*AL-A'RAAF (39)*
*AL-A'RAAF: 138-141*
*KEINGKARAN BANI ISRAIL TERHADAP NIKMAT ALLAH*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat 138 menunjukkan kebodohan Bani Israil tentang hakikat tauhid yang dibawa oleh Nabi Musa a.s.. Mereka malah meminta padanya untuk menentukan patung-patung dan berhala-berhala yang akan mereka sembah, untuk mendekatkan mereka kepada Allah SWT. Ini persis sekali dengan perbuatan para penyembah berhala ketika mereka berkata,
*AL-A'RAAF (38)*
*AL-A'RAAF: 137*
*BERTEMPATNYA BANI ISRAIL DI DAERAH MESIR DAN SYAM SETELAH MASA FIR'AUN DAN PARA PENGUASA LAINNYA*
*FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM*
Ayat-ayat ini diuraikan dalam bentuk perbandingan (komparasi) antara orang-orang beriman dengan orang-orang kafir serta balasan untuk masing-masing mereka. Setelah Allah SWT menjelaskan bagaimana Dia membinasakan para pengikut Fir'aun bersamanya dengan menenggelamkan mereka semua sebagai sebuah siksaan Allah, kemudian, menjelaskan kebaikan yang Dia karuniakan kepada orang-orang beriman, yaitu Dia memberikan tanah dan wilayah pada mereka.
AL-A'RAAF (37)
AL-A'RAAF: 134-136
MENGADU KEPADA MUSA UNTUK MENGHILANGKAN ADZAB, MELANGGAR JANJI, DAN PENENGGELAMAN FIR'AUN DAN KAUMNYA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan empat hal sebagai berikut.
1. Mengadu pada Musa ketika sulit dan sempit dengan dorongan seruan iman yang fitrah. Inilah
AL-A'RAAF (36)
AL-A'RAAF: 130-133
BERBAGAI BENTUK ADZAB DUNIA TERHADAP KELUARGA FIR'AUN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Secara umum, ayat-ayat di atas mengisyaratkan hukum kausalitas, yaitu adanya keterikatan antara sebab dengan yang disebabkan atau hasil-hasilnya sesuai dengan kehendak Allah SWT. Ayat-ayat tersebut juga menjelaskan bahwa segala bentuk masalah yang terjadi pada pertanian dan berbagai musibah sesungguhnya disebabkan oleh amal perbuatan mereka sendiri.
Halaman 97 dari 197