AN-NAHL (18)
AYAT DALAM AL-QUR'AN YANG PALING _KOMPREHENSIF_ TENTANG KEBAIKAN DAN KEBURUKAN, PEMENUHAN JANJI, HIDAYAH, DAN PENYESATAN
Surah an-Nahl Ayat 90-96
Sebab Turunnya Ayat 91
*Ibnu Jarir* meriwayatkan dari *Buraidah*, ia berkata, "Ayat ini turun menyangkut _baiat_ Nabi Muhammad saw."
*Ibnu Jarir* meriwayatkan dari *Muzaidah bin Jabir*, bahwa ayat ini turun menyangkut _baiat_ Nabi Muhammad saw.. Waktu itu, orang yang masuk Islam melakukan _baiat_ (sumpah atau janji setia) kepada Nabi Muhammad saw. untuk teguh di atas Islam, lalu Allah SWT pun menurunkan ayat ini. Karena itu, lemah dan minoritasnya jumlah para sahabat Nabi Muhammad saw. dan banyaknya jumlah orang-orang musyrik, jangan sampai membuat kalian merusak baiat yang telah kalian lakukan, meskipun kaum Muslimin adalah minoritas dan kaum musyrik adalah mayoritas.
AN-NAHL (17)
ANCAMAN KEPADA KAUM MUSYRIK, KEADAAN MEREKA PADA HARI KIAMAT, MEMBANGKITKAN SAKSI ATAS MEREKA DAN KAUM MUKMIN, TIDAK ADA PERINGANAN ADZAB, DILIPATGANDAKANNYA ADZAB MEREKA, DAN BERBAGAI SESEMBAHAN MEREKA MENDUSTAKAN MEREKA
Surah an-Nahl Ayat 84-89
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan sejumlah hal sebagai berikut.
1. Setiap nabi menjadi saksi atas umatnya tentang reaksi dan respon mereka kepada dakwahnya. Di akhirat tidak ada lagi tempat untuk berdalih dan melakukan pembelaan diri atas kesalahan dan kelalaian. Orang-orang kafir di akhirat tidak dituntut untuk mengutarakan penyesalan dan permintaan maaf kepada Tuhan mereka, karena akhirat bukanlah tempat _pentaklifan_, dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk kembali lagi ke dunia untuk bertobat.
2. Tidak ada peringanan adzab Jahannam bagi orang-orang musyrik yang zalim. Mereka semua pun masuk ke dalamnya. Mereka juga tidak diberi penangguhan, tetapi mereka dengan cepat langsung diseret dari tempatnya dalam proses hisab, karena ketika itu sudah tidak ada pertobatan lagi bagi mereka.
AN-NAHL (16)
BEBERAPA BUKTI PETUNJUK TAUHID, MACAM-MACAM NIKMAT DAN KARUNIA ILAHI
Surah an-Nahl Ayat 80-83
Sebab Turunnya Ayat 83
*Ibnu Abi Hatim* meriwayatkan dari *Mujahid*, ada seorang laki-laki Arab pedalaman datang menemui Rasulullah saw., lalu beliau bertanya kepadanya dan membacakan kepadanya ayat *(وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنۢ بُيُوتِكُمْ سَكَنًۭا)* lalu orang itu menjawab, "Ya.” Kemudian beliau membacakan kepadanya ayat *(وَجَعَلَ لَكُم مِّن جُلُودِ ٱلْأَنْعَـٰمِ بُيُوتًۭا تَسْتَخِفُّونَهَا يَوْمَ ظَعْنِكُمْ وَيَوْمَ إِقَامَتِكُمْ ۙ وَمِنْ)* lalu orang itu berkata, "Ya." Kemudian beliau membacakan kepadanya semua ayat yang ada, dan ia menjawab, "Ya." Hingga ketika sampai pada ayat *(كَذَٰلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ)* orang itu pun berpaling pergi, lalu Allah SWT menurunkan ayat 83.
AN-NAHL (15)
PENGETAHUAN ALLAH SWT TENTANG SEGALA YANG GAIB, PENCIPTAAN MANUSIA DAN BURUNG
Surah an-Nahl Ayat 77-79
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menerangkan sejumlah hal seperti berikut.
1. Sesungguhnya pengetahuan tentang segala yang gaib dan tersembunyi di langit dan bumi sepenuhnya milik Allah SWT, tiada seorang pun yang memiliki pengetahuan tentangnya, kecuali orang yang Allah SWT beritahu. Jika Allah SWT Yang Maha Mengetahui segala yang gaib dan tersembunyi, tentu Dia Yang layak untuk membuat aturan halal dan haram, bukan orang-orang musyrik yang bodoh dan tidak tahu apa-apa, tiada memahami akibat dan kesudahan segala urusan, serta tidak mampu melakukan estimasi berbagai kemaslahatan.
Halaman 34 dari 197