AL-AN'AAM (4)
AL-AN'AAM: 10-11
NASIB AKHIR ORANG-ORANG YANG MENGOLOK-OLOK DAN MENDUSTAKAN
TAFSIR DAN PENJELASAN
Kaum yang terdahulu telah memperolok-olok para nabi mereka yang mulia, ini adalah redaksi berbentuk sumpah, sebagaimana *firman Aliah SWT:*
_"Dan setiap kali seorang rasul datang kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokannya.”_ *(al-Hijr: 11)*
Ini adalah sikap permusuhan terhadap sebuah proses perbaikan, dakwah, tauhid, dan sikap istiqamah. Jadi, sikap seperti ini tidak hanya ditunjukkan oleh orang-orang kafir Quraisy. Balasan bagi mereka dan orang-orang yang bersikap sama dengan mereka adalah adzab yang akan meliputi mereka.
Ini juga adalah sebuah bimbingan bagi Nabi Muhammad saw. berupa penjelasan tentang sunnatullah terhadap orang-orang yang mendustakan agama. Ia juga menjadi penyejuk hatinya agar ia tidak merasa sedih serta menjadi kabar gembira kepadanya berupa kemenangan dan hasil akhir yang baik. Allah SWT telah membinasakan lima pembesar Quraisy dalam satu hari. Ini adalah karunia yang dianugerahkan Allah kepada Nabi-Nya dengan *firman-Nya:*
_“Sesungguhnya Kami memelihara engkau (Muhammad) dari (kejahatan) orang yang memperolok-olokkan (engkau)._ *(Al-Hijr: 95)*
Katakan wahai Muhammad kepada orang-orang musyrik, "Pikirkan diri kalian, lihatlah apa yang ditimpakan Allah kepada umat-umat yang telah lalu yang mendustakan dan menentang para rasul, yaitu adzab, siksa dan hukuman di dunia, seperti kaum Ad, Tsamud, Thisim, judais, kaum Fir'aun, dan kaum Luth. Lihatlah dan ambillah pelajaran bagaimana nasib orang-orang yang mendustakan berikut adzab pedih di akhirat yang dipersiapkan untuk mereka. Bagaimana Allah menyelamatkan para rasul dan hamba-hambaNya yang beriman.”
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Memperolok-olok para rasul merupakan kebiasaan lama yang sudah kita ketahui bersama. Demikian halnya dengan turunnya adzab, kebinasaan bagi kaum-kaum yang mengolok-olok para nabi adalah sesuatu yang bersifat tetap, pasti berlaku, dan merupakan sebuah balasan yang adil.
Sejarah adalah saksi yang paling jujur. Hendaklah para pelaku penghinaan tersebut memerhatikan hal ini agar mengetahui siksa dan adzab yang pedih yang menimpa orangorang kafir sebelumnya. Orang-orang yang mendustakan di sini adalah orang yang mendustakan kebenaran dan pelaku kebenaran itu, bukan orang yang mendustakan kebatilan. Dari ayat ini bisa diambil pelajaran bahwa bepergian adalah hal yang dianjurkan jika ditujukan untuk memberikan nasihat dan mengambil pelajaran dari peninggalan-peninggalan umat dan penduduk masa lampau.===
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
