AL-A'RAAF (19)
AL-A'RAAF: 52-53
KEUTAMAAN AL-QUR'AN KEPADA MANUSIA DAN KEADAAN ORANG-ORANG YANG MENDUSTAKAN PADA HARI KIAMAT DENGAN MENAMPAKKAN PENYESALAN DAN MEMINTA SYAFAAT
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Al-Qur’anul Karim adalah nikmat terbesar kepada manusia sebab dia adalah penjelas keimanan yang benar, kebenaran yang permanen, dan ibadah yang diridhai oleh Allah SWT dia juga petunjuk dan rahmat bagi orang-orang Mukmin. Hal ini sebagaimana *firman Allah SWT:*
_Dan ini adalah Kitab (Al-Qur'an) yang Kami turunkan dengan penuh berkah."_ *(al-An'aam: 155)*
AL-A'RAAF (18)
AL-A'RAAF: 50-51
APA YANG DIUCAPKAN PENGHUNI NERAKA KEPADA PENGHUNI SURGA ATAU PERMINTAAN TOLONG PENGHUNI NERAKA KEPADA PENGHUNI SURGA AGAR MEMBERI MEREKA MAKANAN DAN MINUMAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
_Ayat pertama_ menunjukkan bahwa minuman penghuni surga juga makanan mereka dilarang dan haram atas orang-orang kafir. Ini adalah pengharaman paksaan dan hukuman. _Ayat kedua_ menunjukkan pembiaran terhadap orang-orang kafir dalam siksaan neraka Jahannam dan perlakuan terhadap mereka sebagaimana memperlakukan orang-orang yang dilupakan karena mereka melupakan kewajiban mereka terhadap tuhan mereka dalam kehidupan dunia. Allah SWT memberikan alasan hal itu dengan berbagai macam alasan, intinya adalah mereka orang-orang kafir. Perinciannya dan deskripsi keadaan mereka adalah mereka menjadikan agama mereka sebagai senda-gurau, kemudian sebagai permainan dan yang ketiga mereka tertipu oleh kehidupan dunia. Kemudian, akibat dari keadaan-keadaan ini adalah mereka mengingkari ayat-ayat Allah. Ini menunjukkan bahwa cinta dunia adalah dasar semua bencana, sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw. dalam riwayat *Baihaqi* dari dari *Hasan* dalam _status mursal dan dhaif_.
AL-A'RAAF (17)
AL-A'RAAF: 48-49
PERDEBATAN ANTARA ORANG-ORANG YANG DI ATAS A'RAAF DENGAN PENGHUNI NERAKA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Standar keutamaan dan tolok ukur kemajuan dan keunggulan di akhirat berbeda dengan apa yang ada di dunia. Harta, kekuatan dan kumpulan anggota bukanlah dasar kejayaan, kebahagiaan, dan keselamatan di akhirat. Dasarnya adalah keimanan dan amal saleh. Kelompok para pemimpin yang musyrik yang sangat keras, sombong, dan kaya adalah di neraka. Kelompok orang-orang Mukmin yang takwa, lemah, dan tawadhu kepada Allah adalah di surga yang paling tinggi. Anugerah Allah dan rahmat-Nya mencakup orang-orang yang kurang, yakni orang-orang yang di atas A'raaf yang kebaikan dan kejelekan mereka sama. Ini adalah sanggahan kepada penghuni neraka yang bersumpah bahwa orang-orang yang ada di A'raaf masuk neraka bersama mereka. Malaikat berkata kepada orang-orang yang ada di A'raaf (ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلَآ أَنتُمْ تَحْزَنُونَ).====
AL-A'RAAF (16)
AL-A'RAAF: 44-47
PERCAKAPAN ANTARA PENGHUNI SURGA DAN NERAKA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat tersebut menunjukkan hal-hal berikut:
1. Perdebatan, percakapan, atau saling memanggil antara penghuni surga dan penghuni neraka dimaksudkan untuk menggertak orang-orang kafir dan menghina mereka, kemudian perdebatan ini diputuskan oleh suara penyeru malaikat yang memanggil dengan suara keras (أَن لَّعْنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلظَّـٰلِمِينَ).
2. Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir pada hari Kiamat mengakui bahwa janji dan ancaman Allah adalah haq dan benar. Itu tidak mungkin jika mereka mengetahur zat Allah dan sifat-sifat-Nya pada hari Kiamat.
3. Penyeru menjatuhkan laknat Allah kepada orang yang mempunyai empat sifat:
Halaman 102 dari 197