AN-NAHL (22)
ORANG-ORANG YANG MURTAD DARI ISLAM DAN ORANG-ORANG MUHAJIRIN SETELAH MEREKA MENGALAMI COBAAN DAN FITNAH
Surah an-Nahl Ayat 106-111
*[Bagian 2/2]*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
f. Pemaksaan memiliki beberapa tingkatan.
_Pertama_, wajib melakukan dan memenuhi perbuatan yang dipaksakan, seperti pemaksaan untuk menenggak minuman keras, makan babi dan bangkai. Di sini, wajib untuk meminum atau memakannya karena memelihara nyawa dari kebinasaan wajib hukumnya, berdasarkan ayat,
_"Dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan."_ *(al-Baqarah: 195)*
_Kedua_, perbuatan yang dipaksakan menjadi mubah, bukan wajib, seperti dipaksa untuk mengucapkan kata-kata kekafiran, dimubahkan atau diperbolehkan bagi orang yang dipaksa untuk berpura-pura mengucapkannya, namun tidak sampai wajib.
AN-NAHL (21)
ORANG-ORANG YANG MURTAD DARI ISLAM DAN ORANG-ORANG MUHAJIRIN SETELAH MEREKA MENGALAMI COBAAN DAN FITNAH
Surah an-Nahl Ayat 106-111
*[Bagian 1/2]*
*Sebab Turunnya Ayat 106*
*Ibnu Abi Hatim* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas r.a.*, ia berkata, "Ketika Nabi Muhammad saw. ingin berhijrah ke Madinah, orang-orang musyrik menangkap dan menyiksa *Bilal, Khabbab,* dan *‘Ammar bin Yasir*. Waktu itu, 'Ammar terpaksa mengucapkan kata-kata yang membuat mereka senang dan puas sebagai bentuk pura-pura untuk menyelamatkan diri. Ketika ia kembali kepada Rasulullah saw., ia pun menceritakan apa yang terjadi. Rasulullah saw. bertanya kepadanya, ‘Ketika kamu mengucapkan kata-kata itu, bagaimana keadaan hatimu, apakah hatimu merasa senang dan setuju dengan apa yang kamu ucapkan itu?' ‘Ammar r.a. menjawab, ’Tidak." Allah SWT pun menurunkan ayat ini
AN-NAHL (20)
BEBERAPA HAL YANG BERKAITAN DENGAN AL-QUR'AN; MEMBACA _TA’AWWUDZ_, _PENASAKHAN_ DAN AL-QUR'AN ADALAH DALAM BAHASA ARAB
Surah an-Nahl Ayat 98-105
Sebab Turunnya Ayat 101
Ayat ini turun ketika orang-orang musyrik mengatakan. Nabi Muhammad saw. telah menghina para sahabatnya. Hari ini, ia memerintahkan suatu hal kepada mereka, namun esoknya ia melarang hal itu bagi mereka, atau mendatangkan kepada mereka sesuatu yang lebih ringan bagi mereka. Semua itu hanyalah rekaan dan kebohongan yang ia buat-buat sendiri. Lalu Allah SWT pun menurunkan ayat 101 dan ayat berikutnya.
*Sebab Turunnya Ayat 103*
*Ibnu Abi Hatim* meriwayatkan melalui jalur *Hushain* dari *Abdullah bin Muslim al-Hadhrami*, ia berkata, "Kami memiliki dua budak, salah satunya bernama *Yasar* dan *Jabr*. Mereka berasal dari bangsa Siccilia. Mereka membaca kitab suci milik mereka dan mengajarkan ilmunya kepada orang lain. Rasulullah saw. pernah lewat di dekat mereka, lalu mendengarkan bacaan mereka. Dari itu, orang-orang kafir mengatakan bahwa Muhammad belajar dari mereka berdua. Lalu turunlah ayat ini.
AN-NAHL (19)
AYAT YANG PALING _KOMPREHENSIF_ BAGI KAUM LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN UNTUK BERAMAL SALEH
Surah an-Nahl Ayat 97
مَنْ عَمِلَ صَـٰلِحًۭا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌۭ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةًۭ طَيِّبَةًۭ ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ٩٧
*Artinya*: _Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik1# dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan._
1#- Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.
Halaman 33 dari 197