*AN-NISAA' (18)*
*AN-NISAA': 19-21*
*CARA MEMPERGAULI ISTRI DI DALAM ISLAM, LARANGAN MEWARISI (MEMPUSAKAI) WANITA SECARA PAKSA, LARANGAN MENGHALANG-HALANGINYA UNTUK MENIKAH LAGI, LARANGAN MENGAMBIL SEBAGIAN MAHARNYA SECARA PAKSA DAN PERINTAH MEMPERGAULI ISTRI DENGAN BAIK*
[Bagian 1/2]
*SEBAB TURUNNYA AYAT*
*Sebab Turunnya Ayat 19:*
*Imam Bukhari, Abu Dawud dan Nasa'i* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas r.a*., ia berkata:
AN-NISAA' (17)
AN-NISAA': 17-18
BENTUK DAN WAKTU SEBUAH PERTOBATAN DITERIMA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Umat sepakat bahwa tobat hukumnya wajib bagi setiap Mukmin, *Allah SWT berfirman:*
_"Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."_ *(an-Nuur: 31)*
Ayat, (إِنَّمَا ٱلتَّوْبَةُ عَلَى ٱللَّهِ) ada pendapat yang mengatakan bahwa ayat ini bersifat umum bagi setiap orang yang melakukan perbuatan dosa. Ada pendapat lain yang mengatakan hanya bagi orang yang melakukan perbuatan dosa karena jahil. Sedangkan penjelasan tentang tobat yang bersifat umum bagi setiap orang yang melakukan perbuatan dosa dijelaskan di tempat lain. Sebuah tobat dari suatu dosa adalah sah meskipun orang yang bertobat melakukan perbuatan dosa dari jenis selain jenis dosa yang ia bertobat darinya tersebut. Ini adalah pendapat ahlussunnah.
AN-NISAA' (16)
AN-NISAA': 15-16
HUKUMAN PERBUATAN KEJI (ZINA) PADA PERMULAAN _TASYRII_' (ISLAM)
[Bagian 2/2]
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
HUKUMAN BAGI PARA LAKI-LAKI YANG BERZINA
Ayat enam belas maksudnya adalah, jika ada dua orang laki-laki yang melakukan perbuatan _faahisyah_ -ini adalah penafsiran Mujahid- atau jika ada laki-laki dan perempuan melakukan perbuatan _faahisyah_-ini adalah penafsiran as-Suddi dan Ibnu Zaid- maka sakitilah mereka berdua dengan kata-kata berupa celaan, cemoohan dan kecaman atas perbuatan tersebut, jika mereka berdua memang tidak mau bertobat.
AN-NISAA' (15)
AN-NISAA': 13-14
KETENTUAN-KETENTUAN ALLAH SWT
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Di antara bentuk rahmat Allah SWT yang agung terhadap para hamba-Nya adalah, Allah SWT menjelaskan kepada mereka tentang yang halal dan yang haram, menjelaskan tentang syariat dan hukum-hukum-Nya, memberi dorongan untuk berbuat kebaikan dan menakut-nakuti dari perbuatan jahat, memberikan ancaman dan peringatan. Maka, barangsiapa yang menaati perintah-perintah Allah SWT dan Rasul-Nya serta menjauhi segala bentuk larangan dan kemungkaran, maka balasannya adalah surga dan kekal di dalamnya. Sedangkan barangsiapa yang bermaksiat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, maka apabila kemaksiatannya tersebut sampai menyeret kepada kekufuran, maka ia kekal di dalam neraka selama-lamanya. Adapun jika ia tetap Mukmin dan melakukan perbuatan dosa besar serta melanggar perintah-perintah Allah SWT, maka ia berhak untuk diadzab di dalam neraka untuk beberapa waktu saja, tidak kekal selamanya.===
Halaman 148 dari 197