SURAH AL-MAA'IDAH: 15-16

AL-MA'IDAH (7)

AL-MAA'IDAH: 15-16

TUJUAN POKOK AL-QUR'AN

SEBAB TURUNNYA AYAT

*Ibnu Jarir ath-Thabari* meriwayatkan dari *Ikrimah*, ia berkata, "Suatu ketika, orang-orang Yahudi datang menemui Rasulullah saw. untuk menanyakan kepada beliau tentang hukuman rajam. Lalu beliau berkata, "Siapakah di antara kalian yang paling alim?" Lalu mereka pun menunjuk kepada Ibnu Shuriya. Lalu Rasulullah saw. pun meminta dirinya untuk mengungkapkan kebenaran dengan sebenar-benarnya dengan bersumpah demi Tuhan Yang menurunkan Taurat kepada Nabi Musa, Yang mengangkat Bukit ath-Thur, dan demi perjanjian yang ditetapkan atas kaum Yahudi, hingga akhirnya Ibnu Shuraya pun gemetar karena takut. Lalu ia pun berkata, "Tatkala fenomena perzinaan mulai banyak terjadi di tengah-tengah kami, kami akhirnya hanya menjatuhkan hukuman cambuk sebanyak seratus kali dan mencukur rambut kepala.”

Lalu Rasulullah saw. pun memutuskan untuk memberlakukan hukuman rajam terhadap mereka. Lalu Allah SWT pun menurunkan ayat 15 dan 16 surah al-Maa'idah.

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Nabi Muhammad saw. adalah nur atau cahaya yang menyingkap kepalsuan para pemeluk agama-agama yang lain. Beliau mengungkap dan membeberkan kepada Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani) tentang isi kitab mereka yang mereka sembunyikan, seperti perintah beriman kepada beliau, ayat tentang hukuman rajam, dan kisah _Ashhaabus Sabt_ yang diubah wujud mereka menjadi kera. Keterangan-keterangan seperti ini sebenarnya tercantum dalam kitab suci mereka, namun mereka menyembunyikannya.

Di samping itu, banyak pula keterangan yang mereka sembunyikan, tidak diungkap dan dibeberkan oleh Nabi Muhammad saw, tetapi beliau hanya mengungkap dan membeberkan apa yang mengandung hujjah kenabian beliau, bukti kebenaran beliau dan kesaksian akan risalah beliau. Sedangkan apa yang tidak perlu dibeberkan dari hal-hal yang mereka sembunyikan, beliau akan membiarkannya saja. Karena beliau adalah sosok yang tidak mau memedulikan hal-hal yang tiada mengandung faedah dan manfaat.

Al-Qur'an menjelaskan hukum-hukum dan apa yang diridhai oleh Allah SWT berupa jalan-jalan keselamatan yang membawa menuju kepada Darus Salam yang steril dari setiap bentuk kesusahan, ketakutan, dan kekhawatiran, yaitu surga. Dengan Al-Qur’an, orang-orang yang beriman dikeluarkan dari gelap gulita kekafiran dan kejahiliyyahan menuju ke cahaya Islam dan hidayah dengan taufik dan kehendak Allah SWT serta membimbing mereka kepada agama yang benar.

Dengan al-Kitab (Al-Qur’an], Allah SWT menunjuki orang yang menginginkan untuk mengikuti agama yang diridhai oleh-Nya, menunjuki mereka jalan-jalan kesuksesan dan keselamatan serta manhaj-manhaj kelurusan, menyelamatkan mereka dari hal-hal yang membinasakan dengan ijin dan taufik-Nya. Dia pun mengeluarkan mereka dari gelap gulita kekafiran menuju kepada sinar cahaya keimanan, membimbing mereka kepada jalan yang paling terang, yaitu agama yang benar, karena kebenaran sejatinya adalah entitas tunggal dan jalannya lurus dan hanya satu.

Sementara kebatilan, maka memiliki banyak cabang dan semuanya bengkok.

Allah SWT menyebutkan tiga faedah atau maksud dan tujuan Al-Qur’an.

1. Sesungguhnya orang yang mengikuti apa yang diridhai Allah SWT, Dia akan menunjukinya ke jalan yang membawa kepada kesuksesan dan keselamatan dari kesengsaraan dan adzab di dunia maupun di akhirat dengan mengikuti Islam. Karena Islam adalah agama kebenaran, agama keadilan, keikhlasan, ketulusan dan persamaan.

2. Dengan Al-Qur’an, Allah SWT. mengeluarkan orang-orang yang beriman kepadaNya dari gelap gulita kekafiran, kesyirikan, paganisme, ilusi, mitos dan khurafat, menuju ke cahaya tauhid yang murni.

3. Sesungguhnya Al-Qur'an menunjukkan ke jalan yang membawa kepada tujuan yang shahih, yaitu agama yang benar, dan kepada kebaikan dunia dan akhirat.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login