AN-NAHL (1)
PENEGASAN TENTANG _BA'TS_ DAN WAHYU
Surah an-Nahl Ayat 1-2
أَتَىٰٓ أَمْرُ ٱللَّهِ فَلَا تَسْتَعْجِلُوهُ ۚ سُبْحَـٰنَهُۥ وَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ ١
*Artinya*: _Telah pasti datangnya ketetapan Allah1# maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan._
1#- Ketetapan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā di sini ialah hari kiamat yang telah diancamkan kepada orang-orang musyrikin.
يُنَزِّلُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ بِٱلرُّوحِ مِنْ أَمْرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦٓ أَنْ أَنذِرُوٓا۟ أَنَّهُۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱتَّقُونِ ٢
*Artinya*: _Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu, "Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku"._
SURAH AN-NAHL
MAKKIYYAH, SERATUS DUA PULUH DELAPAN AYAT
PENAMAAN SURAH
Surah ini dinamakan dengan surah an-Nahl (lebah) karena memuat kisah tentang lebah yang diberi _ilham_ (naluri) oleh Allah SWT untuk menyerap sari bunga dan buah-buahan serta memproduksi madu yang mengandung obat bagi manusia. Kisah ini disebutkan dalam ayat 68-69. Ini adalah sebuah kisah yang menakjubkan untuk memerhatikan dan merenungkan berbagai keajaiban ciptaan Allah SWT serta menjadikannya sebagai bukti petunjuk tentang wujud-Nya.
Surah ini juga dinamakan dengan _Surah an-Ni'am_ (nikmat-nikmat) karena banyak menyebutkan berbagai nikmat Allah SWT yang melimpah kepada para hamba.
AL HIJR (9)
AL HIJR (8)
KISAH PENDUDUK AIKAH, KAUM NABI SYU AIB A.S. DAN PENDUDUK AL-HIJR, BANGSA TSAMUD
Surah al-Hijr Ayat 78-86
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ini adalah dua di antara kisah umat-umat terdahulu yang telah punah, yang zalim dan mendustakan para rasul mereka. Kisah-kisah mereka begitu menggetarkan jiwa, menggerakkan emosi, dan menggugah kesadaran untuk bersegera menuju ke pangkuan keimanan dan kesalehan amal.
Penduduk _al-Aikah_ (kaum Nabi Syu'aib a .s.) benar-benar telah mendustakan rasul mereka, yaitu Nabi Syu’aib a.s., padahal mereka dalam keadaan bergelimangan kenikmatan, kekayaan alam dan kesenangan. Mereka adalah para pemilik hutan, kebun-kebun dan pepohonan yang menghasilkan buah-buahan.
Halaman 38 dari 197