AN-NISAA' (82)
AN-NISAA': 171-173
AL-MASIH ISA PUTRA MARYAM DALAM PANDANGAN AL-QUR’AN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas mengandung penjelasan tentang sejumlah hukum esensial dalam aqidah.
1. Sikap berlebih-lebihan, melampaui batas dan ekstrem dalam segala urusan adalah terlarang secara syari'at. Orang-orang Yahudi bersikap berlebih-lebihan dan ekstrem terhadap Isa, hingga mereka juga melontarkan tuduhan palsu dan keji terhadap Sayyidah Maryam. Begitu juga orang-orang Nasrani bersikap berlebih-lebihan dan ekstrem terhadap Isa hingga mereka menjadikannya sebagai tuhan. Kalimat pertama dalam Injil berbunyi, "Ini adalah Kitab Ilah dan Rabb kami; Yasu’ Al Masih."
AN-NISAA' (81)
AN-NISAA': 167-170
KESESATAN ORANG-ORANG KAFIR DAN BALASAN MEREKA, SERUAN KEPADA MANUSIA UNTUK BERIMAN KEPADA RASULULLAH SAW.
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Orang Yahudi dan yang lainnya dari kalangan orang-orang yang kafir kepada Islam, mereka jauh dari yang haq dan kebenaran dengan sejauh-jauhnya. Karena mereka kafir kepada Allah SWT, Rasul-Nya dan Al-Qur'an, di samping itu pula bahkan mereka juga berupaya menghalang-ha¬ langi manusia dari Islam.
AN-NISAA' (80)
AN-NISAA': 163-166
KESATUAN DAN KESAMAAN WAHYU PARA RASUL SERTA HIKMAH DIUTUSNYA PARA RASUL
SEBAB TURUNNYA AYAT
A. Ayat 163
*Ibnu Ishaq* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas*, ia berkata, "Adi bin Zaid berkata, "Kami tidak mengetahui Allah SWT menurunkan sesuatu kepada manusia setelah Musa” Lalu Allah SWT pun menurunkan ayat ini.
Ayat ini turun menyangkut sekelompok orang Yahudi -termasuk diantaranya adalah Sukain dan Adi bin Zaid- yang berkata kepada Nabi Muhammad saw., "Allah SWT tidak mewahyukan kepada seorang pun setelah Musa” Lalu Allah SWT pun mendustakan mereka dan menyangkal pernyataan mereka.
AN-NISAA' (79)
AN-NISAA': 160-162
AKIBAT YANG MENIMPA KAUM YAHUDI DISEBABKAN KEZALIMAN MEREKA DAN PERBUATAN MEREKA YANG MENGAMBIL RIBA, PAHALA ORANG-ORANG YANG BERIMAN DARI MEREKA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Allah SWT menuturkan sejumlah sebab kaum Yahudi berhak mendapatkan adzab yang menyakitkan di neraka Jahannam dan diharamkannya beberapa makanan yang baik bagi mereka ketika di dunia. Sebab utamanya adalah kezaliman mereka. Dalam ayat ini, kezaliman didahulukan penyebutannya, baru setelah itu disebutkan pengharaman (فَبِظُلْمٍۢ مِّنَ ٱلَّذِينَ هَادُوا۟ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَـٰتٍ) karena kezaliman inilah yang ingin diinformasikan bahwa itulah penyebab pengharaman yang ada. Sementara perbuatan-perbuatan yang disebutkan setelahnya, yaitu perbuatan mereka menghalang-halangi diri sendiri dan orang lain dari mengikuti Nabi Muhammad saw., memakan riba dan memakan harta orang lain secara batil, semua ini merupakan penjelasan dan penjabaran tentang bentuk-bentuk kezaliman yang mereka perbuat. Begitu juga tindakan-tindakan yang disebutkan sebelumnya, seperti tindakan mereka yang merusak perjanjian, menyembah anak sapi, dan tindakan-tindakan lain yang telah disebutkan sebelumnya.
Halaman 132 dari 197