AL-A'RAAF (63)
AL-A'RAAF: 203
NABI MENGIKUTI WAHYU ILAHI DAN KARAKTERISTIK AL-QUR’AN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat di atas mengandung beberapa hal sebagai berikut.
1. Ayat di atas menerangkan bahwa banyak sikap-sikap kasar dan penentangan yang ditampilkan penduduk Mekah terhadap Nabi saw.. Mereka juga banyak menyampaikan berbagai permintaan yang hampir mustahil untuk menghindari dari keimanan serta selalu berada dalam kekafiran. Mereka selalu berusaha menyakiti Nabi saw. dan menuduhnya dengan berbagai macam tuduhan yang berbahaya seperti Nabi saw. membuat-buat AlQur’an dan ia bisa menciptakan berbagai mukjizat dan hal-hal luar biasa yang mereka inginkan.
AL-A'RAAF (62)
AL-A'RAAF: 199-202
DASAR-DASAR AKHLAK SOSIAL DAN PERLAWANAN MELAWAN SETAN
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat (خُذِ ٱلْعَفْوَ وَأْمُرْ) mengandung penjelasan tentang dasar-dasar akhlak mulia dan etika-etika sosial. Dasar-dasar akhlak ini berada di urutan kedua setelah dasar-dasar aqidah. Dalam berbagai interaksi, adat kebiasaan dan pergaulan sesama manusia akan tampaklah bagaimana akhlak manusia. Alangkah butuhnya manusia kepada dasar-dasar akhlak ini dalam hubungan mereka dengan orang lain.
AL-A'RAAF (61)
AL-A'RAAF: 194-198
REALITAS PATUNG-PATUNG DAN BERHALA-BERHALA YANG DISEMBAH
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas merupakan bantahan terhadap para penyembah berhala dan penegasan terhadap ayat-ayat sebelumnya tentang tidak berguna dan bermanfaatnya menyembah patung-patung tersebut. Ayat-ayat tersebut menunjukkan beberapa hal.
1. Sangat memalukan bagi seorang yang berakal sehat menyembah patung-patung yang sama sekali tidak memiliki kekuatan karena mereka tidak memiliki kaki, tangan, mata, dan telinga. Padahal, sesuatu yang disembah seharusnya memiliki sifat-sifat yang sempurna. Justru manusia itu sendiri yang lebih mulia dari pada patung-patung yang mereka sembah dan hal itu sebenarnya tidak bisa dibanding-bandingkan. Jadi, apakah layak, seorang makhluk yang lebih mulia dan sempurna menyembah sesuatu yang jauh lebih rendah dan hina yang tidak bisa diharapkan memberi keuntungan apa-apa, tidak bisa memberi manfaat dan juga tidak dapat menolak bahaya? Patung-patung tersebut bukanlah makhluk yang sama seperti manusia. Akan tetapi, ia hanyalah batu dan kayu. Jadi, kalian telah menyembah sesuatu yang kalian (sendiri) lebih mulia darinya.
AL-A'RAAF (60)
AL-A'RAAF: 189-193
MENGINGATKAN TENTANG PENCIPTAAN PERTAMA, PERINTAH BERTAUHID, MENGIKUTI AL-QUR’AN, DAN LARANGAN UNTUK MUSYRIK
FIQIH KEHIDUPAN ATAU HUKUM-HUKUM
Ayat-ayat di atas menjelaskan hal-hal sebagai berikut.
1. Pada dasarnya manusia diciptakan dari diri yang satu. Pendapat yang masyhur, "diri yang satu" yang dimaksud adalah Adam. Sementara Hawa diciptakan dari diri Adam. Makna firman Allah SWT, _"Dan daripadanya Dia menciptakan pasangannya."_ Allah SWT menciptakan Hawa dari sebuah tulang rusuk Adam. Hikmah diciptakannya Hawa dari Adam adalah karena suatu jenis akan lebih cenderung dan suka kepada jenis yang sama dengannya. Jenis yang sama merupakan faktor terjadinya keserasian, persatuan, perjumpaan, dan kasih sayang antara laki-laki dan perempuan.
Halaman 91 dari 197