AN-NISAA' (78)
AN-NISAA': 153-159
BERBAGAI SIKAP KEPALA BATU KAUM YAHUDI
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Ibnu Jarir ath-Thabari* meriwayatkan dari *Muhammad bin Ka’b al-Qurazhi,* ia berkata, "Ada sejumlah orang Yahudi datang menemui Rasulullah saw. lalu berkata. Sesungguhnya Musa datang kepada kami dengan membawa _al-Alwaah_ (kepingan-kepingan bertuliskan wahyu) dari sisi Allah. Oleh karena itu, coba kamu datangkan kepada kami _al-Alwaah_ sehingga kami membenarkan dan memercayaimu." Lalu Allah menurunkan ayat (يَسْـَٔلُكَ أَهْلُ ٱلْكِتَـٰبِ) sampai (بُهْتَـٰنًا عَظِيمًۭا) Lalu ada seorang laki-laki berlutut dan berkata, "Allah tidak menurunkan suatu apa pun kepadamu, tidak pula kepada Musa, Isa, dan tidak pula kepada seorang pun." Lalu Allah menurunkan ayat (وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ).
AN-NISAA' (77)
AN-NISAA': 150-152
KUFUR, IMAN DAN BALASAN MASING-MASING
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Keimanan dan kekufuran adalah dua hal yang saling berlawanan dan saling bertolak belakang yang tidak mungkin bersatu, dan keimanan adalah satu kesatuan yang integral yang tidak bisa dibagi-bagi. Balasan kekufuran adalah satu meskipun bentuk dan ragam kekufuran bermacam-macam. Orang yang mengingkari dan tidak memercayai agama dan kenabian, orang ateis yang tidak mengimani wujud dan keesaan Allah, orang yang kufur kepada semua rasul, atau beriman kepada sebagian dari para rasul dan kufur kepada sebagian yang lain, mereka adalah kafir. Ahlul Kitab dari golongan kaum Yahudi dan kaum Nasrani adalah termasuk kaum kafir karena mereka kufur kepada Nabi Muhammad saw.
AN-NISAA' (76)
AN-NISAA': 148-149
MENGUTARAKAN KEJELEKAN SECARA TERANG-TERANGAN, MEMAAFKAN PERBUATAN TIDAK BAIK, MENAMPAKKAN AMAL PERBUATAN BAIK DAN MENUTUP-NUTUPINYA
SEBAB TURUNNYA AYAT
*Hannad bin Sariy* meriwayatkan dari *Mujahid*, ia mengatakan, turunnya ayat (۞ لَّا يُحِبُّ ٱللَّهُ ٱلْجَهْرَ بِٱلسُّوٓءِ مِنَ ٱلْقَوْلِ إِلَّا مَن ظُلِمَ ۚ) dilatarbelakangi oleh kasus ada seorang laki-laki menyambut kedatangan seorang tamu di Madinah, namun ia tidak menjamunya dengan baik. Lalu si tamu pun pergi, lalu ia pun membicarakan apa yang dialaminya itu, kemudian ia diberi rukhshah untuk membicarakannya. Yakni, ayat ini turun sebagai pemberian rukhshah untuk mengeluh dan melakukan pengaduan. Hal yang senada juga diriwayatkan oleh *Ibnu Juraij*.
AN-NISAA' (75)
AN-NISAA': 142-147
BEBERAPA SIKAP ORANG-ORANG MUNAFIK YANG LAIN DAN HUKUMAN MEREKA, LARANGAN MENJALIN PATRON _(MUWAALAAH)_ DENGAN ORANG-ORANG KAFIR
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah hukum-hukum penting sebagai berikut.
1. Kemunafikan dan riya adalah dua fenomena yang selalu ditemukan pada setiap umat dan zaman. Kemunafikan adalah menyembunyikan kekafiran dan pura-pura menampakkan keislaman. Sedangkan riya adalah menampakkan suatu perbuatan baik supaya dilihat oleh orang-orang, bukan karena mengikuti perintah Allah SWT.
Halaman 133 dari 197