Ia dulunya adalah seorang dukun. Ia terbunuh di tangan Fairuz ad-Dailami.
AL-MA'IDAH (17)
AL-MAA'IDAH: 51-53
MENJALIN _AL-MUWAALAAH_ (PATRONASE) DENGAN KAUM YAHUDI DAN NASRANI
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Ibnu Ishaq, Ibnu Abi Syaibah, Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, dan al-Baihaqi* meriwayatkan dari *Ubadah bin Shamit*, ia berkata, “Tatkala Bani Qainuqa melancarkan perang, Abdullah bin Ubaiy bin Salul tetap mempertahankan pertalian dirinya dengan mereka dan berdiri di belakang mereka. Sementara Ubadah bin Shamit pergi menghadap Rasulullah saw., lebih memilih Allah SWT dan Rasul-Nya dengan cara berlepas diri dari ikatan persekutuan dengan mereka. Ubadah bin Shamit adalah salah seorang dari Bani Auf dari Khazraj. Ia sebelumnya memiliki ikatan persekutuan dan aliansi dengan mereka sama seperti Abdullah bin Ubaiy. Menyangkut diri Ubadah bin Shamit dan Abdullah bin Ubaiy ayat ini turun (۞ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ ٱلْيَهُودَ وَٱلنَّصَـٰرَىٰٓ أَوْلِيَآءَ ۘ).
Halaman 125 dari 197