AN-NAHL (4)
KARAKTERISTIK KHUSUS KETUHANAN ADALAH MENCIPTAKAN, MENGETAHUI SEGALA YANG TERSEMBUNYI DAN TAMPAK, SERTA KEKAL
Surah an-Nahl Ayat 17-23
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat ini adalah perdebatan sengit dengan orang-orang musyrik. Ayat-ayat ini menolak keras sikap mereka yang menyembah berhala, menghina mereka, menegaskan rusaknya pemikiran dan cara pandang mereka, buruknya penilaian dan perbuatan mereka, sikap mereka yang anti kepada kebenaran dan menghalang orang lain dari kebenaran, serta memublikasikan sikap mereka yang bersikukuh di atas kekafiran dan kemusyrikan.
Rusaknya cara pandang mereka yang _pertama_ adalah berhala-berhala yang mereka sembah adalah makhluk yang diciptakan serta tidak kuasa sedikit pun menciptakan apa pun. Berhala-berhala tiada kuasa mendatangkan mudharat dan tidak pula manfaat. Bagaimana bisa itu dijadikan sebagai tuhan dan sesembahan?! Tuhan Yang Mahakuasa menciptakan segala sesuatu, tentu Dia Yang berhak dan pantas disembah, bukan sesuatu yang merupakan makhluk yang tidak kuasa sedikit pun mendatangkan mudharat dan manfaat.
Kerusakan cara pandang mereka yang _kedua_ adalah mereka mengingkari nikmat-nikmat Allah SWT dan kebaikan-Nya kepada mereka. Sedangkan prinsip keberagamaan dan akhlak yang paling sederhana adalah mengapresiasi nikmat dan mensyukurinya, sedang mereka tidak mensyukurinya.
Kerusakan cara pandang mereka yang ketiga adalah berhala-berhala adalah murni benda mati yang tidak mengetahui apa pun, lalu bagaimana bisa disebut sebagai tuhan?! Padahal Tuhan semestinya mengetahui segala yang tersembunyi dan yang tampak, mengetahui segala hal para penyembah, sehingga Dia bisa memenuhi permintaan dan kebutuhan mereka, serta membalas mereka yang lalai dan berbuat keburukan.
Kemudian, Allah SWT menyatakan secara tegas tentang tiga spesifikasi berhala yang sepenuhnya tidak sesuai dengan kriteria ketuhanan. _Pertama_, kelemahan dan ketidakmampuan menciptakan apa pun. _Kedua_, berhala-berhala adalah benda mati, tidak hidup, tidak memiliki nyawa, tiada bisa mendengar dan tidak pula melihat, lalu bagaimana bisa kalian menyembahnya, sementara kalian lebih baik darinya. _Ketiga_, berhala-berhala itu tidak mengetahui waktu terjadinya _ba’ts_ dan hari Kiamat untuk proses hisab dan pembalasan atas amal-amal perbuatan.
Setelah pemaparan yang jelas tentang kemustahilan Allah SWT memiliki sekutu dan tentang kebatilan kemusyrikan, Allah SWT pun menyatakan secara tegas bahwa ketuhanan yang _haqq_ dan benar adalah ketuhanan Allah SWT Yang Maha Esa Yang menjadi tempat bergantung semua makhluk, Yang tiada Rabb selain Dia dan tiada sesembahan selain Dia.
Adapun orang-orang musyrik yang tidak mengimani akhirat, mereka adalah orang-orang yang tidak mau menerima nasihat dan peringatan. Seandainya mereka benar-benar beriman kepada akhirat, tentu mereka beriman kepada keesaan Allah SWT. Akan tetapi, mereka adalah orang-orang yang sombong, angkuh, dan enggan menerima kebenaran.
Sungguh, Allah SWT mengetahui segala ucapan dan perbuatan yang mereka sembunyikan dan yang mereka lahirkan. Dia juga pasti akan membalas semua perbuatan mereka. Sesungguhnya Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang sombong. Dia tidak akan memberi mereka ganjaran dan tidak akan memuji mereka.==
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
