SURAH AN-NISAA': 163-166

AN-NISAA' (80)

AN-NISAA': 163-166

KESATUAN DAN KESAMAAN WAHYU PARA RASUL SERTA HIKMAH DIUTUSNYA PARA RASUL

SEBAB TURUNNYA AYAT

A. Ayat 163

*Ibnu Ishaq* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas*, ia berkata, "Adi bin Zaid berkata, "Kami tidak mengetahui Allah SWT menurunkan sesuatu kepada manusia setelah Musa” Lalu Allah SWT pun menurunkan ayat ini.

Ayat ini turun menyangkut sekelompok orang Yahudi -termasuk diantaranya adalah Sukain dan Adi bin Zaid- yang berkata kepada Nabi Muhammad saw., "Allah SWT tidak mewahyukan kepada seorang pun setelah Musa” Lalu Allah SWT pun mendustakan mereka dan menyangkal pernyataan mereka.

*B. Ayat 166*

*Ibnu Ishaq* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas*, ia berkata, "Ada segerombolan orang Yahudi menemui Rasulullah saw. lalu beliau berkata kepada mereka, "Sungguh demi Allah, aku sebenarnya tahu bahwa kalian sebenarnya tahu kalau aku ini adalah Rasul Allah." Lalu mereka berkata, "Kami tidak mengetahui hal itu.” Lalu Allah SWT menurunkan ayat ini.

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat di atas menjelaskan bahwa wahyu sejatinya adalah satu jenis. Oleh karena itu, barangsiapa yang beriman kepada kenabian atau kepada seorang nabi, ia tentu juga harus beriman kepada semua nabi yang lainnya.

Nabi yang pertama kali datang membawa syari'at adalah Nabi Nuh. Ada yang mengatakan bahwa Nabi Idris adalah nabi pertama yang diutus oleh Allah SWT di bumi. Kemudian setelah itu, kerasulan dalam kurun waktu tertentu vakum dan terputus, hingga datanglah periode saat Allah SWT mengutus Nabi Nuh. Kemudian kembali vakum dan terputus, hingga datanglah periode saat Allah SWT mengutus Nabi Ibrahim dan menjadikannya sebagai Khalilullah. Kemudian Allah SWT mengutus putra Nabi Ibrahim, yaitu Nabi Isma'il, kemudian mengutus putra Nabi Ibrahim yang lainnya yaitu Nabi Ishaq.

Kemudian Nabi Luth, putra saudara laki-laki (keponakan) Nabi Ibrahim. Kemudian Nabi Ya'qub, yang juga dikenal dengan nama Isra'il putra Nabi Ishaq. Kemudian Nabi Yusuf putra Nabi Ya'qub. Kemudian Nabi Syu'aib putra Yaubab. Kemudian Nabi Hud bin Abdillah. Kemudian Nabi Shalih bin Asaf. Kemudian Nabi Musa bin Imran dan Nabi Harun bin Imran. Kemudian Nabi Ayyub. Kemudian Nabi Khidhr, yaitu Khadhirun. Kemudian Nabi Dawud bin Isya. Kemudian Nabi Sulaiman bin Dawud. Kemudian Nabi Yunus bin Matta. Kemudian Nabi Ilyas. Kemudian Nabi Dzulkifli, yang bernama 'Uwaidna, dari keturunan Yahudza bin Ya'qub. Kemudian Nabi Musa. Kemudian Nabi Isa. Kemudian Nabi Muhammad saw. bin Abdullah bin Abdul Muththalib.

Antara Nabi Musa bin Imran dengan Sayyidah Maryam ibunda Nabi Isa, terdapat rentang waktu 1700 tahun. Keduanya bukanlah berasal dari satu keturunan yang sama.

Dalam ayat ini terdapat isyarat yang sangat tegas tentang kedudukan luhur dan kemuliaan Nabi Muhammad saw. sekiranya Allah SWT mendahulukan penyebutan beliau atas para nabi yang lain.

Kitab suci yang diturunkan kepada para nabi ada empat. Yaitu kitab Zabur yang diturunkan kepada Nabi Dawud, Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa, Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa, dan Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw..

Nabi Musa adalah nabi yang memiliki julukan *"Kaliimullaah."*

Jumlah para nabi mencapai angka ribuan, sedangkan jumlah para rasul mencapai angka ratusan, sebagaimana yang sudah pernah dijelaskan sebelumnya. Di antara mereka ada yang disebutkan nama dan kisahnya dalam AlQur'an, yaitu berjumlah dua puluh lima nabi. Ada pula yang tidak disebutkan nama dan kisahnya dalam Al-Qur’an.

Tugas para rasul adalah _at-Tabsyiir_ (menyampaikan kabar gembira) dan _al-Indzaar_ (menyampaikan peringatan). Hikmah di balik pengutusan para rasul adalah membimbing umat manusia kepada kebenaran, kebaikan, dan jalan yang lurus.

Allah SWT dan para malaikat-Nya memberikan pengakuan dan kesaksian tentang kebenaran risalah Nabi Muhammad saw. dan Allah SWT mengetahui bahwa beliau adalah memang orang yang memiliki kompetensi dan kapabilitas untuk menerima penurunan Al-Qur'an kepada beliau. Ayat menunjukkan bahwa Allah SWT mengetahui segala pengetahuan dan cukuplah Allah SWT sebagai saksi.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login