AN-NAHL (5)
SIFAT-SIFAT ORANG SOMBONG, SIKAP ORANG-ORANG MUSYRIK YANG MENGINGKARI WAHYU, KENABIAN, DAN BALASAN MEREKA
Surah an-Nahl Ayat 24-29
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas memuat sanggahan terhadap opini sesat orang-orang kafir seputar Al-Qur'an. Mereka menyebut Al-Qur'an sebagai dongeng orang-orang terdahulu, bukan mukjizat dan tidak pula diturunkan dari Tuhan.
_“(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan, lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang."_ *(al-Furqaan: 5)*
Allah SWT menyanggah pernyataan mereka adalam ayat berikutnya,
_"Katakanlah (Muhammad), '(Al-Qur'an) itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sungguh, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.”_ *(al-Furqaan: 6)*
Al-Qur'an memuat informasi tentang hal-hal gaib, dan itu pasti berasal dari Zat Yang Maha Mengetahui segala rahasia langit dan bumi.
AN-NAHL (4)
KARAKTERISTIK KHUSUS KETUHANAN ADALAH MENCIPTAKAN, MENGETAHUI SEGALA YANG TERSEMBUNYI DAN TAMPAK, SERTA KEKAL
Surah an-Nahl Ayat 17-23
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini adalah perdebatan sengit dengan orang-orang musyrik. Ayat-ayat ini menolak keras sikap mereka yang menyembah berhala, menghina mereka, menegaskan rusaknya pemikiran dan cara pandang mereka, buruknya penilaian dan perbuatan mereka, sikap mereka yang anti kepada kebenaran dan menghalang orang lain dari kebenaran, serta memublikasikan sikap mereka yang bersikukuh di atas kekafiran dan kemusyrikan.
Rusaknya cara pandang mereka yang _pertama_ adalah berhala-berhala yang mereka sembah adalah makhluk yang diciptakan serta tidak kuasa sedikit pun menciptakan apa pun. Berhala-berhala tiada kuasa mendatangkan mudharat dan tidak pula manfaat. Bagaimana bisa itu dijadikan sebagai tuhan dan sesembahan?! Tuhan Yang Mahakuasa menciptakan segala sesuatu, tentu Dia Yang berhak dan pantas disembah, bukan sesuatu yang merupakan makhluk yang tidak kuasa sedikit pun mendatangkan mudharat dan manfaat.
AN-NAHL (3)
BUKTI-BUKTI LAIN TENTANG _ULUUHIYYAH_ DAN KEESAAN ALLAH SWT
Surah an-Nahl Ayat 10-16
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas memberi banyak pengertian dan wasasan kepada kita, di antaranya adalah:
1. Allah SWT adalah yang menurunkan hujan dengan kuasa dan hikmah-Nya. Hujan adalah air tawar yang layak minum. Dengan hujan, Allah SWT menumbuhkan pepohonan, kurma, anggur, tumbuhan, dan tempat-tempat merumput bagi binatang. Air adalah faktor esensial kehidupan manusia,
_"Dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air."_ *(al-Anbiyaa': 30)*
AN-NAHL (2)
BUKTI-BUKTI PETUNJUK TENTANG WUJUD DAN KEESAAN ALLAH SWT
Surah an-Nahl Ayat 3-9
Sebab Turunnya Ayat 4
Ayat ini turun menyangkut *Ubay bin Khalaf al-Jumahi* tatkala ia datang menemui Rasulullah saw. sambil membawa tulang yang telah lapuk, lalu ia berkata, "Wahai Muhammad, apakah Allah akan menghidupkan kembali tulang ini setelah ia lapuk dan hancur?!"
Ayat yang memiliki kesamaan dengan ayat ini adalah,
_"Dan tidakkah manusia memerhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata! Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, 'Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?’ Katakanlah (Muhammad), ‘Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.’"_ *(Yasiin: 77-79)*
Halaman 37 dari 197