AL-MA'IDAH (36)
AL-MAA'IDAH: 106-108
KESAKSIAN TERHADAP WASIAT KETIKA SESEORANG AKAN MENINGGAL
[Bagian 1/2]
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Imam Bukhari, ad-Daruquthni, ath-Thabari dan Ibnul Mundzir* meriwayatkan dari *Ikrimah* dari *Ibnu Abbas* dia berkata, "Tamim ad-Dari dan Adi bin Badda adalah orang Nasrani. Keduanya berdagang ke Mekah pada masa jahiliyyah dan tinggal cukup lama di sana. Ketika Nabi hijrah, mereka memindahkan perdagangannya ke Madinah. Budail as Sahmi—budak Amr bin Ash—juga melakukan perdagangan hingga ke Madinah. Lalu, mereka semua berdagang ke Syam. Ketika mereka sampai di satu tempat dalam perjalanan, Budail mengeluh sakit. Lalu, menulis wasiat dengan tangannya sendiri. Dia menyusupkan surat wasiat itu di dalam barang dagangannya dan memberi wasiat kepada keduanya. Ketika Budail meninggal, dua orang Nasrani itu membuka barang dagangan Budail dan mengambil sesuatu darinya (bejana dari perak yang diukir dengan emas) lalu mereka menutup barang dagangan itu dengan batu seperti sebelumnya. Lalu, ketika tiba di Madinah, mereka menemui keluarga Budail. Keduanya menyerahkan barang dagangan Budail.
AL-MA'IDAH (35)
AL-MAA'IDAH: 105
BERSERAH DIRI KEPADA ALLAH SETELAH MELAKUKAN AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Al-Wahidi* menuturkan dari *Ibnu Abbas*, “Rasulullah saw. menulis surat kepada penduduk Hajar melalui Mundzir bin Sawi. Nabi mengajak mereka untuk masuk Islam.
Jika enggan, mereka harus membayar jizyah. Ketika surat itu sampai kepada Mundzir, dia menginformasikan hal tersebut kepada orang-orang Arab, Yahudi, Nasrani, Shabi’in, dan Majusi yang ada di sekitarnya. Mereka memutuskan untuk membayar jizyah dan enggan masuk Islam. Rasulullah saw. menulis surat kepada Mundzir:
AL-MA'IDAH (34)
AL-MAA'IDAH: 103-104
BINATANG TERNAK DAN UNTA YANG DIHARAMKAN OLEH ORANG-ORANG JAHILIYYAH
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Allah SWT Sang Pencipta makhluk adalah sumber dari syari'at dan peraturan untuk manusia. Semua peraturan yang tidak berasal oleh Allah maka akan tertolak. Dalam ayat-ayat ini, Allah SWT tidak mengakui peraturan yang bersumber dari orang-orang sesat pada masa jahiliyyah. Dia menegaskan kepada mereka, "Allah tidak menetapkan peraturan tersebut, tidak membuat hukum itu dan tidak menjadikannya sebagai ibadah walaupun ia mengetahuinya dan Dialah yang menciptakannya dengan kuasa dan iradah-Nya sebab Allah adalah pencipta segala sesuatu, pencipta kebaikan dan keburukan; manfaat dan mudharat; ketaatan dan kemaksiatan.
AL-MA'IDAH (33)
AL-MAA'IDAH: 101-102
LARANGAN BANYAK BERTANYA MENGENAI SESUATU YANG TIDAK DIJELASKAN DI DALAM AL-QUR’AN
Sebab Turunnya Ayat
Ada beberapa riwayat berkenaan dengan sebab turunnya ayat ini. Diantaranya berupa pertanyaan sekadar untuk menguji, mempersulit diri, dan untuk penghinaan. Ada juga pertanyaan untuk mendapatkan pemahaman dan mencari petunjuk mengenai amalan fardhu yang berulang. Di antara contoh pertama adalah hadits riwayat Bukhari dan Muslim, redaksi hadits sesuai dengan riwayat Bukhari. Dari Anas bin Malik, dia berkata:
_"Nabi Muhammad saw. sedang khutbah, lalu ada seseorang yang bertanya, 'Siapa ayahku?', Nabi menjawab, 'Si Fulan, Lalu, turunlah ayat. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal"_ *(HR Bukhari dan Muslim)*
Halaman 121 dari 197