AL-BAQARAH (27)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 133 - 137]
BANTAHAN ATAS KLAIM UMAT YAHUDI BAHWA MEREKA MENGANUT AGAMA IBRAHIM DAN YA'QUB
Surah al-Baqarah Ayat 133-137
Ayat (قَالُوا۟ نَعْبُدُ إِلَـٰهَكَ وَإِلَـٰهَ ءَابَآئِكَ) menunjukkan bahwa agama Allah itu satu dalam setiap umat dan disampaikan oleh setiap nabi. Ia adalah agama pengesaan Allah secara murni dan ketundukan kepada semua nabi. Allah Ta'ala berfirman,
"Dia telah mensyariatkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa, yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.” (asy-Syuuraa: 13)
Al-Qur'an telah mendorong kita agar mengikuti agama yang satu yang berdiri di atas dua hal:
AL-BAQARAH (26)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 127 - 132]
PEMBANGUNAN KA'BAH SERTA DOA IBRAHIM DAN ISMA'IL
Surah al-Baqarah Ayat 127-129
Doa-doa ini mengajarkan kepada kita agar pada saat usai mengerjakan amal apapun kita memohon supaya amal-amal itu diterima oleh Allah, berdoa agar diri kita dan anak cucu kita diberi kesalehan supaya Islam tetap lestari sepanjang masa dan agar terlihat ketundukan kepada Sang Pencipta langit dan bumi. Allah Ta'ala menjadikan manasik haji sebagai tempat-tempat untuk membebaskan diri dari dosa dan untuk memohon rahmat dari Allah. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia telah mengabulkan doa Nabi Ibrahim dan putranya, Isma'il, dengan mengutus penutup para nabi, yaitu Muhammad saw., sebagai rasul dari bangsa Arab. Rasulullah saw. pernah bersabda:
AL-BAQARAH (25)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 122 - 126]
ALLAH MENGINGATKAN TENTANG NIKMAT-NYA DAN MENAKUT-NAKUTI TERHADAP AKHIRAT
Surah al-Baqarah Ayat 122-123
Ayat ini mengukuhkan apa yang telah disebutkan dalam permulaan surah ini, guna mendorong kaum Yahudi dan lainnya untuk mengikuti Rasulullah saw., sang nabi yang buta huruf, yang ciri-cirinya sesuai dengan apa yang disebutkan dalam Taurat. Ayat ini menyuruh mereka untuk melakukan faktor-faktor yang dapat membangkitkan iman. Ia mengingatkan mereka akan nikmat-nikmat duniawi dan keagamaan yang telah dianugerahkan Allah kepada para leluhur mereka, menghapus kedengkian kepada saudara sepupu mereka (bangsa Arab) atas rezeki yang diberikan Allah kepada mereka, yaitu berupa pengutusan nabi penutup dari kalangan mereka, dan hendaknya kedengkian itu tidak mendorong mereka untuk menentang dan mendustakannya.
AL-BAQARAH (24)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 119 - 121]
PERINGATAN AGAR TIDAK MENGIKUTI KAUM YAHUDI DAN NASRANI
Surah al-Baqarah Ayat 119-121
Agama Allah dan aturan-aturan yang dibebankan-Nya kepada manusia adalah mudah, tidak sulit. Cirinya yang utama ada dua: masuk akal (logis), dan pelaksanaan kewajiban disesuaikan dengan kemampuan, tidak menyusahkan. Misi para nabi bukanlah untuk memaksa manusia supaya beriman dan menerima akidah yang benar, melainkan terbatas pada penyampaian dan penjelasan. Barangsiapa ingin beriman, silakan, dan barangsiapa ingin kafir, juga silakan. Setelah menyampaikan, Nabi saw. tidak dimintai pertanggungjawaban atas mereka, beliau tidak dihukum lantaran kafirnya orang yang kafir sesudah beliau memberi kabar gembira dan peringatan.
Halaman 187 dari 197