AL-AN'AAM (10)
AL-AN'AAM: 30-32
KONDISI ORANG-ORANG MUSYRIK DI HADAPAN TUHAN MEREKA DI AKHIRAT DAN HAKIKAT DUNIA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas adalah kondisi nyata mengenai keadaan orang yang ada di hadapan hakim yang memutuskan tindak kejahatannya. Para terdakwa seringkah bersikap ingkar di hadapan hakim dan ketika ia tidak dapat mengelak dari kejahatannya, dia bergegas untuk mengakui semua yang dilakukan. Demikianlah keadaan orang-orang kafir dan orangorang musyrik ketika menghadapi hisab (perhitungan amal) di hadapan Allah. Mereka merasakan bahwa pengingkaran tersebut tidak ada gunanya. Pada saat itu, ketika mereka ditanya tentang kebangkitan dan hari akhir, mereka bersumpah menggunakan nama Allah bahwa hari akhit itu benar adanya. Oleh karena itu, vonis yang ditetapkan terhadap mereka adalah pelaksanaan hukuman yang telah dijatuhkan kepada mereka sebagai balasan yang setimpal atas kekufuran mereka.
AL-AN'AAM (9)
AL-AN'AAM: 27-29
KEADAAN ORANG-ORANG MUSYRIK DI HADAPAN NERAKA ATAU CARA KEBINASAAN MEREKA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Realitas keimanan tidak akan berubah atau berganti dan ia pasti terjadi sebab janji Allah bersifat pasti. Surga dan neraka juga merupakan perkara yang pasti. Realitas ini akan terungkap dengan cepat. Keburukan dari kekufuran dan dari orang-orang kafir akan tersingkap. Mereka akan memperoleh adzab neraka. Seandainya engkau melihat siksaan yang mereka terima di neraka Jahannam, engkau pasti akan melihat sebuah kondisi yang mengenaskan. Engkau akan melihat pemandangan yang mengerikan dan menakutkan. Mereka tidak akan menemukan tempat untuk melarikan diri dari adzab Allah. Mereka dalam kondisi tertekan, kebingungan, dan berharap bisa kembali ke dunia untuk memperbaiki aqidah dan amal serta tidak lagi mengingkari ayat-ayat Allah yang menunjukkan wujud dan keesaan-Nya, serta kebenaran para rasul-Nya. Mereka berharap agar mereka berada di barisan yang sama dengan orangorang Mukmin di dunia dan agar mendapatkan kondisi yang paling baik di akhirat, yakni di surga kelak.
AL-AN'AAM (8)
AL-AN'AAM: 25-26
BEBERAPA SIKAP ANGKUH ORANG-ORANG MUSYRIK TERHADAP AL-QUR'AN
SEBAB TURUNNYA AYAT
*1. Ayat 25:*
*Ibnu Abbas* berkata, "Abu Sufyan bin Harb, Walid bin Mughirah, Nadhr bin Harits, Utbah, dan Syaibah anak-anak Rabi’ah, Umayyah dan Ubayy anak-anak Khalaf mendengarkan Rasulullah saw.. Lalu, mereka berkata kepada an-Nadhr, 'Wahai Abu Qutailah, apa yang dikatakan Muhammad?’ Dia berkata, 'Demi Allah, aku tidak mengetahui apa yang dia katakan. Hanya saja aku melihatnya menggerakkan kedua bibirnya mengatakan sesuatu. Dia hanya mengucapkan dongeng-dongeng orang-orang dahulu sebagaimana aku pernah ceritakan kepada kalian tentang umat abad-abad yang lampau." Nadhr memang banyak bercerita tentang umat abad-abad yang lampau. Dia menceritakan hal itu kepada suku Quraisy dan mereka merasakan keindahannya. Dengan demikian, Allah menurunkan ayat ini.
AL-AN'AAM (7)
AL-AN'AAM: 20-24
PENGETAHUAN AHLI KITAB MENGENAI NABI MUHAMMAD SAW., SIKAP DUSTA MEREKA TERHADAP ALLAH DAN PENGINGKARAN ORANG-ORANG MUSYRIK TERHADAP KEMUSYRIKAN MEREKA DI AKHIRAT
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menampilkan dua contoh atau dua sikap dari orang-orang kafir.
*Pertama*, Ahli Kitab — orang-orang Yahudi dan Nasrani — mengetahui sifat Nabi Muhammad saw., kebenaran agamanya, kejujurannya, dan risalahnya. Namun, mereka adalah kaum yang membangkang, menjerumuskan diri sendiri, dan menyia-nyiakan kemaslahatan mereka.
*Kedua*, orang-orang musyrik adalah para penyembah berhala. Di antara mereka ada yang menjadikan Isa sebagai tuhan atau anak Allah. Mereka adalah kaum yang zalim karena membuat-buat kedustaan terhadap Allah dengan menisbahkan kepada-Nya apa yang bukan hak-Nya juga karena pengingkaran mereka terhadap mukjizat dan bukti-bukti yang menunjukkan keesaan Allah dan kebenaran Muhammad saw.. Pada hari Kiamat, mereka semua, baik orang-orang musyrik. Ahli Kitab maupun orang-orang munafik, akan dikumpulkan. Mereka ditanya dengan pertanyaan penghinaan dan pengingkaran yang mengungkap kejelekan bukan meminta penjelasan mengenai sekutu Allah yang mereka sangka sebagai pemberi syafaat bagi mereka di sisi Allah.
Halaman 117 dari 197