AL-A'RAAF (3)
AL-A'RAAF: 6-9
AKIBAT DARI KEKUFURAN DI AKHIRAT DAN HISAB YANG BERAT TERHADAP AMAL PERBUATAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat pertama (فَلَنَسْـَٔلَنَّ ٱلَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ) menunjukkan bahwa orang-orang kafir dihisab. *Allah SWT berfirman.*
_“Kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kamilah membuat perhitungan atas mereka."_ *(al-Ghaasyiyah: 26)*
Bahkan, tanggung jawab atau hisab adalah sesuatu yang umum bagi semua hamba sampai kepada Rasul (وَلَنَسْـَٔلَنَّ ٱلْمُرْسَلِينَ). Pertanyaan kepada para rasul adalah pertanyaan minta kesaksian mereka dan minta kejelasan. Artinya tentang jawaban kaum mereka kepada mereka. Inilah makna *firman Allah SWT,*
AL-A'RAAF (2)
AL-A'RAAF: 4-5
AKIBAT MENDUSTAKAN PARA RASUL DI DUNIA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat ini menunjukkan hal-hal berikut.
1. Maksiat terhadap perintah para rasul dan mendustakan mereka menyebabkan kehinaan di dunia dan siksa di akhirat. Siksa di dunia datang pada waktu lalai dan main-main. Bisa malam hari atau ketika istirahat siang hari.
2. Setiap pendosa ketika diturunkan siksa dunia kepadanya mengakui dosanya dan menyesali kecerobohannya.
3. Maksud dari ayat ini adalah memberi peringatan, menakut-nakuti, dan mengambil pelajaran terhadap apa yang menimpa umat-umat sebelumnya sehingga ketakutan membawa mereka untuk memperbaiki keadaan mereka dan melepaskan diri dari kemaksiatan-kemaksiatan.
AL-A'RAAF (1)
AL-A'RAAF: 1-3
MENGIKUTI AL-QUR’AN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menunjukkan hal-hal berikut.
1. *Al-Qur'an* adalah _kalamullah_ yang diturunkan kepada nabi-Nya, Muhammad saw.. Akal menyaksikan bahwa ini tidak terjadi, kecuali dengan jalan wahyu dari Allah SWT. Pasalnya, Rasulullah saw. buta huruf, tidak bisa membaca atau menulis, juga karena ini adalah kalam yang mengandung mukjizat yang tidak muncul dari manusia. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dan berlalunya masa membuktikan keunggulan Al-Qur'an dan kesesuaiannya untuk setiap waktu. Ini tidak mungkin disifatkan pada hukum buatan manusia.
AL-A'RAAF
SURAH AL-A'RAAF
[MAKKIYYAH, DUA RATUS ENAM AYAT]
PENAMAAN SURAH
Surah ini dinamakan al-A'raaf karena ada nama A'raaf di dalamnya. Al-A'raaf adalah pagar antara surga dan neraka. *Ibnu Jarir ath-Thabari* mengatakan bahwa al-A'raaf adalah bentuk jamak dari _'urf_. Semua yang tinggi pada bumi oleh orang-orang Arab dinamakan _'urf_. Jengger ayam jantan dinamakan _'urf_ karena tempatnya di atas. *_Ibnu Jarir ath-Thabari_* meriwayatkan dari *Hudzaifah* bahwa dia ditanya tentang _ashhaabul a’raaf_, dia menjawab, "Mereka adalah kaum yang kebaikan dan kejelekannya sama. Kejelekan mereka menjauhkan mereka dari surga, sedangkan kebaikan mereka membawa mereka jauh dari neraka. Oleh sebab itu, mereka berhenti di sana, di atas pagar sampai Allah memutuskan nasib mereka."
Halaman 106 dari 197