Surah an-Nahl Ayat 77-79

AN-NAHL (15)

PENGETAHUAN ALLAH SWT TENTANG SEGALA YANG GAIB, PENCIPTAAN MANUSIA DAN BURUNG

Surah an-Nahl Ayat 77-79

FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM

Ayat-ayat di atas menerangkan sejumlah hal seperti berikut.

1. Sesungguhnya pengetahuan tentang segala yang gaib dan tersembunyi di langit dan bumi sepenuhnya milik Allah SWT, tiada seorang pun yang memiliki pengetahuan tentangnya, kecuali orang yang Allah SWT beritahu. Jika Allah SWT Yang Maha Mengetahui segala yang gaib dan tersembunyi, tentu Dia Yang layak untuk membuat aturan halal dan haram, bukan orang-orang musyrik yang bodoh dan tidak tahu apa-apa, tiada memahami akibat dan kesudahan segala urusan, serta tidak mampu melakukan estimasi berbagai kemaslahatan.

2. Waktu terjadinya Kiamat yang lebih cepat dari kejapan mata merupakan tanda dan bukti petunjuk yang nyata tentang kuasa Allah SWT yang sempurna dan lengkap. Allah SWT Mahakuasa atas segala sesuatu, dan Dia Yang bertitah kepada sesuatu yang dikehendaki-Nya *(kun fayakuun)* _(terjadilah, maka terjadilah ia)_. *Az-Zajjaj* mengatakan, yang dimaksud bukanlah hari Kiamat hanya datang dalam sekejap mata, tetapi menggambarkan cepatnya kuasa Ilahi untuk mendatangkan Kiamat, yakni ketika Allah SWT menghendaki untuk mendatangkan hari Kiamat, langsung terjadi seketika itu.

3. Sesungguhnya di antara nikmat-nikmat Allah SWT dan manifestasi kuasa-Nya adalah menciptakan manusia yang keluar dari perut ibunya dalam keadaan tiada memiliki pengetahuan apa-apa. Kemudian, Allah SWT membekalinya dengan sarana prasarana untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan wawasan berupa pendengaran, penglihatan dan hati. Dengan sarana itu, manusia bisa mengetahui dan memahami. Pendengaran untuk mendengarkan perintah-perintah dan larangan-larangan. Penglihatan untuk melihat dan memerhatikan jejak-jejak dan perwujudan ciptaan Allah SWT. Hati untuk mencapai kemakrifatan kepada Allah SWT. Semua itu untuk mensyukuri nikmat-nikmat Allah SWT, melihat dan memerhatikan jejak-jejak, perwujudan dan manifestasi ciptaan Allah SWT.

Ayat ini menjadi dalil bahwa manusia diciptakan pada awal penciptaannya dalam keadaan tidak berpengetahuan. Kemudian, wawasan dan ilmu pengetahuan datang dengan proses belajar melalui indra pendengaran dan penglihatan.

4. Di antara bentuk dan wujud kuasa Allah SWT dan keesaan-Nya adalah dijadikannya burung mampu terbang di angkasa, sedang ia tunduk kepada titah Allah SWT. Tidak ada yang menahannya dari terjatuh ketika, mengembangkan dan mengepakngepakkan sayapnya kecuali Allah SWT. Semua itu adalah tanda, pelajaran, dan bukti petunjuk kuasa Ilahi bagi orangorang yang beriman kepada Allah SWT dan kepada apa yang dibawa oleh para rasulNya. Jika seandainya bukan karena Allah SWT menciptakan burung dalam keadaan yang memungkinkan baginya untuk terbang dan menciptakan angkasa dalam bentuk dan keadaan yang memungkinkan burung terbang di dalamnya, tentu semua itu tidak bisa terjadi dan tentu burung tidak akan bisa terbang.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login