AL-AN'AAM (42)
AL-AN'AAM: 141- 144
DALIL-DALIL YANG MENUNJUKKAN KEKUASAAN ALLAH SWT
Sebab Turunnya Ayat 141
*Ibnu Jarir ath-Thabari* meriwayatkan dari *Abu Aliyah*, dia berkata, "Orang-orang selalu memberikan sesuatu selain zakat, mereka juga berlebih-lebihan dalam hal itu. Lalu, turunlah ayat ini."
Diriwayatkan oleh *ath-Thabari* juga bahwa pada musim panen mereka mengeluarkan hartanya, kecuali zakat. Kemudian, mereka saling berlomba berbuat baik dan berlebih-lebihan. Lalu, Allah berfirman: - وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ -
Diriwayatkan oleh *ath-Thabari* juga dari *Ibnu Juraij* dia berkata, "Ayat ini turun mengenai *Tsabit bin Qais bin Syammas*, dia memanen kurma lalu berkata. Tidak seorang pun yang datang kepadaku pada hari ini, kecuali aku beri dia makan.' Lalu, dia memberi makan orang-orang sampai sore dan tidak tersisa baginya satu buah pun". Kemudian Allah berfirman: - وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ -
AL-AN'AAM (41)
AL-AN'AAM: 136- 140
SYARI'AH KAUM JAHILIYAH DALAM MASALAH TANAMAN, BUAH-BUAHAN, DAN BINATANG TERNAK SERTA PEMBUNUHAN ANAK-ANAK
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Keterangan di atas merupakan syari'at bangsa Arab pada masa Jahiliyyah yang hanya bersandar pada ilusi, akal yang lemah dan terbatas, serta hawa nafsu yang rusak. Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki berkata kepada Amr bin Ash, "Otak dan akal kalian masih sempurna, lalu kalian menyembah batu!" Kemudian, Amr berkata, "Itu adalah akal yang tak dianugerahi taufik." Kelemahan dan kebodohan orang Arab yang diinformasikan oleh Allah SWT merupakan perkara yang dibersihkan oleh Islam dan dihilangkan oleh Allah melalui pengutusan Rasulullah saw. sebab itu adalah peraturan yang paling buruk.
*Ibnu Zaid* berkata, "Jika mereka menyembelih untuk Allah, mereka menyebut nama berhala. Jika mereka menyembelih untuk berhala, mereka tidak menyebut nama Allah." Mereka tidak bersikap adil dalam pembagian tanaman, buah-buahan, dan binatang ternak. Apa yang telah mereka jadikan bagian untuk Allah—menurut anggapan mereka—mereka berikan kepada berhala-berhala mereka dan apa yang mereka jadikan untuk berhala mereka, mereka berikan kepada berhala-berhala itu. Mereka telah melakukan kezaliman yang besar dengan mengubur anak perempuan hidup-hidup karena takut tertawan dan karena kebutuhan yang menjadi penghalang kemenangan karena tidak bisa berperang dan bertarung.
AL-AN'AAM (40)
AL-AN'AAM: 133- 135
ANCAMAN ADZAB YANG MEMBINASAKAN DAN PERINGATAN MENGENAI SIKSA HARI KIAMAT
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat tersebut menunjukkan sifat-sifat agung milik Allah SWT, yaitu bahwa Allah SWT sama sekali tidak butuh pada hamba-Nya dan amal mereka. Ayat-ayat tersebut juga menunjukkan rahmat-Nya yang meliputi hamba-hamba-Nya terutama kepada para wali-Nya dan orang-orang yang taat kepada-Nya. Begitu juga dengan kekuasaan-Nya untuk mematikan, membinasakan dengan adzab-Nya, menghidupkan, menciptakan dan mengganti makhluknya dengan generasi lain yang lebih baik dan lebih taat.
Kaum *Muktazilah* berkata, "Dalam ayat ini terdapat petunjuk yang menerangkan bahwa Allah Mahaadil, jauh dari tindakan buruk, dan juga menunjukkan bahwa Dia Maha Penyayang dan pemurah kepada hamba-hamba-Nya."
AL-AN'AAM (39)
AL-AN'AAM: 129- 132
PENGUASAAN ORANG-ORANG ZALIM ATAS SEBAGIAN YANG LAIN DAN HARDIKAN ORANG-ORANG KAFIR KARENA KETIDAKIMANAN MEREKA
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
(وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّى بَعْضَ ٱلظَّـٰلِمِينَ بَعْضًۢا) ayat ini menunjukkan bahwa manakala ada rakyat yang melakukan kezaliman, Allah SWT akan menguasakan kepada mereka orang yang zalim seperti mereka. Jika mereka ingin melepaskan dari pemimpin yang zalim, hendaklah mereka meninggalkan kezaliman. Ayat ini juga menunjukkan bahwa manusia harus mempunyai pemimpin dan pemerintah. Pasalnya, manakala Allah tidak membiarkan masyarakat yang zalim tanpa pemimpin yang zalim, apalagi dengan masyarakat yang saleh, ia lebih pantas untuk diberikan pemimpin yang dapat menambah kesalehannya.
Ali r.a. berkata, “Manusia hanya pantas dipimpin oleh pemimpin yang adil atau yang zalim.” Ketika orang-orang mempertanyakan ucapan Ali "atau yang zalim," dia berkata, “Ya, dia yang bisa memberi rasa aman di jalan dan memberi keleluasaan untuk melaksanakan shalat dan haji."
Halaman 109 dari 197