AL-A'RAAF (31)
AL-A'RAAF: 101-102
PELAJARAN DARI KISAH-KISAH YANG TERJADI PADA PENDUDUK NEGERI
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Kekafiran adalah pembangkangan meskipun sudah mengetahui dan yakin mana yang benar dengan berbagai bukti. Pemaparan kisah berbagai negeri yang dibinasakan oleh Allah, yaitu negeri Nabi Nuh, negeri kaum Ad, negeri Nabi Luth, Hud, dan Syu'aib bertujuan untuk diambil ibrah dan pelajarannya. Penduduk negeri-negeri itu tidak akan beriman secara sungguh-sungguh karena sebelum datangnya para rasul, mereka telah mendustakan kebenaran. Sampai akhir hayat mereka, mereka selalu mendustakan kebenaran. Sejak diutusnya para rasul kepada mereka sampai mereka mati tetap berada dalam kekafiran dan pembangkangan.
AL-A'RAAF (30)
AL-A'RAAF: 96-100
MOTIVASI UNTUK BERIMAN DENGAN DITAMBAHNYA KEBAIKAN BAGI MEREKA. ANCAMAN KEKAFIRAN DENGAN ADZAB YANG AKAN DITIMPAKAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas mengandung motivasi untuk orang-orang beriman dan sekaligus ancaman untuk orang-orang kafir. Motivasi untuk orang-orang beriman berupa limpahan kebaikan dan keberkahan dari Allah, yang datang dari langit berupa hujan dan angin yang penuh berkah dari bumi berupa tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, barang tambang, harta benda, hewan ternak yang berlimpah, keamanan, kesejahteraan, akal dan pikiran untuk menciptakan berbagai bentuk kesenangan, dan kedamaian.
AL-A'RAAF (29)
AL-A'RAAF: 94-95
SUNNAH (KETENTUAN) ALLAH DALAM MEMBERI KESEMPITAN DAN KELAPANGAN SEBELUM MEMBINASAKAN SUATU KAUM
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Penuh kasih dan memberikan waktu merupakan salah satu ciri khas dari sunnah Allah yang akan selalu berlaku terhadap makhluk-Nya agar para makhluk mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa, meluruskan arah hidup, dan meninggalkan segala kemaksiatan dan penyimpangan yang telah mereka lakukan.
Cobaan terkadang berbentuk keburukan dan terkadang berbentuk kebaikan.
AL-A'RAAF (28)
AL-A'RAAF: 88-93
DIALOG NABI SYU'AIB DENGAN TOKOH-TOKOH KAUMNYA DAN ADZAB YANG DITIMPAKAN KEPADA MEREKA BERUPA GEMPA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Di antara reaksi yang timbul dari dakwah Nabi Syu'aib yang dijuluki sebagai khatib (orator) kepada kaumnya untuk menyembah Allah semata dan tidak memakan harta orang lain dengan cara yang batil. Mereka mengajukan padanya dua pilihan yang sangat berbahaya: diusir dan diasingkan atau kembali ke agama mereka.
Halaman 99 dari 197