Surah an-Nahl Ayat 1-2

AN-NAHL (1)

PENEGASAN TENTANG _BA'TS_ DAN WAHYU

Surah an-Nahl Ayat 1-2

أَتَىٰٓ أَمْرُ ٱللَّهِ فَلَا تَسْتَعْجِلُوهُ ۚ سُبْحَـٰنَهُۥ وَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ ١

*Artinya*: _Telah pasti datangnya ketetapan Allah1# maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan._
1#- Ketetapan Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā di sini ialah hari kiamat yang telah diancamkan kepada orang-orang musyrikin.

يُنَزِّلُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ بِٱلرُّوحِ مِنْ أَمْرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦٓ أَنْ أَنذِرُوٓا۟ أَنَّهُۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱتَّقُونِ ٢

*Artinya*: _Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu, "Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku"._

*SEBAB TURUNNYA AYAT*

Kala itu, orang-orang musyrik meminta supaya disegerakan kedatangan hari Kiamat yang diancamkan oleh Rasulullah saw. kepada mereka. Atau, minta disegerakan pembinasaan mereka oleh Allah SWT sebagaimana yang terjadi pada Perang Badar. Mereka berkata, "Jika benar apa yang dikatakan Muhammad, berhala-berhala itu akan memberikan syafaat kepada kami dan menyelamatkan kami darinya.” Lalu turunlah ayat ini. *Ibnu Mardawaih* meriwayatkan dari *Ibnu Abbas r.a.*, ia berkata, 'Tatkala turun ayat, *(أَتَىٰٓ أَمْرُ ٱللَّهِ)* para sahabat merasa ketakutan hingga turunlah lanjutan ayat *(فَلَا تَسْتَعْجِلُوهُ ۚ ۥ)* lalu mereka pun tenang.

*Abdullah Ibnu Ahmad* dalam _Zawaa'iduz Zuhd_, *Ibnu Jarir* dan *Ibnu Abi Hatim* meriwayatkan dari *Abu Bakar Ibnu Abi Hafsh*, ia berkata, “Tatkala turun ayat *(أَتَىٰٓ أَمْرُ ٱللَّهِ)*, maka orang-orang berdiri terhenyak, lalu turunlah ayat *(فَلَا تَسْتَعْجِلُوهُ ۚ ۥ)*

Tema ayat pertama adalah mempublikasikan bahwa sesuatu yang dijanjikan — yaitu hari Kiamat — adalah sesuatu yang nyata dan pasti terjadi. Dan, Allah SWT tersucikan dari memiliki sekutu dan anak. Tema ayat kedua adalah penginformasian turunnya wahyu melalui perantaraan malaikat, penegasan tentang tauhid yang merupakan puncak kesempurnaan kekuatan secara keilmuan, perintah bertakwa yang merupakan puncak kesempurnaan kekuatan secara praktik. Dan, kenabian adalah anugerah dan pemberian. Maksud ayat *(أَنَّهُۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنَا۠)* adalah makrifat kepada Allah SWT Sedangkan maksud ayat *(فَٱتَّقُونِ)*, adalah pemahaman tentang kebaikan untuk dipraktikkan.

*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*

Ayat-ayat di atas menjawab tiga opini sesat orang-orang musyrik, yaitu tentang datangnya Kiamat dan turunnya adzab, kemusyrikan dan sekutu, serta kenabian dan wahyu.

_Tema pertama_, yaitu kedatangan Kiamat dan turunnya adzab, Allah SWT memproklamirkan bahwa datangnya Kiamat dan turunnya adzab serta kebinasaan adalah sesuatu yang nyata dan pasti terjadi yang telah digariskan dalam ilmu Allah SWT, dan itu adalah dekat. Karena itu, tidak ada alasan meminta hal itu disegerakan dan menyegerakannya.

_Tema kedua_, Allah SWT menyucikan diriNya dari kesyirikan dan kemusyrikan, dari sekutu, anak, berhala, dan penyerupaan dari apa yang mereka nisbahkan kepada-Nya berupa ketidakmampuan mendatangkan Kiamat. Dalam hal ini, mereka mengatakan tidak ada seorang pun yang kuasa untuk membangkitkan kembali orang mati. Dengan begitu, berarti mereka menyifati Allah SWT dengan sifat lemah. Padahal, sifat ini hanya bisa disematkan kepada makhluk. Penyucian ini mengandung penegasan kuasa bagi Allah SWT dengan keesaan total dan murni, bahwa hanya Dia Yang berhak disembah. Ibadah dan penyembahan sepenuhnya adalah hak-Nya. Selain itu juga mementahkan syafaat berhala-berhala yang mereka asumsikan dan harapkan.

_Tema ketiga_, Allah SWT menegaskan. Dialah Yang menurunkan ruh, yakni wahyu, yaitu kenabian, kepada siapa yang Dia pilih untuk menjadi nabi, melalui perantaraan malaikat Tidak ada satu pun wahyu yang turun melainkan pasti dengan perintah dan izin-Nya. Ayat di atas ditutup dengan peringatan agar jangan menyembah berhala dan terdapat pemaklumatan bahwa tiada Tuhan melainkan Allah SWT, tidak ada sekutu bagi-Nya. Hendaknya mereka takut terhadap hukuman Allah SWT jika mereka menentang perintah-Nya dan menyembah selain Dia.

Sebagaimana yang bisa kita perhatikan, ayat ini memberikan sebuah pengertian bahwa sampainya wahyu dari Allah SWT kepada para nabi adalah melalui perantara malaikat. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam akhir *Surah al-Baqarah*,

_"Semua beriman kepada Allah, malaikat malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya”_ *(al-Baqarah: 285)*

Dalam ayat ini, urutan penyebutannya adalah pertama Allah SWT, kemudian malaikat karena malaikat pihak yang pertama menerima wahyu secara langsung dari Allah SWT tanpa perantara. Wahyu adalah kitab-kitab samawi, dan malaikat menyampaikan wahyu itu kepada para nabi dan rasul. Urutan penyebutan dalam ayat di atas adalah sangat sesuai dengan urutan dalam konteks alur perjalanan wahyu, yang menjelaskan urutan malaikat dan para nabi.===

*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026 

 

 

BERSAMA KITA BISA. Ini bukan tentang mudah dan cepatnya. Apakah dengan sendirian, yakin bisa istiqomah membaca terjemah hingga Khatam?

Login