AL HIJR (5)
BALASAN BAGI ORANG-ORANG YANG BERTAKWA PADA HARI KIAMAT
Surah al-Hijr Ayat 45-48
Sebab Turunnya Ayat 45
*(إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى)*
*Ats-Tsa’labi* meriwayatkan dari *Salman al-Farisi*, ketika ia mendengar ayat 43 *(وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ)* ia pun lari ketakutan selama tiga hari tanpa sadar. Ia pun dibawa menghadap kepada Rasulullah saw.. Beliau bertanya kepadanya, “Ya Rasulullah, telah diturunkan ayat *(وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ)*, Maka, sungguh demi Zat Yang telah mengutus Anda dengan _haqq_, ayat itu benar-benar telah mencabik-cabik hatiku." Lalu Allah SWT pun menurunkan ayat *(إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى جَنَّـٰتٍۢ وَعُيُونٍ)*
*Sebab Turunnya Ayat 47*
*(وَنَزَعْنَا)*
*Ibnu Abi Hatim* meriwayatkan dari *Ali bin Husain*, ayat ini turun menyangkut *Abu Bakar ash-Shiddiq r.a.* dan *Umar bin Khathab r.a.*. *(وَنَزَعْنَا مَا فِى صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ )* Ditanyakan, "Perasaan dengki dan iri yang mana?" Lalu dijawab, "Hasud dan kedengkian jahiliyyah. Sesungguhnya _Bani Tamim, Bani Adiy, dan Bani Hasyim_, di antara mereka terdapat permusuhan dan saling benci pada masa jahiliyyah. Kemudian, ketika mereka telah masuk Islam, mereka pun berubah menjadi saling mencintai. Pada suatu ketika, *Abu Bakar ash-Shiddiq r.a.* merasakan nyeri dan sakit pada pinggangnya. Lalu *Ali bin Abi Thalib r.a.* pun mencoba menghangatkan tangannya, lalu ia tempelkan ke pinggang Abu Bakar yang sakit itu. Turunlah ayat ini.
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Dari ayat-ayat di atas bisa diambil sejumlah kesimpulan sebagai berikut:
1. Balasan bagi orang-orang bertakwa yang memelihara diri dari perbuatan-perbuatan keji dan kesyirikan adalah taman-taman surgawi dan sumber-sumber mata air, yaitu empat sungai; sungai air, sungai khamr, sungai air susu dan sungai madu. Dikatakan kepada mereka, "Masuklah kamu sekalian dengan keadaan sejahtera dari segala bentuk penyakit, bencana dan malapetaka, aman dari kematian dan adzab, dari kesirnaan dan kehilangan," sedang mereka senantiasa berada dalam penghormatan dan pengagungan.
Pendapat yang benar dan shahih, yaitu pendapat jumhur sahabat dan tabi’in, maksud orang-orang yang bertakwa di sini adalah orang-orang yang memelihara diri dari kesyirikan dan kekafiran. Sedangkan, Muktazilah mengatakan, orang-orang yang memelihara diri dari semua bentuk kemaksiatan.
2. Para penghuni surga tidak akan sedikit pun merasakan segala bentuk mudharat dan hal-hal yang tidak menyenangkan. Mereka benar-benar steril dari segala bentuk kekeruhan ruhani, seperti dengki, hasud, dan yang lainnya, dan dari segala bentuk kekeruhan jasmani seperti capek, penat, letih dan sakit. Mereka benar-benar berada dalam kesenangan, kenyamanan, dan kenikmatan. Mereka tidak pernah duduk membelakangi yang lain, tetapi senantiasa duduk berhadap-hadapan dengan penuh kehangatan, semangat per¬ saudaraan, kasih sayang, dan cinta kasih.
3. Kenikmatan dan kesenangan surga adalah abadi, tiada pernah hilang, habis atau berkurang, dan para penghuninya dalam keadaan kekal *(وَمَا هُم مِّنْهَا بِمُخْرَجِينَ)*
_"Senantiasa berbuah dan teduh."_ *(ar-Ra’d: 35)*
_"Sungguh, inilah rezeki dari Kami yang tidak ada habis-habisnya."* *(Shaad: 54)*
4. Surga ada empat dan begitu juga dengan sungainya. Adapun jumlah surga, berdasarkan ayat,
_"Dan bagi siapa yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga."_ *(ar-Rahmaan: 46)*
_“Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi."_ *(ar-Rahmaan: 62)*
Adapun jumlah sungainya juga ada empat seperti yang disebutkan dalam ayat,
_"Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamr (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan, dan ampunan dari Tuhan mereka. Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih, sehingga ususnya terpotong-potong?"_ *(Muhammad: 15)*. ====
*Tafsir Al Munir*
KKTA Plus 4
Tim Kurikulum Evaluasi
2025/2026
