AL-A'RAAF (47)
AL-A'RAAF: 156-157
DOA MUSA LAINNYA KETIKA MENYAKSIKAN GEMPA DAN KAITAN RISALAH MUSA DENGAN RISALAH NABI MUHAMMAD SAW.
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Setelah Musa menyatakan bahwa tiada Tuhan selain Allah, ia lalu menyatakan bahwa _“Allah adalah Pelindung kami yang mengatur segala urusan kami.”_ Sebagai pelindung, tentu mampu menghindarkan bahaya dan mendatangkan manfaat. Oleh karena itu, Musa memohon ampunan dan rahmat untuk menghindarkan bahaya yang biasanya didahulukan daripada mengejar manfaat. Kemudian, ia meminta untuk diberikan manfaat yaitu ketika ia meminta kebaikan di dunia dan di akhirat. Ini semua sangat sesuai dengan tobat dan ketundukan yang dilakukan oleh seorang hamba, sehingga Musa mengatakan, _"Sesungguhnya kami bertobat,"_ maksudnya, kembali kepada-Mu.
AL-A'RAAF (46)
AL-A'RAAF: 155
MUSA MEMILIH TUJUH PULUH ORANG UNTUK BERCAKAP-CAKAP, MELIHAT, DAN BERMUNAJAT KEPADA TUHAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Seorang Mukmin harus beradab terhadap Allah dan tidak boleh menempuh cara-cara menentang. Permintaan mereka (Bani Israil) untuk melihat Allah SWT karena mereka membandingkannya dengan mendengar firman-Nya menyebabkan diturunkannya gempa yang hebat di bukit tempat mereka berada. Kalau hal ini saja menyebabkan diturunkannya adzab gempa, penyembahan terhadap patung anak sapi lebih pantas lagi mendapatkan adzab yang lebih keras dan dahsyat.
AL-A'RAAF (45)
AL-A'RAAF: 154
AKHIR KISAH PEMBUATAN PATUNG ANAK SAPI SEBAGAI TUHAN
وَلَمَّا سَكَتَ عَن مُّوسَى ٱلْغَضَبُ أَخَذَ ٱلْأَلْوَاحَ ۖ وَفِى نُسْخَتِهَا هُدًۭى وَرَحْمَةٌۭ لِّلَّذِينَ هُمْ لِرَبِّهِمْ يَرْهَبُونَ ١٥٤
*Artinya:* _“Dan setelah amarah Musa mereda, diambilnya (kembali) lauh-lauh (Taurat) itu; di dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya.”_ *(al-A'raaf: 154)*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Sifat santun adalah puncak semua akhlak. Ketika jiwa Musa telah tenang dan ia kembali menjadi santun, ia mulai mempelajari lauhlauh yang berisi Taurat tersebut. Di dalamnya, ia mendapati penjelasan tentang mana yang benar dan mana yang sesat, mana hidayah dan mana penyimpangan, serta mana rahmat dan mana adzab, dengan adanya penjelasan jalan yang lurus dan baik bagi orang yang takut terhadap Allah dan adzab-Nya.
AL-A'RAAF (44)
AL-A'RAAF: 152-153
BALASAN ORANG-ORANG YANG ZALIM KETIKA MEMBUAT PATUNG ANAK SAPI DAN DITERIMANYA TOBAT MEREKA
*Artinya:* _Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertobat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu sesudah tobat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang._
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Dua ayat di atas mengandung dua prinsip penting. Adil dalam menghukum dan menyayangi para pelaku maksiat yang bertobat.
Halaman 95 dari 197