AN-NAHL (9)
GANJARAN ORANG-ORANG MUHAJIRIN, PARA RASUL ADALAH MANUSIA, TUGAS NABI MUHAMMAD SAW. DALAM MENERANGKAN AL-QUR'AN, SERTA ANCAMAN TERHADAP ORANG-ORANG KAFIR
Surah an-Nahl Ayat 41-50
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menjelaskan sejumlah hal sebagai berikut.
1. Ganjaran orang-orang Muhajirin yang rela meninggalkan kampung halaman, rumah, tempat tinggal, dan harta benda mereka, tabah dan sabar atas berbagai gangguan, serta bertawakal kepada Tuhan mereka adalah mendapatkan tempat yang lebih utama, kedudukan yang baik, kehidupan yang menyenangkan, rezeki yang baik dan melimpah, kemenangan atas para musuh, menguasai negeri-negeri dan para penduduk. Berkat karunia Allah SWT, semua itu terealisasi dan mereka peroleh. Sungguh, ganjaran akhirat jauh lebih besar untuk diketahui oleh siapa pun sebelum menyaksikannya sendiri.
AN-NAHL (8)
ORANG-ORANG KAFIR MENGGUNAKAN TAKDIR SEBAGAI ALASAN DAN SIKAP MEREKA YANG MENGINGKARI _BA’TS_ SERTA KESERUPAAN MISI PARA RASUL
Surah an-Nahl Ayat 35-40
Sebab Turunnya Ayat 38
*Ar-Rabi’ Ibnu Anas* mengatakan dari *Abui Aliyah*, "Ada seorang musyrik yang berutang kepada seorang Muslim. Ia pun menagih. Di antara kata-kata yang ia ucapkan ketika menagih adalah, "Demi Zat Yang aku harapkan setelah mati." Lalu si musyrik berkata, "Kamu mengira bahwa kamu akan dibangkitkan kembali setelah mati?! Demi Allah, sungguh Allah tidak akan membangkitkan kembali orang mati." Lalu turunlah ayat ini.
AN-NAHL (7)
ANCAMAN BAGI ORANG-ORANG MUSYRIK ATAS SIKAP MEREKA YANG TENGGELAM DALAM KEBATILAN
Surah an-Nahl Ayat 33-34
هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّآ أَن تَأْتِيَهُمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ أَوْ يَأْتِىَ أَمْرُ رَبِّكَ ۚ كَذَٰلِكَ فَعَلَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ وَمَا ظَلَمَهُمُ ٱللَّهُ وَلَـٰكِن كَانُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ ٣٣
*Artinya*: _Tidak ada yang ditunggu-tunggu orang kafir, selain dari datangnya para malaikat kepada mereka1# atau datangnya perintah Tuhan-mu2#. Demikianlah yang telah diperbuat oleh orang-orang (kafir) sebelum mereka. Dan Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang selalu menganiaya diri mereka sendiri._
1#- Yakni kedatangan malaikat untuk mencabut nyawa mereka.
2#- Yakni kedatangan azab dari Allah untuk memusnahkan mereka.
AN-NAHL (6)
SIFAT ORANG YANG BERTAKWA, KEIMANAN MEREKA KEPADA WAHYU, DAN BALASAN MEREKA
Surah an-Nahl Ayat 30-32
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini merupakan contoh nyata gaya bahasa Al-Qur’an dalam menjelaskan hal-hal yang kontras. Penjelasan tentang keadaan orang-orang musyrik berikut balasan mereka di dunia dan akhirat diikuti dengan penjelasan tentang keadaan orang-orang Mukmin yang bertakwa.
Mereka beriman, percaya, dan membenarkan kenabian Muhammad saw. serta keabsahan Al-Qur'an yang diturunkan Allah SWT kepada beliau. Ganjaran mereka lebih baik dari amal mereka,
_"Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)”_ *(ar-Rahmaan: 60)*
Di dunia, mereka memperoleh ganjaran yang mulia berupa pertolongan, kemenangan, keberhasilan, dan kemuliaan. Sedangkan di akhirat, mereka memperoleh surga. Barangsiapa yang taat kepada Allah SWT, ada surga untuknya kelak. Dan, apa yang mereka peroleh di akhirat berupa pahala surga lebih baik dan lebih agung daripada dunia, karena dunia adalah fana, sementara akhirat adalah kekal. Sebaik-baik tempat orang-orang yang bertakwa adalah akhirat, yaitu surga Adn yang mereka masuki. Di taman-taman surga itu, terdapat sungai-sungai, dan di dalamnya mereka memperoleh apa pun yang mereka kehendaki dan inginkan. Seperti itulah Allah SWT mengganjar orang-orang yang bertakwa, dan demikianlah adanya ganjaran ketakwaan.
Halaman 36 dari 197