AL-MA'IDAH (24)
AL-MAA'IDAH: 76-81
MENDEBAT IDEOLOGI UMAT NASRANI YANG MENUHANKAN ISA AL-MASIH, MENUNTUT AHLUL KITAB TIDAK BERSIKAP MELAMPAUI BATAS DALAM AGAMA, SERTA PELAKNATAN TERHADAP BANI ISRAIL DIKARENAKAN MEREKA TIDAK MENCEGAH KEMUNGKARAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah hal sebagai berikut:
Sesungguhnya menyembah kepada selain Allah SWT. membuktikan kedunguan akal, dangkalnya pandangan, lemahnya pemikiran dan kegegabahan manusia. Karena _al-Ma'buud_ (sesembahan) adalah yang dimintai kemanfaatan dan ditakuti adzab-Nya ketika teledor dan lalai terhadap-Nya serta melanggar perintah-Nya. Setiap orang yang menyembah kepada selain Allah SWT seperti menyembah bintang-bintang, malaikat, berhala, arca, al-Andaad (hal-hal yang dijadikan sebagai sekutu bagi Allah SWT), para nabi, para pemimpin dan tokoh ulung yang menang dalam suatu pertempuran, meskipun manusia memiliki harapan bisa mendapatkan suatu kemanfaatan dari mereka serta menolak kemudharatan dan keburukan melalui perantaraan mereka, semua itu adalah bentuk dari ilusi, degradasi fitrah manusia, dan pengecohan terhadap logika dan pemikiran yang normal.
AL-MA'IDAH (23)
AL-MAA'IDAH: 72-75
IDEOLOGI UMAT MASEHI YANG MENUHANKAN AL-MASIH, PADAHAL IA HANYALAH SEORANG MANUSIA YANG MENJADI RASUL
Sebab Turunnya Ayat
*As-Suddi* dan yang lainnya mengatakan ayat ini turun berkenaan dengan pandangan umat Nasrani yang menjadikan al-Masih dan ibundanya sebagai Ilah di samping Allah SWT sehingga mereka pun menjadikan Allah SWT sebagai salah satu dari yang tiga (Trinitas).
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat di atas menunjukkan kekufuran setiap golongan, kelompok, sekte, dan aliran umat Nasrani, baik yang mengatakan al-Masih adalah salah satu dari yang tiga, atau al-Masih adalah Putra Allah, atau Allah ialah al-Masih Isa Putra Maryam. Pada kesimpulannya, mereka mengatakan: Bapak, Anak, dan Ruhul Qudus adalah Ilah yang satu. Mereka tidak mengatakan tiga Ilah, padalah inilah esensi dan pengertian semua perkataan mereka. Mereka tidak menggunakan kata-kata tiga Ilah dan tidak menyatakannya secara eksplisit, padahal ini adalah pengertian yang tidak bisa terpisahkan dari semua perkataan mereka, karena mereka mengatakan Sang Anak adalah Ilah. Sang Bapak adalah Ilah dan Ruhul Qudus adalah Ilah.
AL-MA'IDAH (22)
AL-MAA'IDAH: 70-71
SIKAP KAUM YAHUDI YANG MENDUSTAKAN DAN MEMBUNUH RASUL-RASUL YANG DIUTUS KEPADA MEREKA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Berbagai perjanjian telah berulang kali dibuat dengan Bani Isra'il, yaitu perjanjian bahwa mereka tidak menyembah melainkan hanya kepada Allah SWT berikut semua hal yang berkaitan dengannya. Semua ini selaras dengan permulaan surah yang memerintahkan untuk memenuhi akad, perjanjian, dan kesepakatan.
_"Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji."_ *(al-Maa'idah: 1)*
AL-MA'IDAH (21)
AL-MAA'IDAH: 67-69
PERINTAH KEPADA RASUL UNTUK MENYAMPAIKAN WAHYU, BELIAU DILINDUNGI DARI MANUSIA, DAN SERUAN KEPADA AHLUL KITAB UNTUK BERIMAN KEPADA RISALAH BELIAU
SEBAB TURUNNYA AYAT
*1. Ayat 67:*
*Abusy Syekh bin Hayyan* meriwayatkan dari *Hasan al-Bashri*, bahwasanya *Rasulullah saw. bersabda*:
_“Sesungguhnya Allah SWT mengutusku dengan membawa sebuah risalah, lalu aku pun merasa berat dan sempit dadaku, dan aku tahu bahwa orang-orang akan mendustakanku dan tidak percaya kepadaku. Lalu Allah SWT pun mengancamku, bahwa sungguh aku akan menyampaikan risalah itu atau sungguh Dia akan mengadzabku.” Lalu turunlah ayat ini, “Ya ayyuhar Rasuulu balligh maa unzila ilaika.”_ *(HR Abusy Syekh)*
Halaman 124 dari 197