AN-NISAA' (11)
AN-NISAA': 11-12
AYAT WARISAN
[Bagian 2/5]
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
MENDAHULUKAN UTANG SETELAH ITU WASIAT
Sebelum harta pusaka dibagi diantara para ahli waris yang ada, terlebih dahulu utang-utang yang berkaitan dengan harta pusaka yang ada dibayar serta wasiat yang ada dipenuhi. Allah SWT memerintahkan untuk membagi harta pusaka yang ada sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan-Nya sesudah dipenuhinya wasiat yang diwasiatkan oleh orang yang meninggal dunia dan setelah dilunasi utang dan tanggungan orang yang meninggal dunia.
AN-NISAA' (10)
AN-NISAA': 11-12
AYAT WARISAN
[Bagian 1/5]
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Sebab Turunnya Ayat 11:*
*Imam hadits enam* meriwayatkan dari *Jabir bin Abdullah*, ia berkata:
"Rasulullah saw. dan Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. pergi menjengukku di bani Salimah sambil berjalan kaki. Lalu Rasulullah saw. mendapatiku tidak sadarkan diri. Lalu beliau meminta air, lalu beliau berwudhu dan memercikiku dengan air tersebut, lalu saya pun tersadar. Lalu saya bertanya kepada beliau, "Apa yang harus saya perbuat terhadap hartaku?" Lalu turunlah ayat ini, _"yuushuiikumullaahufiiaulaadikum"_
AN-NISAA' (84)
AN-NISAA': 176
WARIS _AL-KALAALAH_ ATAU WARIS SAUDARA LAKI-LAKI DAN SAUDARA PEREMPUAN SEKANDUNG ATAU SEAYAH
SEBAB TURUNNYA AYAT
*An-Nasa’i* meriwayatkan dari *Jabir*, ia berkata:
_“Aku menderita sakit, lalu datanglah Rasulullah saw. menjengukku. Lalu aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, bolehkah aku mewasiatkan sepertiga dari harta peninggalanku untuk saudara-saudara perempuanku?" Rasulullah saw. bersabda, ‘Berbuat baiklah kamu kepada para saudara perempuanmu.’ Lalu aku berkata, ‘Bagaimana jika setengah?’ Beliau bersabda, ‘Berbuat baiklah kamu kepada para saudara perempuanmu.’ Kemudian beliau pun keluar, kemudian setelah itu beliau masuk menemuiku lagi dan berkata, ‘Aku tidak melihat kamu akan meninggal dunia sekarang karena penyakitmu ini. Sesungguhnya Allah SWT telah menurunkan wahyu dan menjelaskan apa yang menjadi hak para saudara perempuanmu, yaitu dua pertiga.’ Jabir pernah berkata, ‘Ayat ini (ayat 176 surah an-Nisaa’) turun menyangkut diriku._ *(HR an-Nasa’i).*
AN-NISAA' (83)
AN-NISAA': 174-175
SERUAN KEPADA MANUSIA UNTUK BERIMAN KEPADA _AN-NUURUL MUBIIN_ (AL-QUR’AN)
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
_Burhaan_ atau bukti agung dari Allah SWT untuk para hamba-Nya adalah Nabi Muhammad saw.. Beliau disebut _al-Burhaan_ karena beliau disertai dengan _al-Burhaan_ yaitu mukjizat atau hujjah karena mukjizat adalah hujjah beliau.
Halaman 131 dari 197