AN-NISAA' (74)
AN-NISAA': 137-141
SIFAT-SIFAT ORANG MUNAFIK, BALASAN MEREKA, DAN SIKAP MEREKA TERHADAP ORANG-ORANG MUKMIN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal sebagai berikut:
1. Jika orang kafir mau beriman, kekafirannya yang terdahulu diampuni. Namun jika ia kembali kafir lagi, kekafirannya yang pertama tidak diampuni. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh *Imam Muslim* dalam _Shahih_-nya dari *Ibnu Mas'ud*, ia berkata.
_"Ada sejumlah orang berkata kepada Rasulullah saw., "Wahai Rasulullah, apakah kami akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kami perbuat pada masa jahiliyyah?’ Rasulullah saw. bersabda, ‘Adapun salah seorang dari kalian yang berbuat baik ketika Islam, maka ia tidak dimintai pertanggungjawaban atas amal perbuatannya pada masa jahiliyyah. Dan barangsiapa berbuat buruk, maka ia akan dimintai pertanggung jawaban atas amal perbuatan yang ia lakukan ketika jahiliyyah dan Islam.’”_ *(HR Muslim)*
AN-NISAA' (73)
AN-NISAA': 135-136
ADIL DALAM MENEGAKKAN HUKUM DAN MENJALANKAN PERADILAN, MEMBERIKAN KESAKSIAN DENGAN BENAR, BERIMAN KEPADA ALLAH SWT, RASUL, DAN KITAB-KITAB SAMAWI
Sebab Turunnya Ayat 135
*Ibnu Abi Hatim* meriwayatkan dari *as-Suddi*, ia berkata, "Tatkala ayat ini turun, ada dua orang yang berperkara kepada Rasulullah saw. Salah satunya adalah orang kaya dan yang satunya lagi adalah orang miskin. Waktu itu, Rasulullah saw. berada di pihak si miskin, beliau melihat bahwa si miskin tidak menzalimi si kaya. Lalu Allah SWT menolak melainkan beliau harus menegakkan keadilan kepada si miskin maupun si kaya.
AN-NISAA' (72)
AN-NISAA': 131-134
KEPUNYAAN ALLAH-LAH HAKIKAT KEPEMILIKAN DI ALAM SEMESTA SERTA KESEMPURNAAN KUASA DAN KEHENDAK, PAHALA DUNIA DAN AKHIRAT BAGI MUJAHID
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Hal yang dapat dipetik dari ayat-ayat di atas adalah mengetahui dan memahami informasi-informasi yang pasti dan permanen dalam wahyu Ilahi sejak permulaan penciptaan, juga dalam setiap agama, dan bagi setiap orang yang beramal dan berjihad di jalan Allah SWT yaitu seperti berikut:
AN-NISAA' (71)
AN-NISAA': 127-130
MENGASUH DAN MERAWAT ANAK-ANAK YATIM, PERDAMAIAN ANTARA SUAMI ISTRI KARENA ADANYA SIKAP NUSYUUZ, DAN BERLAKU ADIL DI ANTARA PARA ISTRI
[Bagian 2/2]
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Di antara hukum-hukum yang Allah SWT informasikan bahwa Dia memberikan fatwa kepada mereka dengan hukum-hukum tersebut menyangkut kaum perempuan adalah penanganan kasus terjadinya sikap _nusyuuz_ atau berpaling yang dilakukan suami terhadap istrinya. Yang dimaksud dengan berpaling di sini adalah si suami memalingkan dan membuang muka terhadap istrinya atau memalingkan sebagian kemanfaatan dirinya yang sebelumnya ia berikan kepada istrinya, semisal si suami enggan untuk mengajak bicara istrinya, enggan bercanda dengannya dan malas untuk bermesra-mesraan dengannya karena si istri sudah tua atau buruk rupa, atau memiliki suatu perilaku yang tidak baik, atau karena bosan dan jemu. Sikap berpaling di sini tingkatannya lebih ringan dari sikap _nusyuuz_.
Halaman 134 dari 197