SEJUMLAH PENGETAHUAN PENTING YANG BERKAITAN DENGAN AL-QUR'AN (8)
F. HURUF-HURUF YANG TERDAPAT DIAWAL SEJUMLAH SURAH (HURUUF MUQATHTHA'AH)
Allah SWT mengawali sebagian surah Makkiyyah dan surah Madaniyyah di dalam Al-Qur'an dengan beberapa huruf ejaan atau huruuf muqaththa'ah (huruf-huruf yang terpotong). Ada yang simpel yang tersusun dari satu huruf, yang terdapat dalam tiga surah: Shaad, Qaaf, dan al-Qalam. Surah yang pertama dibuka dengan huruf shaad, yang kedua diawali dengan huruf qaaf, sedang yang ketiga dibuka dengan huruf nuun.
Read more: HURUF-HURUF YANG TERDAPAT DIAWAL SEJUMLAH SURAH (HURUUF MUQATHTHA'AH)
SEJUMLAH PENGETAHUAN PENTING YANG BERKAITAN DENGAN AL-QUR'AN (7)
E. KEARABAN AL-QUR'AN DAN PENERJEMAHANNYA KE BAHASA LAIN
Al-Qur'an seluruhnya berbahasa Arab. Tak satu pun kata di dalamnya yang bukan bahasa Arab murni, atau bahasa Arab yang berasal dari kata asing yang diarabkan dan sesuai dengan aturan-aturan dan standar-standar bahasa Arab. Sebagian orang menganggap Al-Qur'an tidak murni berbahasa Arab sebab ia mengandung sejumlah kata yang berasal dari bahasa asing (bukan bahasa Arab), seperti kata sundus dan istabraq. Sebagian orang Arab mengingkari adanya kata-kata qaswarah, kubbaaran, dan 'ujaab. Suatu ketika seorang yang tua renta menghadap Rasulullah saw.. Beliau berkata kepadanya, "Berdirilah!” Lalu beliau melanjutkan, "Duduklah!” Beliau mengulangi perintah tersebut beberapa kali, maka orang tua tersebut berkata, "Apakah kamu menghina aku, hai anak qaswarah, padahal aku adalah lelaki kubbaaran. Hal ini sungguh 'ujaab!” Orang-orang lalu bertanya, "Apakah kata-kata tersebut ada dalam bahasa Arab?” Dia menjawab, "Ya.”
Read more: KEARABAN AL-QUR'AN DAN PENERJEMAHANNYA KE BAHASA LAIN
AL-BAQARAH (14)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 63 - 73]
SEBAGIAN KEJAHATAN KAUM YAHUDI DAN HUKUMAN MEREKA
Surah al-Baqarah Ayat 63-66
Ayat-ayat ini menunjukkan tiga hal: diangkatnya gunung Thur, diubahnya mereka menjadi kera, dan nasihat bagi para pendurhaka yang melanggar perintah-perintah dan larangan-larangan Allah.
Tentang pengangkatan gunung Thur di atas kaum Yahudi seperti payung, itu menjadi peringatan untuk menakut-nakuti mereka. Ayat ini menafsirkan makna firman Allah Ta'ala:
AL-BAQARAH (13)
FIQIH KEHIDUPAN DAN HUKUM-HUKUM
[SURAH AL-BAQARAH 61 - 62]
KETAMAKAN KAUM YAHUDI, SEBAGIAN KEJAHATAN MEREKA, DAN HUKUMAN MEREKA
Surah al-Baqarah Ayat 61
Meninggalkan makanan yang paling baik (yaitu manna dan salwa) dan meminta makanan yang lebih rendah kualitasnya dari itu (seperti bawang merah, bawang putih, adas, mentimun, dan sejenisnya) menjadi bukti bahwa nafsu manusia terkadang ingin menukar barang yang enak dengan barang yang jelek, mengganti barang berkualitas tinggi dengan barang berkualitas rendah. Hasan al-Bashri berkata: "Kaum Yahudi adalah sebusuk-busuknya para penggemar bawang bakung, bawang merah, dan 'adas. Mereka cenderung kepada sifat asli mereka, watak mereka merindukan apa yang sudah menjadi kebiasaan mereka, sehingga mereka berkata: Kami tidak bisa tahan dengan satu macam makanan saja.” Perkataan mereka "kami tidak bisa tahan” menunjukkan bahwa mereka membenci makanan itu. Tidak mensyukuri nikmat menandakan akan hilangnya nikmat itu. Jadi, seakan-akan mereka meminta agar nikmat tersebut dihilangkan dan didatangkan nikmat yang lain.
Halaman 191 dari 197